
"Jill.. ajak suami mu makan..atau kalau tidak, ambil kan makan dan bawa kan untuk nya.."
"Nanti kalau Lapar kan makan sendiri Pa?"
"Jelita.. Tidak boleh begitu! kalaian sekarang sudah suami istri..harus saling mengisi. Papa Lihat dari tadi pagi sampai acara selesai Arhan belum makan..Tuh! dia duduk di depan rumah".
"Iya! iya! Jill ambil kan!"
Arhan duduk di teras menikmati gemerlap nya bintang di langit terang. Jill datang ngean membawa nampan berisi makanan dan Minuman daru menu acara mereka tadi siang.
"Makan Dulu..Pasti Lo lapar!" Kemudian Jill meletakan nampan nya di sebelah Arhan.
"Wuih.. Istri perhatian..."
"jangan GR Lo! Gue nggak mau Lo kelaparan di Rumah Gue.."
Arhan hanya tersenyum,kemudan mengambil makanan dan memakan nya.
"Nggak capek apa Lo Han??"
"Capek sih..Oh ya Jill? Gimana setelah ini kita pindah ke Rumah Gue?" tanya Arhan sambil makan.
"Maksud Lo?"
"Gue tadi udah ngomong sama bokap Lo.. Kalu Gue berencana ngajak Lo pindah ke Rumah Gue..Sekarang kan Lo istri Gue.. Hidup mandiri aja.."
"Terus Papa gimana?"
"Beliau setuju..Gue cuma mau kita lebih mandiri aja..Lagian Lo nggak mau kan kalau sampi bokap Lo tahu perihal pernikahan ini??"
"Iya..Gue ngerti..maksud Lo kita tingga sama Tante Maya??"
"Bukan! Gue punya Rumah tinggalan Almarhun Bokap Nyokap Gue..enggak mewah Sih? cuma nyaman aja.."
"Gue sih setuju..tapi Kalau Lo mau..kita bisa tinggal di Rumah Gue??"
__ADS_1
"Maksud Lo??"
"Gue punya Rumah di Kawasan Indah Permai..kita bisa tinggal disana kalau Lo mau??"
"Itu kan kawasan Ellite Jill? jangan Lo bilang rumah itu dari Andra.." seketika Mood Arhan menjadi hilang lalu meletakan piring nya.
"Iya sih..itu kan sekedar saran aja Han??"
"Nggak! Lo kan istri Gue??sepenuh nya Lo itu tanggung jawab Gue..kita tinggal di rumah Gue aja!"
"Sorry..Gue nggak bermaksud gimana gimana Han?"
"Nggak Masalah.."
"Han? Gimana kejelasan pernikahan kita ini??"
"Kita jalani dan kita coba.. Gue berharap kalau Gue hanya akan nikah sekali seumur hidu Gue.."
"Ya udah..Gue masuk dulu Han.." dengan perasaan yang gamang.
Jill sangat kaget ,ketika Tiba tiba Arhan datang dan langsung ndlosor di sebelah nya.Kaget dan Nervous dong.
"Arhan!" Jill langsung bangun dan mendorong tubuh Arhan
"Aduh! Lo parah banget sih Jill! Gue kan mau tidur!"
"Ya nggak disini kali! Ranjang Gue sempit, nggak cukup buat berdua.."
"Terus Gue tidur dimana??"
"Di depan Kek! atau di lantai pakai tikar.."
"Ya udah Lo aja yang tidur di lantai..Gue sih ogah! disini Gue tamu..Lagian kalau Gue tidur di depan Tv,Lo mau..Bokap Lu tahu tentang kita??"
"Astaga! Nyebelin banget sih Lu han! kalau tahu gini..Gue nggak bakal mau nikah sama Lo!"
__ADS_1
"Terserah apa kata Lo..Gue capek mau tidur"
Dengan terpaksa Jill harus tidir di sebelah Arhan. Saat Jill sudah terlelap Arhan membuka mata nya dan mengamati wajah Jill dengan tersenyum.
Keesok pagi nya.
"Arhan!!" teriak Jill karena Arhan tiba tiba nuelonong masuk ke kamar mandi, padahal saat ini Jill masih telanjang bulat,dengan cepat cepat Jill menyilang tangan nya untuk menutup buah dada dan ******** nya.
"Sorry Jill! Gue buru buru..Lo sih nggak ngebangunin Gue!"
Jill segera menyambar Handuk untuk menutupi tubuh nya. Dengan percaya diri nya Arhan langsung membuka baju nya.
"Dasar nggak tahu Malu Lo!" maki Jill
"Buru buru Gue Jill..lagian kalai lo malu..ngapain Lo masih disini?? jangan jangan Lo mau ngeliat Gue telanjang bulat kan??"
"Sial!" pekik Jill langsung keluar dari kamar mandi. Sebenar nya Arhan pun sangat deg degan saat melihat Jill telanjang bulat, sebagai Lelaki normal ,naluri kelelakian nya terbangun.
Tidak bisa di pungkiri, rambut basah Arhan menambah kegantengan Arhan,
"Mau kenama Lo?? bukan nya kita masih dalam keadaan Cuti.. bilang aja Lo nyari kesempatan kan??"
" Gue mau jemput Nurida?? Semalem mau cerita Lupa?"
"Siapa?? pacar Lo??"
"Kenapa Lo cemburu!?? Nurida itu anak tante Maya.."
Jelita melempar muka Arhan dengan bantal
"Drrrt Drrt Drtt"
Mata Jill mendelik sambil mendengus setelah mengetahui siap yang menelfon nya.
"Siapa?? kenapa nggak di angkat.."
__ADS_1
"Andra.." kemudian Jill mengangkat telfon Andra.