Karena Jelita

Karena Jelita
puncak


__ADS_3

aku sampai Jakarta kira-kira jam 11 siang, Sebelum pulang ke rumah, aku mengantarkan Jelita lebih dulu ke apartemennya.


Setelah kubuka pintu rumah ternyata di sana sudah ada papa dan mama yang duduk di sofa sepertinya menungguku pulang, lalu ku hampiri mereka.


"Pa..kapan sampai Jakarta??" sapa ku pada Papa. tanpa berbasa-basi mama mendekatiku lalu,


"PLAK!! Andra! keterlulan kamu!" Mama menamparku dengan Emosi yang berapi api.


"Apa'an sih Ma! pulang pulang bukan nya di sapa malah di tampar!"


"Masih bisa ya kamu! bersandiwara! kamu pikir Mama nggak tahu kamu dari Mana! Andra! Andra! Mama nggak habis fikir! kamu bisa segila ini!"


"Sudah Ma..." sela Papa mencoba menenang kan Mama.


"Nggak bisa Pa! anak kurang ajar ini harus diberi pelajaran!" ucap Mama sambil menunjuk nunjuk wajah Andra.


"Ma..cukup, jaga emosional kamu..Kita bisa membicarakan ini dengan baik-baik..."


"Andra! Papa kecewa dengan kamu... apa sebenarnya yang ada di pikiran kamu Andra. kamu sebagai laki-laki harus Gentle! bahwa kamu sekarang sudah punya istri dan kamu harus bertanggung jawab nak.."


aku hanya diam karena Percuma saja Aku membantah Papa saat ini.


" kamu harus bisa menerima kenyataan..bahwa kalau sekarang kamu ini sudah menikah!l tegas Papa. "hargailah istrimu.. kalau kamu seperti ini justru kamu menyakiti kedua-duanya Andra, kamu harus menerima kenyataan kalau kamu memang tidak jodoh dengan jelita"Imbuh Papa.

__ADS_1


"Papa dan Mama yang membuat ku tidak berjodoh dengan Jelita! Papa juga yang memaksaku untuk menikahi HilDa..kewajiban ku sebagai anak sudah ku tunaikan Pa! untuk masalah perasaan..Papa tidak bisa mengatur perasaan Andra!"


"Lihat anak mu itu Pa! Papa dengar sendiri kan?? betapa Bodoh nya dia! Masih terus saja membela peremuan laknat itu!" sela Mama.


"Cukup Ma!" bantah ku.


"Andra! Papa tidak sedang memarahimu..Papa hanya mengingat kan mu, apapun keadaan nya kamu tidak bisa bersama dengan Jelita..Lihat perbedaan di antara kita Nak.. jelas itu kenyataan nya."


"Kalau tahu begini! Mama tidak akan mengijinkan mu kuliah disini Andra ..Andra! Bukan nya kebahagian dan kebanggan yang Mama dapat kan. Justru Mala Petaka! Apa kamu tidak kasihan dengan istrimu? Ya Tuhan! harus bagaimana lagi Mama mengingat kan mu Andra!" Omel Mama tidak mau kalah.


" harga istrimu ndra..kasihani lah dia..Papa yang membawa nya kesini..Tapi Papa juga yang justru menyakiti nya.. Perbuatan ini sungguh tidak pernah benar Ndra..Buka Hatimu?Minta Maaf dan kembali lah pada istri mu.. Mulai lagi dari awal dan lupakan Jelita..Kamu harus bisa menerima keadaa Ndra..Jadi lah Lelaki yang bertanggung jawab?"


"Jika aku harus meninggal kan Jelita, Bagaimana dengan Jelita Pa! apa ini yang dinamakan Tanggung jawab! Pa..apapun yang keluarga ini Mau..Andra selalu mencoba untuk menuruti nya..Tapi apa Papa pernah memikir kan Perasaan Andra!"


