
Arhan dan jelita sama merasakan gelora cinta yang tumbuh diantara mereka, Beda nya Jelita bisa menutupi dengan Sifat nya yang gengsi..sedangkan Arhan jujur namun tenang.
Hari hari mereka lalui dengan bahagia layak nya pengantin baru,tapi Jelita masih malu untuj mengakui nya.
"Jill..." panggil Arhan dengan mata nya yang masih mengantuk Lalu menggeser kursi dan meletak kan panttat nya disana.
Jelita masih sibuk berkutat dengan bumbu dapur. "Apa?? tunggu bentar..lauk nya belum matang..!"
"Kesini! bentar aja!"
"Kayak bayik aja sih!"
"Cepetan sini!" dengan menguap.
Lalu jelita mendekati nya..
"Apa?? Ini hari minggu! jadi tenang.. Lo nggak bakalan telat!"
"Gue tahu!" Lalu Arhan memeluk pinggang seksi milik Jelita,dan meletak kan kepala nya di atas dada. "Gue kangen sama Lo! udah 2 hari nggak ketemu! Lo sibuk terus.. nggak ada waktu buat Gue!"
"Nggak usah manja! Lo kan tahu..akhir akhir ini Gue banyak ninjau dilapangan.." kata Jelita sambil mengelus pucuk kepala Arhan.
"Lo mau Jalan nggak hari ini?" Ajak Arhan mendongak lalu meletak kan kembali di dada Jelita untuk bermanja Ria.
"Nggak! capek Gue! lagian ntar malam Mama ku ngundang kita makan malam???"
"Lo jadi dateng..syukur lah.. berarti otak Lo masih waras"
"Sebener nya Gue males! cuma Papa yang maksa!"
__ADS_1
"Nggak apa apa..dateng aja! Mama juga orang tua Lo? bener apa kata Papa??"
"Iya! nggak usah cerewet!"
Jill kembali berkutat dengan masakan nya,dasr Arhan memang suka menggoda.
"Arhan!!" pekik Jelita kaget dan kegelian, karean diam diam Arhan mencium tengkuk nya. "Dasar Lo cabul!" umpat Jelita. Sedangkan Arhan justru mengulur kan lidah nya sambil tertawa terbahak bahak dan berlari.
Hari ini mereka memikih untuk menghabiskan waktu bersmaa di rumah setelah 6 hari sibuk dengan segudang rutinitas pekerjaan mereka masing masing.
Jelita asik menonton Tv, sedangkan Arhan sibuk mencuci mobil di halaman rumah.
"Kaaakkk Arhan..." teriak Nurida datang bersama Yasmin
"Nurida???? Yasmin!" sapa Arhan segera membersih kan tangan nya.
Yasmin tersenyum ramah pada nya. "Kakak ngapain?? jam segini masih nyuci mobil??" kata Nurida.
"Jill! Nurida datang.." Beritahu Arhan pada Jill yang asik nonton tv. Seketika menoleh dengan raut wajah yang berbeda,apalagi ada Yasmin Juga.
"Silah kan masuk..." sapa Jill tersenyum ramah,padahal bertolak belakang dengan hati nya.
Nurida seolah tak menganggap Jelita ada, hanya Yasmin yang membalas senyum rmah nya.
"Oh iya Kak! Bunda nanyain Lo?? sekarang Kak Arhan jarang mampir ke rumah!" Kata Nurida saat duduk.
"Kakak sibuk Nur..pulang malam terus.. ??"
"Oh... Kakak ada acara nggak??"
__ADS_1
Yasmin hanya diam dan sesekali tersenyum
"Kemana????"
Lalu Jelita datang membawa nampan berisi minuman dan cemilan.
"Kak Yasmin ngajak kita makan ditempat yang dulu sering kita kunjungi??"
Jill mengangkat Alis nya lebih tinggi, dasar manusia nggak ada otak udah tahu Arhan punya istri.masih aja ngajak jalan sama orang lain.
"Nggak gitu Ar?? tadi nya aku ngajak Nurida..cuma Nurida yang kekeh minta agar kamu diajak juga. ." jelas Yasmin merasa tidak enak pada Jill.
"Kan mumpung Kak Yasmin di sini?? kita Nostalgia'an lah.. Kak Arhan Bisa Kan???" sela Nurida.
Arhan langsung menatap Jill dengan rasa sungkan, "Boleh.. tapi Jelita juga harus ikut?? Gimana??"
Sontak membuat Jelita ambigu, menaikan pundak dan mencebikan bibir nya.
"Ah! kita kan mau reuni??? Nggak apa apa kan Kak Jelita??" pinta Nurida.
"Nggak apa apa..kalian pergi saja??" Jelita memberi izin.
"Nurida..." Peringat Yasmin.
"Kenapa?? kak Jelita udah ngijinin kok! jadi nggak masalah Kak??" Nurida ngotot
"Iya..pergi aja! nggak apa apa.." Jelita tersenyum ramah.
"Jill..masak aku pergi sendiri???" sela Arhan tak percaya.
__ADS_1
"Nggak apa apa! Serius... nikmati aja Reunian nya..".