
" Pagi Bu Jelita?"
"Pagi Mer.."
"Bu..ini Berkas yang harus di Revisi, dan harus di periksa lagi..Pak Andra mau agar Bu Jelita segera menyelesiakan Berkas nya.."
"Oke! Akan segera saya kerja kan.."
"Gimana bu liburan nya?"
"Lumayan Mer.., saya permisi dulu ya..saya ada meeting dengan pak Japlin."
di ruang Pak Japlin.
"Siang Pak Japlin, Maaf saya sedikit terlambat!" ucapku sambil menutup pintu.
"Pak Japlin belum datang..mungkin masih ada keperluan di bawah..."
"Arhan!" Pekik ku. Arhan tersenyum dengan ramah.
"Gimana Cuti nya?"
"Arhan Gimana keadaan mu!" ucap ku sambil menjabat tangan nya.
"Baik.. cukup baik!"
" Aku benar-benar minta maaf ya sama kamu Han?? kalau bukan karena aku, kamu nggak mungkin akan seperti itu kemarin"
"Nggak apa apa Jil? yang penting aku selamat..gimana Liburan nya?? apa kamu sudah tahu tugas dari kampus??"
"Liburaan apa'an sih Han! hahaha , sudah..tapi aku belum sempat mengerjakan..kerjaan kantor banyak banget..ternyata nggak mudah mengambil S2 di tengah pekerjaan ku gini."
" yang semangat! kalau kamu mau aku bisa bantu ,kita bisa mengerjakan bersama… kebetulan ada beberapa bab juga yang belum selesai…"
" boleh nanti aku hubungin kamu ya… nih tulis nomor kamu di HP aku.."
" serius sekali kalian berdua…" potong Pak Japlin datang masuk ke Ruangan. "Kita Meeting di luar saja Jill sekalian ketemu Investor?? kebetulan saya juga harus segera ke Kantor Pusat.. " perintah Pak Japlin terburu buru..
"Jadi Rapat intern kita gimana ini Pak?"
__ADS_1
"Ajak sekalian Arhan! kalian bisa bawa mobil kantor..saya sudah buat kan surat jalan nya tadi.. nanti kita bahas sekalian disana..Saya nggak ada waktu Jill? ada rapat penting bersama Dewan Direksi!"
"Baik Pak!"
aku memilih menggunakan mobil pribadi ku sendiri. Karena aku tahu nanti pulangnya pasti akan malam daripada aku harus bolak-balik ke kantor.
di sana sudah ada investor yang menunggu kami. setelah hampir satu jam rapat pun selesai dan Pak Japlin pun meninggalkan kami.
aku dan arhan serius membahas mengenai pekerjaan kami.
"Akhir nya selesai Juga Han!" sambil ku regangkan otot ku yang kaku sedari tadi.
Aku bahkan hampir tidak percaya saat Hilda datang menghampiriku.
"Jelita! ada Hal yang harus saya bicarakan dengan kamu.."
"Silah kan..silah kan duduk.." jawab ku seolah tak pernah terjadi apa apa.
" Hanya Aku Dan Kamu… ya aku dan kamu!" pinta Hilda dengan tegas.
"Han..kamu bisa pulang lebih dulu..saya masih ada kepentingan..."
"Maaf..ada perlu apa?" tanya ku pada hilda yang sudah duduk tepat di depanku.
" Saya sengaja mengikuti kamu Jelita! Hahaha jangan berpura-pura lagi jelita!"
" Maksud nya??"
"Sudah lah..hentikan semua omong kosong mu! bukan nya Andra sudah mengatakan semua nya...jangan bertele tele lagi!"
"Lalu?? apa mau kamu??"
"Good? pertanyaan yang bagus.. jadi saya nggak perlu buang buang energi..lagian juga percuma jika saya harus bartanya ini itu! langsung saja! Tinggal kan suami saya! " tegas Hilda.
"Kenapa kamu tidak menyuruh Andra untuk meninggal kan ku Hilda??"
"Kalau kamu menjauhi Andra..pasti Andra tidak akan menghubungi mu lagi. "
"Apa kamu yakin?? Andra tidak akan mencari ku??"
