Karena Jelita

Karena Jelita
Duri


__ADS_3

Jelita mencoba legowo meski hati nya kesal dengan adik sepupu nya itu.


"Jill? Lo serius..Gue nggak akan pergi kalau nggak ada Lo! atau Lo nggak ngijinin Gue.."


"pergi aja.. Gue ngijinin Lo pergi sama SAHABAT KECIL LO itu!" ucap Jelita penuh penekanan, Sehingga Membuat Arhan tidak nyaman mendengar nya.


"Lo Seriusss?"


"Duarius!" jawab Jelita ketus,langsung pergi meninggal kan Arhan sendirian


"Oke! Gue pergi sama Yasmin Ya Jill!" teriak Arhan dari arah Ruang tamu.


"Bodo Amat!" balas Jelita dari dalam bilik kamar.


Arhan tersenyum renyah melihat istri nya seperti itu, Seperti nya Arhan sengaja ingin membuat Jelita Jeleous.


"Dasar! kakak adik ga ada otak nya semua!" gerutu Jill. " Harus nya Lo nggak pergi! nggak usah sok ijin segala!" tambah nya lgi.


Jelita sendiri heran kenapa dirinya bisa sekesal ini.


Jill mencengkeram setir mobil nya dengan kuat , sesekali melihat jam ditangan. Hatinya benar benar kesal, bisa bisa nya jam segini Arhan belum pulang, padahal mereka ada janji untuk makan malam bersama Mama Lidya. Akhir nya Jill pergi sendiri.


Seperti biasa, Tidak mungkin Jill menyetir dengan kecepatan sedang atau santai, jika Hati nya sedang tidak baik.


*Arhan*


Arhan sangat senang bisa berkumpul dan bernostalgia bersama Yasmin sahabat kecil nya dulu , Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7malam. Ia teringat ada janji makan malam bersama Jelita.

__ADS_1


Sebenar nya dari jam 4sore tadi Arhan sudah mengajak mereka Pulang. Seperti biasa, Nurida mengulur ulur waktu agar mereka bisa lebih lama sehingga macet di jalan


Arhan terlihat tidak tenang saat menyetir, Karena Jelita pasti akan kecewa pada nya.


*tadi pas makan sebelum pulang*


"Aku pergi ke toilet dulu ya?" pamit Arhan, Hape nya tertinggal di meja.


Entah apa yang di fikirkan Nurida, Entah iseng atau sengaja. Nurida mengganti Status Wa Arhan dengan foto mereka, dan Saat Arhan ngobrol bersama Yasmin.


"Coba kalau Kak Yasmin yang jadi istri Kak Arhan!" omel Nurida..


"Hahaha kamu ngelnatur ya Nur.. mana mungkin?"


"Bisa aja! Kalau kak Yasmin terus mendekati Kak Arhan??"


"Kamu ini ada ada aja! Kakak nggak mau jadi Duri dalam rumah tangga orang lain.."


"Maksud nya??" Tanya Yasmin menyelidik.


"Kak Arhan itu sama sekali tidak mencintai Kak Jelita! bahkan Bunda sebenar nya tidak merestui mereka Kak??? Hanya saja Kak Arhan Kasihan sama Jelita!" jelas Nurida serius.


"Apa???" Yasmin hampir tidak percaya..seketika hatinya kembali berdebar tak seperti biasanya.


"Ya Jelas lah Bunda nggak setuju! Jelita itu perempuan nakal! Hidup nya berantakan..Suka mabuk! bahkan pernah jadi simpanan orang kaya!"


"Apa!!" Lagi lagi Yasmin tidak percaya

__ADS_1


"Jujur aja ya Kak..Aku itu benci banget sama Jelita! Nggak pantes jadi Istri kak Arhan! Kak Arhan itu Laki laki yang baik..Kenapa harus punya istri macam Jelita!"


"Nur..jadi Arhan????"


"iya! Kak Arhan sama sekali tidak mencintai Jelita! Jadi tolong ya Kak???" pinta Nurida


Yasmin diam membisu,jujur saja sebenar nya perasaan nya pada Arhan tidak pernah berubah. Hanya saja waktu itu Yasmin ingin fokus dengan Study nya menjadi Dokter.


"Jujur aja Kak! Kak Yasmin masih cinta kan sama Kak Arhan??" tanya Nurida sambil menggenggam tangan Yasmin dengan penih permohonan.


"Entah lah Nur..."


"Tolong Kak..Kak Arhan hanya pantas bersanding dengan Kak Yasmin..bukan perempuan itu! Kakak nggak perlu merasa bersalah.. Karena Kak Arhan menikah hanya kasihan pada nya.."


"Tapi Nur???"


"Kak! Kak Yasmin jangan membohongi hati Kakak sendiri.."


"Serius banget????" Sela Arhan kemudian duduk di sebelah Nurida."Ngomongin apa kalian???"


Yasmin hanya tersenyum.


Hati Jelita semakin kesal saat membuka Pemberitahuan Pesan Whattsaap di Ponsel nya


"Keterlaluan!" umpat nya berapi api..bahkan mata nya berkaca kaca.


Perasaan Gamang menyelimuti hati nya , Entah perasaan apa ini

__ADS_1


Disisi lain Masih Terlintas Andra dalam benak nya, disisi lain diri nya tidak mau Egois.. Dia saja masih memikirkan Andra, Tidak adil rasa nya jika melarang Arhan untuk berkomunikasi dengan Yasmin. Tapi ia juga tidak bisa berbohong dengan kegundahan di hati nya.


"Ya Tuhan..aku nggak tahu..Aku nggak mau egosi!" Jelita menyenderkan kepala nya di bangu kemudi sesaat sebelum turun dari mobil.


__ADS_2