
"mas Andra! kamu nggak bisa memperlakukan aku seperti ini!" Labrak Hilda sambil melemparkan berkas yang berisi gugatan perceraian.
"Ada apa ini Hil??" tanya Mama yang sedang duduk disebelah Andra.
"tanyakan pada Mas Andra Ma!"
Mama merasa bingung, karena datang datang Hilda langsung mengamuk seperti itu.
"Andra jelaskan apa yang terjadi.." tanya Mama
Andra hanya menghelakan nafas tanpa berbicara sepatah katapun. Namun raut wajah nya jelas menunjukan bahwa dirinya sudah muak dengan Hilda.
"Andra jawab Mama!" tanya Mama lagi.
"Kalau Mas Andra tidak mau menjelas kan ..biar aku aja Ma!" sahut Hilda berapi api.
"Ada apa ini.." sahut Papa keluar dari kamar .
"Mas Andra Pa! bukan nya meminta maaf dan menjemput Hilda untuk pulang..tapi Mas Andra malah mengirim Pengacara untuk menggugat cerai Hilda Pa!"
"Apa!" tanya Papa tak percaya dengan kelakuan Andra, "Apa benar begitu Andra!" tandas papa Lagi.
"Iya Pa! aku rasa..sudah tidak ada yang bisa di pertahan kan lagi...Aku tidak bisa menerus kan biduk rumah tanggaku bersama Hilda lagi.."
"Andra Stop!" sela Mama.
"Mama.dan papa harus bisa menerima kenyataan ini..Andra tidak bisa maneruskan hubungan pernikahan ini!" Andra langsung bangkit dari duduk nya dan menyambar kunci mobil dan langsung pergi.
"Andra! " Panggil Papa..tapi tidak dihiraukan oleh Andra.
Mama sangat shoock dan tidak percaya dengan keputasan Andra, Mama sangat sedih dan khawatir lalu memijat mijat pelipis nya.
"Hilda nggak terima dengan semua ini Pa! kalian datang kerumah dengan baik baik meminta Hilda untuk menjadi menantu di rumah ini..tapi sekarang Apa Pa??? Mas Andra ingin membuang ku dengan cara seperti ini!"
"Tenang Hil...Papa tidak akan membiar kan Andra menceraikan mu.."
Hida sedikit melunak setelah mendegar jaminan dari Papa..
"Apa Papa yakin?? Mas Andra akan merubah keputusan nya?"
__ADS_1
"Papa berjanji..Papa dan Mama minta maaf atas kelakuan Andra padamu selama ini.." kata papa sambil memegang pundak Hilda, agar Hilda yakin dengan janji Papa.
Lalu mama ikut mendekati dan meyakin kan Hilda.
"Apa yang harus Hilda lakukan sekarang Ma..Pa..?" tanya Hilda.
"Sudah lah..jangan kamu fikir kan..ini urusan Papa..biar Papa yang mencari solusi nya.. istirah lah..".
"Nggak Pa..Hilda mau pulang ke Apartemen saja.. sambil nunggu kabar dari Papa..sekalian mau nenangin pikiran "
"Baik lah..kalau itu mau mu.. sudah malam..biar Supir saja yang mengantarmu Pulang.."
"Hilda bawa Mobil sendiri Kok Pa... Aku berharap,Papa bisa menepati Janji Papa ke Aku.."
"Pasti Hil! Kamu bersabar sedikit ya..."
Hilda mengangguk kan kepalanya, dan berpamitan untuk Pulang.Mama mengantarkan nya sampai depan pintu.
Setelah Mobil Hilda tak terlihat dari pandangan Mama segera kembali kedalam
"Pa! bagaimana jika orangtua Hilda sampai tahu?? kalau anakmu mengguggat cerai anak nya??"
"Andra memang keterlaluan! pasti gara gara perempuan yang tidak jelas asal usul nya itu!"
