
"Itu masalah nya Vit! Gue nggak bisa keluar dari hubungan ini.. sudah terlalu jauh hubungan ku dengan Andra!"
"Jill..Gue ini juga bukan perempuan Suci, tapi Gue saranin..Pelan pelan Lu ikhlasin Andra.. Yang pertama Keluarga nya jelas nentang hubungan Lu dan Andra juga udah nikah Jill..
Gue tahu..6tahun lama nya Lu bersama.. satu atap sama Andra sejak Kuliah..,tapi Lu bisa ngerasain sendiri kan? Mau sekuat Apa pun Lu berjuang..Jalan Lu tetep Buntu.."
"Udah lah Vit! pusing Gue.. biarin ngaliir gitu aja Lah.."
"Emang Lu nggak mau hidup normal..punya suami dan anak Gitu?"
"Hahaha hubungan Gue aja udah rumit, serumit benang kusut..Mana sempat Gue mikirin hal hal yang seperti itu..Gila Lu!"
"Ya udah..ketimbang Lu pusing.. Mendingan ikut ngabisin Duit Andra aja Lu Jill..hahah Lu kan Pacar Rasa Istri hahah"
"Sialan Lu! nanti malem Gue tunggu di Crown ya Vit.."
"Gila! mau Naik lagi lho...buseet jaga kesehatan woe!"
" tenang aja lu! gue mah sehat lahir batin! Oke ntar malam gue tunggu di mejanya Bimo!".
waktu istirahat sudah hampir habis kini saatnya aku ke kembali ke kantor, begitupun juga dengan Vita kembali ke kantornya. vita sedikit melongo saat melihat mobil alphard baruku.. dia hanya menggeleng geleng kan kepalanya sambil tersenyum tak percaya, dengan ulahku.
saat di parkiran.. tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku, lantas Aku menoleh kepadanya" Siapa itu Jill..kenal Lu ya?"
" nggak kenal bukan siapa-siapa.. udah cepetan balik sono lu telat nanti!"
setelah aku memastikan Vita sudah memasuki mobilnya, lalu aku mendekati arah suara yang memanggilku, ya perempuan itu adalah mama .mama yang telah melahirkanku Sebenarnya aku malas menghampirinya apalagi menemuinya tapi mau gimana lagi.
" Ngapain Mama di sini?"
" Masuk dulu Jill.. Sepertinya kita perlu bicara ..kebetulan Mama juga sudah janjian untuk makan siang di sini bersama adik kamu"
__ADS_1
" Jelita nggak ada waktu Mah.. Jelita harus segera balik ke kantor..Sudah waktu nya masuk jam kerja.Lagian Mama kan kesini bukan untuk menemui Jelita..Hanya kebetulan saja kita ketemu, " Jawab ku dengan datar.
"Jill! Mama sudah kehabisan cara dan akal..Gimana lagi cara membuat kamu bisa berubah! Mama sudah mencoba memulai nya dengan baik..Tapi kamu selalu seperti ini.. Mama tanya sekarang! Kenapa kamu tidak datang di acara pernikahan Adik kamu?"
"Jill Lupa Mah."
"Jill! Keterlaluan kamu! Sedikit saja buka hati mu untuk Mama Jill? Mama melakukan ini semua untuk kebaikan kamu..Setidak nya Hormati Mama di depan Suami Mama.."
"Aku nggak mau berdebat sama Mama.."
"Jelita tunggu!"
aku tidak menghiraukan kata-kata Mama sekalipun Mama sudah memanggil ku berkali-kali. Aku tetap berjalan dan masuk ke dalam mobil.
Entah kenapa aku seperti orang yang kehilangan hormat terhadap mama. disaat aku keluar dari pintu parkiran, aku berpapasan dengan mobil milik keluarga Andra. whateverlah aku nggak perduli.
" Hai mah Maaf ya Ma..Hilda telat,Soalnya ada Sedikit macet tadi di jalan" lalu aku mencium pipi mamaku"
" tidak sayang… Mama juga baru sampai Gimana kabarmu dengan suamimu".
"Itu Resiko yang harus kamu ambil sayang… Ya seperti itu lah nama nya perjodohan, Kamu harus lebih sabar lagi untuk menghadapi Suami mu.."
