Karena Jelita

Karena Jelita
Hujan


__ADS_3

Semakin hari, aku semakin tertarik dengan Jelita.Aku terpesona dan sangat kagum melihat Jill dalam mempresentasi kan masalah keuangan . Pantas saja banyak investor yang tertarik untuk bekerja sama.


Jill memang luar biasa, dirinya bisa mengemas secara details tanpa bertele tele. Selain Smart, Jill memang benar benar cantik.


,


"Arhan..hallo...kamu paham kann?""


Aku masih terdiam, melamun terbawa suasana..terus saja memandangi wajah cantik Jelita.


"Arhan!"


"Eh..iya! iya! gimana Bu Jelita??"


"Apa dari tadi kamu tidak mendengarkan penjelasan saya..?"


"Dengar! Dengar kok Bu!?"


"Jadi sudah paham dan mengerti kan?"


"iya bu sudah..."


"Jelita!" Panggil Pak Andra memasuki Ruangan Jelita.


"Pak Andra?"


"Aku tunggu di Parkiran..."


"Oke! ini sudah selesai.."jawab Jelita


lalu Pak Andra meninggalkan ruangan.


"Pulang bareng sama Pak Andra?" tanya ku.


Jelita tersenyum dan mengangguk. kami segera berkemas untuk pulang .


Parkiran.


"Mas Andra!" panggil Hilda.


"Hilda!"


"Kenapa gitu?? kaget ya? aku memang sengaja ningguin kamu disini, tadi Papa mau ngajakin kita makan malam..."


"Ngapain kamu disini?"


"Aku sengaja nungguin kamu disini.. Kan udah aku bilang..Akimau jemput kamu Mas??" ucap Hilda langsung memeluk Andra.


"Andra!" seru Jill, ia tidak tahu jika Hilda juga ada disini.

__ADS_1


Seketika wajah Andra menjadi semakin panik.


"Bu Jelita". Aku tidak mau Jika Hilda sampai tahu antara hubungan ku dengan Jill. Karena menurut ku saat ini bukan waktu yang tepat.Aku tidak ingin ia mengecap dan berfikir buruk tentang Jelita


Aku tidak mau memperburuk suasana


"Hilda masuk dulu ke mobil.."suruh ku.


"Kenapa Mas?"


" masuk saja dan tunggu di dalam mobil! nanti aku ikut pulang sama kamu."


Jill menatap ku dengan penuh kecewa, Lalu aku mendekati nya.


"Jill!" kuraih tangan nya.


"Apa!" jill menghempaskan tangan ku.


"Aku nggak tahu kalau Hilda disini..." jelas ku.


"Jadi kamu nggak jadi pulang ke Apartemen.."


"Sorry Jill? kamu harus tahu posisi nya sekarang ya?.."


"Aku lagi kan yang harus ngalah?"


"DYAAARRRR!" suara Petir datang menggema,langit sudah mulai mendung gulita.


"DYAAAAAR!!" petir kembali menyambar, Aku melihat Jill kembali kaget.


"Ndra..kamu tega, ngebiarin aku pulang sendiri..bentar lagi hujan Lho?? coba kamu lihat.. gimana gelap nya langit.."


" Jelita mau gimana lagi?? aku enggak bisa pulang bareng sama kamu.. Aku harus pergi sama Hilda nanti dia curiga Jill? please ngertiin aku ya Kali ini aja.. sumpah Jill! aku nggak tahu..tiba tiba Hilda sudah ada disini.."


Sebenarnya aku tidak tega meninggalkan dan membiar kan Jelita pulang sendirian, apalagi rintik hujan sudah mulai turun.


" Mas ayo! sebentar lagi hujan nih!" lagi lagi Hilda turun dari mobil dan menyusulku, mau tidak mau aku harus segera pergi dan mengikuti Hilda.


hujan turun dengan derasnya, mendung begitu gelap diiringi dengan kilatan-kilatan petir. aku melihat Jill kehujanan. aku melihat semua yang terjadi pada Jill, lalu aku mendekatinya


"Ayo pulang? Ngapain hujan hujanan begini!" sambil ku payungi Jill dengan jas hujan yang ku ambil dari jok motor ku.


aku melihat Jill tersenyum tapi aku juga melihat ada tangisan di matanya yang bercampur dengan air hujan.


"Nanti kamu sakit..cepetan masuk Mobil!" Bajuku juga sudah mulai basah, bukan nya masuk ke dalam mobil, Justru Jill memeluk sambil menangis.


Aku tak percaya jika Jill akan memelukku. dengan ragu-ragu aku membalas pelukan Jill ,mencoba untuk menenangkannya di bawah guyuran air hujan.


Jill menangis sesunggukan di pundak ku, aku tahu mungkin saat ini Jill benar-benar kecewa pada Pak Andra namun apa yang bisa kuperbuat.

__ADS_1


Aku hanya bisa mengelus pundaknya agar Jill bisa lebih tenang. "Jill? masuk ke dalam mobil Ya..kamu pulang, ganti baju terus istirahat.."


Jill hanya mengangguk,lalu melepas kan peluka nya. "Makasih ya Han.." ucap nya dengan nada bergetar sambil mengusap wajah nya. Meski wajah nya basah Jill tetap nampak cantik.


Entah mengapa aku menjadi tidak tega melihat Jill yang seperti ini.


sebelum aku pulang, aku mesti memastikan Jelita terlebih dahulu bahwa ia benar-benar memasuki mobilnya.


lagi-lagi Aku harus mengalah dengan istrinya Andra. semakin kesini aku semakin gamang dengan Andra, hatiku sangat kacau. aku harus berangkat kuliah, namun selesai jam kuliah aku berencana pergi ke crown pada sama Pevita.


"Jelita?" sapa Arhan, Ikut duduk di sebelah ku saat aku duduk di bangku di depan kelas, ku lihat Arhan juga baru datang.


" Hai Arhan? baru datang ya.. biasanya kan Kamu berangkat lebih awal?"


" dingin Jill naik motornya harus pelan-pelan.."


"Maafin Gue ya Han? gara gara Gue, Lu jadi hujan hujana.."


"Nggak apa apa Jill? payah! masak gitu aja nangis hahah" ejek Arhan.


"Sial..Gue nggak sengaja kali..."


"Semangat dong untuk mendalat kan Pak Andra.."


"Apa'an sih Lu? Semangat apa'an? orang dia pergi sama istri nya..Kesel banget Gue!"


"Sampai kapan Jill? kau mau seperti ini?"


"Entah lah.."


"Jelita! kamu itu cantik,pintar, kamu bisa..."


"Mendapat kan laki laki uang single yang lebih baik dar Andra? gitu kan maksud kamu Han? Masalah nha, siapa sih Hann yang bakalan mau sama perempuan kayak Gue?"


"Maksud nya?"


"Nggak usah Naif deh Arhan..satu Gue pemabuk ,ke dua Gue hidup sama laki laki yang sekarang sudah beristri?"


"Kenapa tidak??"


"Hahah Lu tu, Bego apa pura- pura bego sih??"


"Serius Jelita..Coba dulu,Lu berubah sedikit demi sedikit..Nggak ada manusia yang nggak oernah ngelakuin kesalah Jill?


"Sayang nya Gue nggak bisa Move on dari Andra! gimana dong?"


"Yakin?? kamu nggak mau mencoba untuk berubah..menata hidup, Gue yakin..pasti akan ada lelaki yang tepat untuk kamu?"


"Hahahah udah deh ngelawak nya! ayo masuk..Tuh Pak Dosen nya..udah dateng!*

__ADS_1


__ADS_2