Karena Jelita

Karena Jelita
Gara Gara


__ADS_3

"Sayang..hati hati ya! jangan lupa, nanti pagi ada meeting! Love you Jelita..cup!" pesan ku sambil kucium kening Jelita, sebelum turun dari mobil.


"Oke sayang! Love you Andra!"


Jelita masih terlihat sempoyongan, walau begitu Jill tetap terlihat cantik.


Sesampai nya di rumah, seperti biasa aku di sambut dengan omelan Mama.


"Andra! keterlaluan kamu! Pagi buta baru pulang!"


"Ap'an sih Ma! aku capek mau tidur sebentar..nanti pagi ada meeting!"


"Andra! dari mana saja kamu 2 malam.nggak pulang! sengaja ya kamu..bikin Mama malu! istri kamu tuh.. udah nungguin! pasti kamu pergi sama perempuan rusak itu kan!"


"Gini nih! Yang bikin Andra males pulang ke Rumah! kerjaan Mama tiap hari ngomel.ngomel melulu! mau Mama ngomong apa pun tentang Jelita, Anak mu ini tetap Mencintai nya Mama..Hahahah"


" Anak kurang Ajar! pulang mabuk! setiap pulang Mabuk! kapan Waras nya Andra!" Omel Mama sambil memukul pundak ku.


"Sampai Mama ngijinin aku menikahi Jelita..jadi istri ku yang ke dua juga nggak apa apa Ma!"


"Andra! jangan ngelantur kamu! capek Mama menasehati kamu! Ya Tuhan..sebenar nya apa sih isi di kepala mu itu!" omel Mama menggebu gebu.


Aku membiar kan Mama terus mengomel,


"Cklek!" Aku membuka pintu kamar,


"Mas Andra?"


"Jangan banyak tanya Hilda..aku lelah! bangunkan aku jam setengah 7 Pagi! nanti pagi aku ada Meeting sama klien!".

__ADS_1


Aku hanya menganggukan kepala,tanpa menjawab pesan dari Mas Andra


sudah dua Hari tidak pulang ke Rumah, Pulang pulang dalam keadaan Mabuk. Perempuan mana sih yang tidak kecewa. Aku sengaja tidak menanyakan kemana dia Pergi karena percuma saja.


Setelah Mas Andra tidur, Seperti biasa nya..aku melakukan aktivitas setelah bangun tidur.


Aku membersihkan kamar dan mengambil pakaian yang kotor..Begitu juga dengan baju kotor Mas Andra


Saat aku membersihkan Baju dan celana nya, aku menemukan Kwintansi pembayaran sebesar Rp10.075.000.


dengan tertera tanggal semalam.


untuk apa uang sebanyak ini habis dalam waktu semalam saja. Aku juga tahu, Bahwa tempat yang tertera dalam kuitansi adalah tempat hiburan malam yang cukup terkenal di kota ini.


lagi lagi aku dibuat marah dengan mas Andra, aku harus menanyakan ketika ia bangun nanti.


Andra


aku segera bergegas dan bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, akhirnya aku memakai pakaian yang telah disiapkan oleh Hilda, bukan bermaksud apa apa sih..Aku hanya menghargai Hilda karena telah menyiap kan baju untuk ku..


"Hilda! dimana kunci mobil ku!" Aku berteriak memanggil Hilda yang masih berada di dalam kamar mandi, namun tidak di jawab nya.


Aku mencari kemana mana, di atas meja, di laci ternyata tidak ada. setelah beberapa saat aku sibuk mencari cari…ternyata kunci mobilku berada di dalam laci meja rias milik Hilda.


aku juga cukup kaget karena tidak hanya kunci mobilku saja yang kutemukan, tapi ada beberapa butir obat yang sangat aku ketahui Fungsi dari obat yang ada di dalam laci tersebut.


"Hilda... Kamu???" Gerutu ku dengan lirih.Aku tidak menerus kan ucapan ku, Aku hampir tidak percaya Hilda menyimpan obat ini.


"Ngapain kami di situ Mas!" tanya Hilda saat keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Tidak! Aku hanya mengambil kunci mobil ku saja..Ya sudah aku berangkat kerja dulu.."


"Mas Andra! aku mau tanya..ini kwitansi apa!" tanya hilda sambil memperlihatkan kwitansi tersebut padaku.


"Oh..semalam aku nongkrong sama teman teman.."


" Kamu kira aku nggak tahu semalam kamu ngapain Mas! kamu ngabisin uang sebanyak ini dalam waktu satu malam Mas Andra! di tempat hiburan malam.. dengan enteng nya, kamu bilang cuma Nongkrong Mas?"


"Sudah lah Hilda. jangan di lebih lebih kan..memang nya kenapa kalau aku pergi ke tempat hiburan malam.."


"Tanpa berdosa ya Mas! kamu bilang gitu ke Aku?? 10juta Mas! 10 juta! bahkan lebih ..habis gitu aja! hanya untuk nongkrong ditempat hiburan malam! kamu sadar nggak sih Mas! aku di rumah nungguin kamu! 2 malam mas! 2 malam!"


"Lalu kenapa! Aku pake uang ku sendiri! apa ada yang salah! kenapa! Yang penting uang bulanan kamu selalu aku kasih Hilda nggak kurang!"


"Salah! jelas salah! kamu menghambur hambur kan uang untuk hal hal yang tidak jelas! untuk mabuk mabukan! pesta yang jelas salah Mas Andra!".


"Lalu apa mau kamu sekarang Hilda!"


"Mau aku? Kamu berubah Mas Andra! Lihat aku! dan jalani pernikahan ini!"


"Jangan Mimpi kamu Hilda!" Lalu aku pergi meninggal kan Hilda.


"Andra! kamu ngapain teriak teriak! kasihan Hilda.. tiap hari kamu bikin makan hati terus!" omel Mama lagi ,ternyata Mama sudah menunggu ku di ujung tangga.


"Aku juga malas kalau harus berdebat dengan Mama!"


"Andra tunggu! sampai kapan kamu akan seperti ini...pulang pulang Mabuk! kalau nggak gitu Ribut sama Hilda! lama lama Mama bisa mati Andra! melihat kelakuan kamu yang seperti ini!"


"Sampai Mama mengijin kan ku menikahi Jelita!" Aku langsung pergi tanpa menghiraukan Mama lagi.

__ADS_1


"Andra! tunggu! Andra!" teriak Mama memanggil ku.


__ADS_2