Karena Jelita

Karena Jelita
terluka lagi


__ADS_3

Jill menghempaskan tubuhnya di atas sofa, dengan nafas yang memburu lalu ia memejamkan mata. setelah beberapa saat Jil membuka matanya kembali di iringi dengan buliran buliran air mata..Mengingat ia memaki dirinya sendiri di depan Arhan


Jill nampak emosional saat mengingat kembali kenangan nya bersama Andra, hatinya serasa diremas dengan Kuat.


"Jelita.." tanya Papa ikut duduk disebelah nya, dengan gelagapan cerita langsung menghapus air mata dengan punggung jarinya


"Kenapa Pa.."


"Kamu sedang ada masalah?"


"Enggak ada Pa.."


"Jelita, Maaf kan Papa.. karena Papa tidak berguna.."


"Pa...jangan bilang seperti itu, Sudah lah Pa.."


"Seandai nya Papa tidak salah mendidik mu Jill? semua ini salah Papa..terlalu mendidik mu dengan Kebebasan.."


" Semua sudah terjadi Pa.." dengus Jill.


" Papa hanya ingin melihat kamu bahagia,tapi tidak dengan cara seperti ini Jill? "

__ADS_1


Kemudian Jill berangsur duduk dengan tegap, sambil merangkul dan menepuk nepuk kecil pundak Papa "Semua ini bukan salah Papa.."


"Jill Papa mohon kali ini saja, tinggal kan laki laki itu..Kita bisa pergi dari kota ini..untuk memulai awal kehidupan yang baru. siapa tidak mau melihat kamu semakin menderita menjadi bayang-bayang lelaki itu"


Jelita tersenyum pasi, menertawakan diri nya sendiri. "Nggak perlu Pa..semua sudah terjadi, Jill tahu yang terbaik untuk hidup Jill " Kemudian Jelita bangkit dari duduk nya. Papa pun demikian


"Papa sudah gagal Jill..Papa tidak ingin melihat mu gagal seperti Papa..Papa.hanya ingin kamu bahagia hidup bersama orang yang bisa menerima mu dengan segala kekurang mu.., Papa minta kamu berubah Jill.."


Jill hanya mendengus dan menaikan pundak nya tanpa menjawab omongan dari papa.


Arhan, Hidup bersama Tante Maya setelah kepergian mamanya. apapun yang menjadi bebannya Iya selalu menceritakan kepada Tante Maya.


Tante Maya adalah adik kandung dari mama arhan


"Kamu serius dengan pilihan kami Arhan?? dengan segala kekurangan yang dimiliki Perempuan itu??" tanya Tante Maya meyakin kan Arhan.


"Iya Tante..Om..Arhan sudah mantab dan yakin dengan pilihan Jelita? Aku yakin Jelita akan berubah.


"Kalau itu keputusan mu..Om akan selalu mendukung mu..tapi kamu juga harus siap meanggung Resiko dengan perempuan pilohan mu..." kata Om Marwan.


"Dan satu lagi Arhan, dalam segala keadaan apapun..kamu tidak boleh mengungkit masalalu Jelita..Kamu harus menjadi Lelaki yang Bijak dan bertanggung jawab..Tante dan Om Marwan hanya bisa mendoakan.." imbuh tante Maya.

__ADS_1


" Terima kasih Tante dan Om Marwan telah mendukung arhan, sampai sejauh ini apapun yang menjadi keputusan arahan om dan tante selalu mendukung Arhan..."


"Om sangat bangga padamu..Kamu bisa menjadi lelaki Gantle tanpa harus melihat semua kekurangan Jelita.. Kapan Jelita kamu ajak kesini??" tanya Om


"Iya.. ajak lah kesini? kenal kan kepada kami.." sahut tante.


hari terus bergulir hari ini Pak Japri meminta Jelita untuk datang menemui klien pertama Arham. cerita sedikit kaget ternyata dewan direksi yang dimaksud Pak Japin adalah ayahnya Andre.


beliau meminta izin kepada Arhan agar meninggalkan mereka berdua di ruangan karena mereka akan membicarakan hal yang sangat privasi dan penting. raut wajah Jelita berubah menjadi sendu setiap mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Ayah Andra.


" Tolonglah Jelita pikirkan berkali-kali dengan baik, bahwa kamu tidak pantas dengan anak saya sampai kapanpun. Bagaimana jika saya mencabut semua fasilitas milik Andra dan kamu pun bisa saya singkirkan dari perusahaan ini... Come on kamu masih muda kamu bisa mencari seseorang yang sepadan dengan kamu.. yang bisa menerima kamu dengan apa adanya. jelas itu bukan keluarga saya".


kali ini Harga Diri Jelita benar-benar dijatuhkan dan di injak injak oleh keluarga Andra, hatinya terasa sakit dan ia berjanji pada dirinya sendiri ia tidak akan lagi menjalin hubungan dengan andra.


perasaannya saat ini sudah tidak bisa digambarkan oleh apapun yang jelek Jelita sangat sangat kecewa.


kemudian ayahnya Andra memberikan bungkusan berupa amplop berwarna coklat yang berisi uang dan disodorkan di atas meja untuk Jelita.


dengan tegas Jelita menolaknya dan meninggalkannya.


Arhan mencoba menghibur Jelitanyang sedang kecew.

__ADS_1


"Aku menerima tawaran mu untuk menikah Arhan.." pinta Jelita


__ADS_2