"Mama..jaga Emosi..kita tidak bisa menyalah kan Jelita sepenuh nya..karena anakmu sendiri juga susah kalau di nasehati..."
"Tetap saja karena perempuan Murahan itu Pa! kecolongan Pa! kita kecolongan! kenapa kita sampai baru tahu sekarang..kalau anak kita menjalain hubungan dengan perempuan Liar itu! enam tahun Pa..enam tahun! maka nya anakmu susah untuk dipisah kan..."
"Sudah! sudah! jangan merembet kemana mana Ma! ini salah kita! karena telalu percaya dan menuruti semua keinginan Andra! semua sudah terjadi..yang bisa kita lakukan saat ini adalah Bagaimana cara nya agar Andra tidak menceraikan Hilda!" Kata Papa.
Crown.
Pevita menikmati dentuman musik DJ dibawah gemerlap nya lampu berwarna warni yang sangat indah ..dengan sesekali menganngguk anggukan kepala nya.
Sedangkan Jelita,terus menikmati Minuman Gelas demi gelas.
"Kita nikmati malem ini Jill..udah Lo jangan sedih lagi..Mungkin Andra bukan jodoh lo.." ucap Pevita sambil menegak minuman.
Jill hanya tersenyum dengan terus menegak minuman nya, bahkan mengangkat kepala nya dari meja pun sudah tidak bisa.Walau bagaimana pun Andra adalah Lelaki yang pernah hidup bersama nya dan, maklumsaja jika Jill susah untuk moveon.
__ADS_1
Tak lama kemudian..Pevita sangat kaget karena melihat kedatangan Andra yang menghampiri mereka.
"Andra..kok Lu tau kita disini?"
"Kemana pun Jill pergi Gue tahu Vit.." balas Andra sambil menyalakan Rokok dan menghisap nya,lalu menggeser tempat duduk Pevita, agar ia bisa duduk disebalah Jill. Kemudian Andra mencium rambut Jill yang sudah teler..
"Jangan sentuh Gue!" racau Jill ,sayup sayup merasakan kehadiran Andra.
"Tenang sayang..." balas Andra sambil membelai Pipi Jekita,namun dihemlas kan nya..
"Ndra..kasihan tuh si Jill! terima aja deh kenyataan yang Ada.." ucap Pevita berbicara tepat di dekat Andra maklum Music Dj sangat kencang..kalau nggak di dekat telinga ,nggak bakal kedengeran.
"Hahahah Jelita Milik Gue Vit! Gue udah engguggat cerai Hilda hari ini! balas Andra sambil meneguk minuma.
"Apa!" Pevita tak percaya.
Andra langung memberikan uang kurang lebih nya 5juta pada Pevita.
"Udah! jangan cerewet Lu! Nih uang.. bayar minuman Lu berdua! Jill biar pulang sama Gue!".
"Jangan Ndra! Gila Lu..buka. nya Lu berdua udah putus...."
"Jangan cerewet Lu!"
Tanpa berkata panjang lebar Andra segera memapah Jill yang sudah mabuk berat dan hampir tak sadar kan diri.
Pevita tidak bis amencegah keinginan Andra.
Andra terus membelai wajah Ayu milik Jill saat menyetir.
Kini Mereka sudah sampai di Apartement yang selama ini mereka tinggali, kerinduan Andra sangat dalam..karena semenjak peristiwa itu terjadi, Andra sulot sekali mendekati Jill.
Direbahkan tubuh Jelita diatas ranjang , Andra terus memandangi dan membelai wajah Jelita..sesekali menciumi nya.
Dengan perlahan Andra mulai membuka Baju Jelita dan menikmati setiap inci lekuk tubuh nya, Erangan demi Erangan keluar dari mulut Andra ,sampai ia merasakan pencapaian nikmat, dengan keringat yang bercucuran.
terobati sudah kerinduan Andra setelah beberapa hari ini sulit menemui Jelita.
__ADS_1