Karena Jelita

Karena Jelita
Gagal


__ADS_3

"Kalian pulang jam berapa semalam??" tanya Nurida sambil mengoles selai.


"Jam 12" jawab Arhan sambil mengunyah roti.


"Mana Kak Jill?"


"Masih tidur..biar kan saja! kasihan pasti dia capek.."


"O...." nurida memasukan Roti dalam mulut nya. "Kakak serius?? suka sama Kak Jelita??"


"Nurida?? apa maksud nya?"


Baru saja mulut Arhan mengatup, Jelita nampak keluar dari kamar nya.


"Sorry! Gue bangun kesiangan.." Sapa jelita saat melewati kami dengan suara khas bangun tidur.


sekarang Jelita sudah terlihat lebih segar,


"Mana Nurida??" tanya Jelita menggeser kursi untuk duduk sarapan.


"Keluar katanya"


"Lo masih marah sama Gue?? gara gara semalem?? Gue kan nggak tahu Han??? sumpah? "


"Ya! Udah lah! nggak usah dibahas.." Arhan masih saja cuek.


Begitupun Jelita yang tidak ingin memperpanjang masalah.


Jelita sibuk membuat Adonan, Arhan terlihat lebih santai mengenakan Celana kolor ala rumahan dengan kaos oblong.


"Ngapain Lo?"


" Cieeee udah nggak ngambek lagi Nih??" ledek Jill masih terus menguleni adonan sesekali menyingkir kan rambut nya dengan bahu.

__ADS_1


" GR banget Lo!"


" Ngapain Lo kesini? emang Lo nggak Keluar. "


" Ntar Lo cemburu?? kalau Gue pergi Keluar" Goda Arhan lalu mendekati Jill dan bersender di meja dapur


"Gue???? cemburu sama Lo??? sumpah! Lo pede abis!" Jelita berusaha menyingkir kan anak rambut yang bergantungan diwajah dengan bahu nya. "Tolong iketin rambut Gue dong Han!" pinta Jelita.


Kemudian Arhan meyibak rambut Jelita dan menggulung nya dengan japit rambut.Lagi lagi Arhan merasa aneh..apalagi saat melihat tengkuk mulus Jelita.


"Bukti nya?? Lo nggak pernah bisa tidur kalau nggak ada Guee?" sambung Arhan menutupi rasa di hati nya.


"Kapan?? Ya Tuhan! Lo kepedean banget sih!"


"Ngaku aja Kali?? Lo nggak perlu malu sama Gue?"


"Arhannnn!!"" teriak Jelita saking gemas nya, Jelita meremas Pipi Arhan dengan sangat kuat padahal tangan nya penuh dengan tepung..


"Hahhhahahahahsh!" Jelita terbahak bahak melihat muka Arhan seperti badut.


"Ngaca sana!"


Arhan langsung bercermin..Setelah tahu bagaimana gambaran wajah nya.


Arhan berniat membalas Jelita, dengan bersungut sungut mengambil semua tepung lalu menuangkan ke tangan.


"Mau ngapan Lo??"


"Gue bales Lo!" Arhan langsung melumuri wajah jelita sambil terbahak bahak "Rasain Lo!" Arhan terus mencubit pipi Jelita.


"Arhaaaann" teriak Jelita menciba melepas kan diri, Mereka saling mengejar siapa yang tertangkap, dia lah yang akan di lumuri tepung.


Wajah mereka berdua sudah amburadul gara gara tepung. Bahkan seluruh tubuh mereka penuh tepung.

__ADS_1


"Arhan sini! Awas Lo ya!" Jerit Jelita sambil mengejar Arhan.


Dapur berantakan seperti perang dunia kedua..Saat serius mengejar Arhan, Jill terpeleset karena tepung yang jatuh kelantai.


Tubuh nya tepental, terjerembab menubruk Arhan, membuat pertahanan Arhan Ambruk seketika. "Arhan-" Jelita tidak menerus kan kalimat nya..Sorot Mata nya tepat mengunci mata Arhan saat menindih tubuh Arhan.


Aksi saling pandang di antara mereka tak dapat dihindari lagi.


Sebenar nya hati mereka berdua sama sama bergemuruh namun mereka memilih untuk menutupi dan mengabaikan perasaan itu.


"Berat!" pekik Arhan


"Aduh! semua gara gara Lo nih!" Jelita segera bangun memberaih kan tubuh nya..Lalu berlalri kecil menghampiri Adonan yang tinggal kan nya tadi.


Arhan masih duduj dilantai menetralisir Hati nya agar tidak salah tingkah saat menghadapi Jelita.


"Kan! Gara gara Lo nih! Bakpao gue jadi Gagal!" Gerutu Jelita.


"Bilang aja Lo nggak bisa!"Ledek Arhan.


"Enak aja Lo!"


arhan berangsur dan berdiri mendekati cerita lagi.


"Mau apa Lo!" tanya Jelita dengan mengernyit kan dahi..


"Udah deh dari pada Lo bikin Bakpao yang gak jelas itu! mending kita nonton Gimana??"


"Emang Lo pikir Gue Anak ABG apa! ngajakin nonton segala!" tolak Jelita merapikan alat alat memasak nya.


"Serius! sambil jalan jalan makan di Luar.."


"Ya udah? tapi bantuin Gue beres beres dulu Ya?"

__ADS_1


"Dasar Lo!!"


__ADS_2