" Maaf Pah untuk perasaan Andra tetep tidak bisa mengorbankan nya! Andra sudah lelah! Hanya Jelita yang bisa mengerti Andra!" aku langsung meninggalkan Papa ,karena Percuma saja mendebat Papa ,tidak akan ada habisnya… aku Segera menaiki anak tangga untuk memasuki kamarku.


di sana sudah ada Hilda Yang sepertinya juga sudah menungguku, ada perasaan bersalah yang terselip di hatiku. mungkin saat ini adalah saat yang tepat untuk menjelaskan semua yang sebenarnya kepada Hilda.


"Hilda..." Aku melihat mata nya yang sembab.


"Ini yang kamu bilang dinas keluar kota Hah!" jawab Hilda,kini tidak ku lihat lagi sosok yang lembut dalam diri nya.


"Dengarkan penjelasan ku Hil.."

__ADS_1


" tidak! aku tidak mau! Seharusnya kamu yang mendengarkan aku… tega kamu! kamu yang memperlakukan aku seperti ini! aku ini terlahir dari keluarga yang terhormat! tapi disini justru kamu memperlakukanku seperti perempuan yang tidak ada harganya!"


"Oke! aku salah! mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk kamu mengetahui semuanya.. aku juga lelah jika harus bermain kucing-kucingan terus dengan mu Hil..Aku juga tidak bisa selama nya untuk menutupi ini semua.."


" aku sudah tahu semuanya apa ini mas!" Hilda melempariku dengan beberpa kertas. "Bisa kamu Ya! pergi di acara terpenting bagi Papa! kamu tau nggak aku nungguin kamu! aku harus berbohong kepada semua orang! agar kamu tidak berimage jelek di mata orang orang! tapi Apa?! ini kelakuan dan balasan nya ke aku!"


"Aku memang salah Hilda..Maaf kan aku? Tapi aku tidak bisa terus terusan membohongi diriku sendiri!"


" apa istimewanya perempuan murahan itu mas Andra! sampai kamu bela-belain mebelikan dia mobil! Yang kamu bilang katanya kamu belikan untuk Klien! tapi ternyata untuk dia juga! dan sekarang kamu juga memberikan Dia Rumah seharga 3 Miliar! Kamu sadar nggak sih Mas! kamu itu sudah nyakitin aku banget!"


"Jangan sebut Jelita dengan sebutan seperti itu..Kamu tidak tahu sebenar nya siapa Jelita"


"Aku tahu! dia perempuan Murahan yang tidak tahu diri! datang dari keluarga yang tidak jelas! kalau dia perempuan baik-baik pastinya dia tidak akan meneruskan hubungan dengan kekasih nya! karena kekasih nya sudah menikah! "


"Cukup Hilda!"


"Memang itu kenyataan nya Mas Andra! Demi uang dia rela melakukan apapun! Mau hidup satu atap tanpa ikatan! Bahkan di tiduri oleh laki laki yang sudah menikah! Mungkin juga ada lelaki lain yang sudah meniduri nya!"


"Diam! kamu tidak tahu apa-apa tentang jelita! Kamu pikir kamu lebih baik dari Jelita Hilda? Jangan karena aku diam..aku tidak tahu semua nya Hilda!. Aku diam karena aku menyadari bagaimana diriku! Semurah murah nya Jelita dimata kamu..Aku adalah orang pertama yang merasakan KeVirginan Jelita! Sedang kan Kamu?? Aku hanya mendapat sisa dari orang lain!"


Hilda seketika diam Membisu,Hanya sorot mata nya saja yang tajam.


"Dan satu lagi Hilda! Kalau bukan karena obat perangsang yang ada di lacimu itu! aku tidak akan pernah meniduri mu...Dan satu lagi! Jelita tidak pernah menggunakan cara cara yang menjijikan untuk mendapat kan Hatiku? sampai disini kamu mengeri kan?? Jangan pernah menggap dirimu lebih baik dengan Jelita! Sebenar nya yang tersakiti disini adalah Jelita! bukan kamu! Tutup mulut mu rapat rapat..agar kamu tidak menghina Jelita lagi..Karena aku lebih tahu tentang dia..6tahun aku sudah hidup bersama dengan dia!" Bela ku mati matian.

__ADS_1


__ADS_2