Karena Jelita

Karena Jelita
nggak sengaja.


__ADS_3

" mas andra lusa papa ulang tahun loh kita dapat undangan dinner sama keluarga besar Papa.. datang ya!"


" aku usahain untuk datang .. tapi kita lihat waktunya nanti ... semoga pekerjaanku nggak banyak!"


" Sempetin lah mas..! "


" kita lihat saja nanti ??".


" soalnya semua keluarga besar papa akan datang untuk berkumpul di rumah Papa mas.. aku kan nggak enak ,apalagi aku anaknya Papa.. masa aku di sana, suamiku nggak ada??"


aku tidak menjawab semuaa pernyataan pernyataan yang dilontarkan oleh Hilda.


" datang ya Mas please??? cup!" Rengek Hilda, aku sempat kaget dibuatnya karena tiba-tiba Hilda mencium pipiku.


Sebenarnya aku tidak tega melihat Hilda yang selalu memohon dan meminta agar aku datang di acara ulang tahun Papanya , tapi di sisi lain aku sudah memiliki janji dengan jelita.


Hari ini aku meninggalkannya sendiri di parkiran dengan keadaan langit yang sedang mendung dan gerimis, Hatiku merasa resah.


Jelita.


Seperti biasa, aku tidak langsung pulang usai Jam Kuliah. Aku langsung menancap Gas,menuju Crown bersama Pevita.


Seperti biasa aku langsung duduk dan membuka Meja persis di depan Bimo.


Kunikmati alunan alunan musik Dj yang menggema.


"Pevita mana Bim?" tanya ku sambil meneguk minuman.


"Belum datang bos..Lama nggak kesini ya Bos?"


"Kuliah sekarang Gue Bim..?" Ku teguk lagi minuman.


" Jadi ambil S2 ya Bos?"


Aku hanya mengangguk ,sambil terus meneguk gelas demi gelas. Jujur saja, aku masih kesal jika teringat Andra. Dan juga masih terngiang dengan ucapan Arhan tadi, Ah! malah membuat ku semakin pusing.

__ADS_1


Ku buka notif pesan di ponsel ku, Sial! ternyata Pevita nggak bisa datang karena ada urusan. Entah mengapa, Andra juga tak mengirimi ku pesan atau menghubungi ku.


Mungkin saja dia sedang bermalam dengan istri nya. Fikiran ku semakin kemana mana dan semakin membuat ku kesal.


Terus saja ku teguk Gelas demi gelas.


"Pevita mana Bos?"


"Nggak tahu! katanya nggak bisa datang!"


Kepalaku sudah mulai berat tiba tiba ada tangan yang menyentuh pundak ku. Lalu ku toleh,


"Andra!"


Andra tersenyum dan langsung memeluk ku.


lalu ikut duduk dan meminta minuman pada Bimo.


"Ngapain kesini! udah bosen sama Istri kamu? terus nyariin aku?"


"Jill? mana mungkin aku begitu? Jelas aku mengkhawatir kan mu?" jawab Andra sambil meneguk minuman.


"Aku ke Hole ya Jill?"


"Oke! aku tunggu di sini aja!".


Aku memilih untuk meneguk minuman dan menikmati aroma Minuman yang menjadi favorit ku, dengan sesekali menggeleng menikmati musik.


"Jelita!" panggil seorang Pria mendekati ku. Ya! meski aku dalam keadaan mabuk, tapi aku masih bisa melihat dengan jelas, jika Pria itu adalah Arhan.


"Arhan!"


"Jelita..." Arhan melihat ku dengan rasa tak percaya,


"Duduk aja! ngapain Lu disini!" tanya ku sambil memegangi kepalaku yang sudah terasa berat.

__ADS_1


"Ada temen yang ngerayain ulang tahun di sini..,sebenar nya sih malas.. datang ketempat ginian, cuma Nggak enak aja.."


"Apa! Gue nggak denger! temen Lu ulang tahun?"


"Ya!"


"Lu mau minum nggak! kalau mau ..bisa minum sama Gue disini?"


Arhan hanya menggelengkan kepala,


"Bir aja kalau gitu? Mau??"


"Nggak Jill! Aku nggak suka Minum!" jawab Arhan tepat di telingaku, maklum saja kepala sudah berat ditambah musik yang kencang.


"Sorry! Sorry Han! Gue nggak tahau, kalau Lu nggak minum.."


"Gimana nanti pulang nya? kalau keadaan kamu seperti ini.."


"Tenang aja Han! Gue udah terbisa hahaa"


"Pulang Ya! biar Gue anterin Jill! Lu nggak inget kemarin pesen dokter!"


"Hahaha udah..Gue udah sehat! oke thankyu atas perhatian nya!"


Semakin pagi semakin tinggi, musik yang nyalakan semakin membuat ku bergetar. Arhan terus mencoba membantu ku ,disaat aku sudah sempoyongan.


Arhan mengambil gelas ditangan ku. "Jelita! sudah.. kamu sudah nggak bisa bangun! ayo pulang!"


"Bawa sini Han gelas nya!"


"Cukup! kamu sudah minum banyak..pualng saja, biar aku antar pulang.."


"Nggak usah...Gue bisa balik sendiri..udah biasa!"


Tiba tiba Andra mendekati kami.

__ADS_1


"Biarkan Jelita sama saya!"


"Baik pak..saya permisi" pamit Arhan


__ADS_2