"Aku tahu Ma..Seperti nya ada sesuatu yang di sembunyikan Mas Andra dari aku.. "
"Maksud nya?"
"Mungkin sebelum pernikahan ini, Mas Andra sudah punya Pacar Ma..dan seperti nya mereka masih berhubungan.."
"Sayang ku Hilda..Peluang kamu lebih besar dari pacar nya, Andaikan benar Andra masih memiliki pacar. Kamu harus bisa merebut hati Andra..Kamu cantik, Smart dan punya segala nya..oke! kamu tidak boleh bersedih..Bahkan kamu sudah Saah menjadi istri nya.."
"Apa yang harus Hilda lakukan Ma?"
__ADS_1
"Berikan yang terbaik..tidak ada salah nya kamu memulai nya lebih dulu..buat Andra bersimpati terlebih dulu pada mu.."
"Oke! MAkasih ya Ma..Hilda nggak tahu lagi..gimana coba kalau nggak ada Mama yang selalu ada dan selalu ngasih Suport ke Hilda.." Aku langsung memeluk Mama.
"Ma..satu lagi, Please..Mama jangan bilang ke Papa mengenai keadaan hubungan Hilda sama Mas Andra saat ini Ya Ma.. Mama kan tahu Papa seperti apa orang nya.."
"Iya Sayang! tenang saja.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku telat 15menit, Tapi tidak apa apa… tidak ada yang berani memarahiku, Karena aku termasuk karyawan yang sangat pintar.. Oleh sebab itu atasan ku sedikit segan padaku, tak hanya itu orang-orang juga tidak berani menegurku karena kedekatan ku dengan Andra.
aku selalu menyelesaikan tugas pekerjaanku dengan benar dan tepat waktu. itu juga salah satu pertimbangan kenapa atasanku jarang sekali mengingatkanku apalagi sampai menegurku.
aku membuka pintu dan memasuki ruangan, ternyata disana Sudah ada Andra yang menungguku, aku tahu… pasti dia akan meminta maaf lagi kepada ku, aku nggak tahu kenapa Hari ini aku benar-benar kesal sama Andra . Bahkan aku malas bertemu dengannya.
aku membiarkannya ,tanpa menyapanya,
"Jelita!" Panggil nya lalu mendekati dan meraih tangan ku. Jelas aku hempas kan saja, karena aku kesal dan sangat kecewa pada Andra.
"Dengerin penjelasan ku dulu!"
"Sudah lah Ndra! pekerjaan ku sedang banyak..aku nggak mau membahas ini.."
"No! Aku tahu kamu marah sama aku! Fine! oke aku minta maaf.."
"Nggak perlu minta maaf! Aku cukup menyadari keberadaan ku saat ini! percuma juga kan aku marah! Aku cemburu! Aku bisa Apa? toh kamu sendiri juga nggak keberatan dia kesini.."
"Jelita! dengerin penjelasan ku dulu Dong!" Lalu aku meraih pundak Jelita agar menghadap ke Arah ku. Aku memaksa nya untuk melihat mata ku. "Aku tidak tahu kalau Hilda kesini..Tiba tiba di dateng, bawa makanan..Aku memang enggak mengusir dia Jill..Aku nggak mau nanti di Rumah Harus Ribut ribut sama Mama..Gara gara aku ngusir Hilda!"
"Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri dia meluk kamu Ndra! kamu tahu nggak gimana perasaan aku! sakit tau nggak Ndra!"
__ADS_1
"Jangan ngomong gitu Jill! kalau kamu ngomong gitu. aku juga ikut sakit..Kamu tahu kan? Sebisa mungkin aku ngebahagia'in kamu.."
"Tapi aku sakit Ndra! Aku cemburu! Apa lagi kalau dia datang kesini setiap hari!" jawab Jill dengan ngotot. Aku semakin sakit melihat Jill yang seperti ini, Lalu Ku raup Wajah nya..Ku satukan pelipis ku dan pelipis nya "Jill..Aku nggak bisa melihat kamu sakit..apalagi nyakitin kamu? percaya sama aku..Aku janji! nggak akan terulang lagi..hal hal yang seperti ini..Percaya sama aku."