Karena Jelita

Karena Jelita
Jadi nya


__ADS_3

"Aku capek hidup seperti ini Ndra! mulai sekarang..kita jalani saja kehidupan kita masing masing!"


"Aku nggak bisa hidup tanpa kamu Jill! lagian kamu nggak akan pernah bisa hidup dengan Laki laki yang tidak bisa mencukupu gaya hiduo mu! Come On Baby...kita mulai semua ini dar awal.." ajak Andra sambil membuka kedua tangan nya..


"Andra! nggak usah kamu menghina Arhan! kamu pikir kamu lebih baik dari dia??"


"Jelas..aku punya segala nya..aku bisa memenuhi semua mau mu?? gaya Hidup mu yang mewah.. semua nya ..aku Mampu!


Jill..Jill.. kamu nggak akan pernah bisa hidup dengan orang Miskin!" ejek Andra


"Percuma aku berdebat sama kamu Ndra! terserah..terserah kamu mau ngomong apapun tentang Arhan! yang Jelas Arhan bukan pengecut seperti kamu!"


"Hahahah Jelita..Jelita.. sadar dong?? apa yang bisa kamu dapat kan dari dia?" ejek Andra lagi.


"Kehormatan sebagai perempuan! yang tidak pernah aku dapat kan dari kamu! dan keluarga yang menerima semua kekurangan ku!"


"Aku bisa memberikan semua itu..!"


"Hahah mimpi kamu Ndra! nyata nya kamu nggak bisa menyelamat kan aku dari ancaman orang tua mu..Dan kamu memilih untuk meniduri ku..hanya meniduriku tanpa berani memberiku kepastian yang pasti??"


"Jelita!" bentak Andra. "Sudah berani kamu melawanku! ingat selama enam tahun lebih aku lah yang telah memberimu kesenangan!"


"Aku bukan pelacur!" Gertak Jelita.dengan merekat kan semua gigi nya karena sudah sangat emosi dan meninggal kan Ruangan Andra dengan membanting pintu.


"Jelita tunggu!" panggil Andra mencoba mengejar Jelita. Namun tidak berhasil. "Damn it!" umpat Andra sambil mengacak acak rambut nya.


di sisi lain ternyata Arhan sudah menunggu di ruangan Jill. Drinya melihat Jill membuka pintu sambil mengusap mata nya.


"Jill!"


"Arhan!" pekik Jill ,ia tidak menyangka jika Arhan sudah menunggu nya.


"Kamu kenapa?" tanya Arhan mendekati sambil menganggat dagu Jelita.


"Enggak..aku nggak kenapa kenapa..aku emosi aja sama Andra.."

__ADS_1


"Kenapa??"


"Sudah lah jangan dibahas.." Lalu Jill duduk ditempat duduk nya dan menyederkan kepala nya di kepala kursi.


"Ini tanggal pernikahan kita.."


"Apa!" Jill tersontak kaget lantas membuat nya terduduk dengan normal.


"Kenapa? kemarin kan Papa mu yang menyerahkan tanggal pernikahan nya Jill?"


"Tapi nggak secepat ini juga kali...Gila Lo ya!"


"Niat baik jangan di tunda tunda.."


"Gue tahu! tapi kan nggak harus minggu depan juga kan?? gila..dalam waktu lima hari pula! Gil Lo!"


"Nggak usah pusing mikirin..semua sudah di atur tante Maya.. dan Papa Lo juga sudah setuhu?"


"What!" Jill semakin tak percaya.


"Astaga! kenapa Lo nggak bilang sama Gue dule Arhan.."


"Lo Ragu?? atau??"


"Atau apa?? jangan macem macem Lo! Gue kan juga butuh persiapam Arhan!" Jelita terlihat Frustasi smabil meraup wajah nya


"Eh..ada calon pengantin.." Goda Pak Japlin langsung nyelonong masuk.


"Pak Japlin!" pekik Jill.


"Selamat..saya pastikan Minggu depan Saya akan datang menghadiri acara pernikahan Perempuan tercantik dan tersemart di kantor ini.."


"Jadi Pak Japlin????"


"Arhan sudah mengatakan semua nya..saat mengajuakn cuti kalian berdua..dan langsung saya Acc.."

__ADS_1


Arhan hanya tersenyum,mendengar cuitan dari Pak Japlin.


"Apa?? Arhan ngajuin cuti Pak??" Tanya Jill tak percaya.


"Benar sekali! sebelum cuti..tolong ini berkas nya selesaikan dulu.." suruh Pak Japlin, sambil.meletakan tumpukan berkas di Meja Jill, lalu pamit.


"Arhan Lo tu Gila!" umpat Jill.


"Terserah apa kata Lo..Gue harap,Lo bisa mempersiap kan mental untuk pernikahan kita dengan baik.." Pamit Arhan


"Arhan! mau kemana Lo!"


"Sudah saat nya jam kerja"


"Berhenti!" larang Jill,dan Arhan berhenti tepat di depan pintu..dengan buru buru Jill bangkit dari duduk nya danengejar Arhan.


"Bentar bentar..ada yang harus Gue omongin sama Lo!" tepat berdiri dibelakang Arhan


"Apa?" Arhan membalikan badan, dan pandangan mereka saling bertemu.


Jelita terlihat sangat Gugup.


"Gini..Gini..Lo jangan berharap lebih dimalam pertama kita..Gue tahu? Gue bukan perempuan yang masih Virgin..Tapi Gue hanya mau melakukan hubungan Sexx hanya dengab laki laki yamg Gue cinta..."


"Dasar otak Lo ngeres!" balas Arhan sambil menjambak kecil rambut Jill.


"Tunggu!"


"Apa lagi sih?? Gue nggak mau dapat SP gara gara telat..Lo kan tahu Gue baru di angkat jadi supervaisor"


"Iya tunggu!" Jill meraih tangan Arhan ,dan tatapn merekan bertemu lagi dan membuat Jill semakin Gugup.


"Apa Sih Jill?"


"Lo janji..ga bakal nyentuh Gue.."

__ADS_1


"Ya! nanti Gue fikirin.."


__ADS_2