
" Han! kamu masih punya kesempatan untuk membatalkan pernikahan ini…"
" Kenapa kamu berbicara seperti itu Jil? Apa karena Andra ??"
" aku memang bertemu Andra hari ini… tapi bukan itu bukan karena dia! aku nggak mau nantinya kamu akan menyesal…"
" Jelita aku sudah memikirkan ini semua… dan aku yakin dengan semua keputusan yang telah aku buat".
Jelita merasakan keraguan di hatinya.. merasakan nervous karena hari ini Arhan akan memperkenalkan jelita kepada keluarganya.
Tante Maya kemudian membuka pintu rumahnya ia menyambut kedatangan Jill dan Arhan dengan senyum yang manis dan sangat ramah
" ini pasti Jelita ya…" Sapa Tante Maya kemudian langsung merangkul Jelita dan mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah
" ayo ayo langsung duduk saja.. anggap rumah ini rumah kamu sendiri ya Jelita?? jangan sungkan inilah gubuk kami…"
"Terimakasih Tante..."
" arhan sudah sering dan banyak menceritakan tentang kamu..."
Mereka asik berbincang bincang, dari keJauhan Arhan tersenyum melihat ke Akraban diantara mereka.
Jelita memang Perempuan yang Humble, Begitu pula dengan tante Maya ,begitu baik memeperlakukan Jill. Tanpa memandang cerita kelam dalam hidup Jill.
Begitupun Jill, baru kali ini ia merasakan hangat nya keluarga, Sesekali Tante Maya merangkul pundak Jelita dengan ketawa ketawa tanpa ada rasa canggung. Yang tak pernah dirasakn oleh Jill semenjak kepergian Mama nya.
Tak terasa waktu sudah menunjuk kan kira kira jam setengah sembilan.
"Kok Buru buru pulang Sih Han?? tante kan masih ingin ngobrol sAma Jelita?" rengek tante Maya.
__ADS_1
"Sudah malam tante..Jill harus segera pulang?"
"Biar menginap saja disini.."
Jill tersenyum dengan rasa yang tidak enak dan sungkan.
"Mana boleh begitu Mai...Mereka belum Saah menjadi suami istri.." sahut Om.
"Iya Tante..benar kata Om, lagian apa nanti kata tetangga..Aku nggak mau mereka berfikiran yang tidak tidak tentang Jill.." lanjut Arhan,mengajak Jill untuk pulang.
Hati Jill seketika meleleh,ia merasa dihormati dan di lindungi Martabat nya oleh Arhan yang gak pernah di lakukan oleh Andra.
Fikiran nya mulai bercabang,keraguan nya pada Arhan berangsur angsur menghilang,apalagi ia diperlakukan dengan baik oleh Keluarga Arhan.
Disepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, hanya ada kecangguan yang menyelimuti mereka. Arhan tidak lah setajir Andra,
Hingga mereka dibuyar kan oleh suara Hape milik Jill.
"Biarin aja!"
"Siapa??"
"Andra!"
"Angkat lah..siapa tahu ada urusan penting,mungkin urusan Kantor??"
Kemudian Jill mengangkat panggilan dari Andra dengan berat hati. Setelah beberapa saat Jill menutup panggilan telpon nya.
"Kenapa??" tanya Arhan lagi setelah Jill menutup ponsel nya.
__ADS_1
"Ngajak ketemu??"
"Lalu.."
"Aku bilang besok dikantor.."
"Ada urusan kantor??"
"Nggak..nggak tahu katanya mau ngomong sesuatu..."
"Terus kamu mau??"
"Iya.. Aku nggak akan ngapa ngapain, tenang aja!"
"Aku percaya sama kamj Jill..aku berharap kamu menghargai niat baik ku ini. "
"Iya Han..aku tahu! aku akan berusaha.. "
Keadaan di dalam mobil kembali hening.
Andra.
Andra mengumpat habis habisan karena ia tidak berhasil bertemu dengan Jill malam ini. Ditambah lagi ia tidak berhasil mencerai kan Hilda. Karena semua fasilitas yang selama ini ia miliki dibekukan oleh Papa nya dan mengancam akan memblokir Jelita agar tidak dapat pekerjaan di Perusahaan manapun
"Kenapa Mas?" tanya Hilda
"Diam! ini semua gara gara kamu! kenapa sih kamu nggak mau kita berpisah!"
"Mas..aku ingin menyelamat kan Rumah tangga ini.."
__ADS_1
" Kamu kan tahu, Aku tidak pernah mencintai kamu! Aku hanya mencintai Jelita!"
"Aku tahu! makanya aku tidak mau bercerai dari kamu Mas! kamu sadar nggak sih..kalau Jelita itu kakak tiriku!"