__ADS_1
"Jelita..seharus nya, kamu jadi perempuan itu harus punya rasa malu. sekarang Andra itu sudah menikah.. sudah punya istri.. kamu! iya kamu itu! seharus sadar diri! kalau kamu hanyalah bagian dari masa lalunya Andra..! kamu bisa dong pergi dari kehidupan Andra!"
" Hilda Aku tidak mau berdebat banyak dengan kamu oke! kamu nggak tahu apa-apa tentang aku dan Andra! kamu datang tiba-tiba ditengah hubungan kami??" bantah jelita tak mau kalah.
" aku tahu itu Jelita… Maka dari itu... karena saat ini Andra sudah menikah.. Seharusnya kamu meninggalkan dia.. bukannya kamu terus-terusan menjalin hubungan dengan dia, kamu butuh uang?? berapa?? akan aku kasih asal kamu tinggalin Andra! Apa kamu nggak malu!"
"Tutup mulut mu Hilda.."
" di luar sana banyak orang yang ditinggal nikah sama pacarnya... mereka tetap bisa move on Jelita! Kamu perempuan Harusnya kamu punya harga diri! Apa kamu tidak takut kalau kamu ditinggalkan Andra sewaktu waktu!"
"Aku sudah hidup enam tahun lebih dulu bersama Andra.. sampai kamu datang! jangan salah kan siapa pun.. Jika Andra tidak bisa mencintai kamu Hilda..Bukan nya Andra sudah menolak perjodohan itu?? Dan sampi detik ini pun! aku tidak pernah menuntut Andra untuk bersama ku!"
"Haha seharus nya kamu sadar diri jelita! keluarga Andra tidak pernah mau menerima apalagi merestui hubungan kalian?? Apa kamu tidak malu?? Apa kamu tidak berfikir jika suatu saat Aku hamil, kamu akan ditinggal kan Andra..dan akhir nya kamu akan terbuang seperti sampah. Aku ini datang dari keluarga terhormat??"
kesabaranku sudah mulai habis, semakin kesini omongan Hilda semakin pedas dan membuat merah di telingaku..
" hahaha ya ya! kamu datang dari keluarga terhormat.. kamu diinginkan di keluarga Andra ..sedangkan aku jauh dari mu?? tapi sayang Andra tidak pernah menginginkan kamu Hilda, Kamu bilang Sewaktu waktu Andra bisa meninggal kan ku?? lucu kamu.."
" jelas aku ini istrinya kapan saja aku bisa berhubungan dengan Andra… aku bisa hamil aku bisa meminta andra untuk meninggalkanmu…"
"Harus kamu.. yang harus takut?? jika aku yang hamil? kenapa?? satu Aku sering bermalam dengan Andra? sedang kan kamu?? bagaiman bisa Hamil? jika Andra tidak pernah menyentuh mu...? jangan Mimpi Nyoya Hilda". ejek Jelita.
"hahahah oh kasihan??? apa andra tidak jujur padamu mengenai hal ini..Kalau kami sudah sering melakukan hubungan layak nya suami Istri?? Lihat aja.. ini juga salah satu tanda tanda andra sudah mulai berubah lho jelita...Coba cek HP kamu..."
Dreeeettttttt suara ponsel Jelita berbunyi ia segera bergegas membuka pesan Wa.
Entah dari mana Hilda mendapatkan nomor Jelita.
Jelita tak percaya dibuat nya, Hilda mengirimi foto syuur nya bersama Andra di malam itu. Saat ia tak berbalut sehelai benang pun mencium dan memeluk Andra .
Jelita benar benar tersayat dan sangat kecewa.
"Kenapa Diam Jelita?? Itu kenyataan nya.. jadi sebelum kamu terbuang, lebih baik tinggal kan Andra sekarang juga!"
Jelita diam seribu bahasa,kali ini ia benar benar di hianati. "Nggak mungkin! jika ini benar terjadi! Pasti Bukan Andra yang menginginkan nya.."
" whatever!!! aku akan membuat Andra terus bersamaku apapun akan aku lakukan Jelita!"
" Kita lihat saja Nanti!" peringat Jelita menutupi rasa sakit di hatinya.
__ADS_1