Karena Jelita

Karena Jelita
Hadiah


__ADS_3

untung saja aku cepat datang malam ini, telat sedikit saja ,aku tidak tahu apa yang akan terjadi Pada Jill. Aku melihat nya berjalan sempoyongan menuju mobil di parkiran. Aku segera berlari menghampiri nya.


Baru saja Jill akan menyalakan mesin mobil, Aku berhasil menyambar Kunci nya terlebih dahulu.


Ia tidak langsung marah seperti biasa nya, Seperti nya Jill memberi jeda pada diri nya sendiri dengan meletak kan kepala nya di atas Setir. Aku tahu pasti kepala nya sangat berat.


"Bawa sini Kunci nya!" terik Jill


"Tidak! Jangan Gila kamu Jill!"


"Hahahsh ngapain Lagi sih Lu ke Sini.. Udah ya, Gue udah muak dengan semua.. semua nya hahaah" Racau Jill


"Aku Andra Jill! Turun! Biar aku yang bawa Mobil nya! "


"Gue tahu! nggak usah sok perduli lagi sama Gue! Mana kunci mobil Nya!"


"Jelita!"


"Dasar Brengsek! nggak ada otak! Gue benci sama Lu Anjeeeeng! berkali kali Lu mainin Hati Gue! Dasar Pembohong!mana kunci Mobil nya!" Maki Jill kepada ku dengan menggebu gebu di iringi air mata yang mentes lalu di usap nya. Sangat jelas terlihat kemarahan dan kekecewaan Jill pada ku.


Aku tahu saat ini Jill sedang mabuk berat,Aku memaksa Jill Turun dari Mobil dan memapah nya, Jill tetap berusaha untuk memberontak. Sehingga aku di datangi beberapa BodyGuard yang menjaga Crown.


Aku mwnjelas kan semua nya, dan kebetulan salah satu di antara mereka mengenal kami. Hingga Akhir nya kami dibiar kan pergi


Sepanjang perjalanan Jill terus memaki ku tanpa henti, Selau menyingkirkan tanggan ku saat aku ingin menyentuh dan mengelus kepala nya.


"Aku benci sama kamu Andra!! Sana pulang! temenin Istri tercinta kamu itu! hahahaa Dasar Brengsek! pembohong Ga ada Otak!"


"Jill..sudah , Tidur lah.."


"Jangan menyentuh ku Andra!"


Jill terdiam dengan sendiri nya, mungkin Ia sudah lelah.Entah berapa teguk yang sudah ia minum..sampai membuat nya seperti ini.


aku menggendongnya sampai masuk ke dalam apartemen, lalu ku bersihkan tubuh Jill dari keringat dan aroma alkohol.


Saat ini Jill sudah nampak lebih tenang dan tertidur, Aku sangat merasa bersalah pada Jill.


Baru saja aku ingin tidur disamping Jill. Ponsel ku berbunyi..terlihat Panggilan Masuk dari Mama. Aku sengaja tidak mengangkat nya Lalu ku matikan Ponsel ku.


Aki ingin menemani Jill Malam ini,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kemana mas Andra Ma..?? dari tadi aku mencoba untuk menghubungi..tapi nggak di angkat sama sekali.."


"Mungkin Andra sedang ada Perlu Jill..ini Mama juga sudah menghubungi tapi tidak di angkat!"

__ADS_1


"Sebenar nya ada apa sih Ma..kenapa Mas Andra selalu begini..apa ada sesuatu Yang nggak aku ketahui Ma?"


"Tanyakan sendiri pada Andra Hilda?"


"Mah! Aku sama sekali tidak dihargai Mas Andra sebagai istri nya..tolong kata kan pada Hilda..Sebenar nya apa yang terjadi.."


"Mama tidak tahu Hilda..."


"Mama nggak ngebohongin Hilda kan?"


"Kenapa Mama harus bohong? Andra memang anak Mama..Tapi Mama nggak bisa tahu tentang apa yang di lakukan Andra selama 24jam Hilda..Kamu tahu sendiri kan? Mama juga selalu menegur Andra..Kamu harus lebih sabar Ya.. Apapun yang terjadi..Mama akan selalu mendukung kamu Hilda.." Bohong Mama.


"Baik lah Ma..Hilda akan mencari tahu apa yang membuat Mas Andra begini..".


Perut ku terasa berat, dengan perlahan aku membuka Mata, Kepala ku juga masih terasa sangat Berat. Masih terasa sisa Mabuk semalam.


Setelah Kesadaran ku mulai pulih, Aku baru mengingat semalam, kalau tidak salah Andra datang entah untuk menjemput ku atau hanya sekedar kebetulan melihat ku.


Ternyata Benar setelah ku lihat, Andra lah yang tengah tidur dibelakangku dan memeluk ku. Lagi lagi perasaan ku sedikit meluluh,


meski sakit nya masih terasa.


" Hei.. Gimana sayang???Udah bangun.. Udah Enakan?" ucap Andra dengan suara serak serak khas bangun tidur,lalu nenyenderkan kepala nya di atas kepala ranjang, dan memasuk kan anak rambut ku ke daun telinga.


"Ya.. aku baik-baik saja Pulanglah sudah pagi pasti istrimu sudah menunggu mu di rumah…"


"Tidak perlu..Lagian sebentar lagi aku juga mau pulang ke rumah Papa…"


" Aku minta maaf Jill aku salah oke…, sekarang kan aku udah di sini… Udah dong jangan marah terus ya…"


" Aku nggak marah Ndra.. aku yang salah! aku yang terlalu berharap! aku yang terlalu menuntut sama kamu… sekarang kan keadaannya beda, harusnya aku nggak seperti itu…"


"Udah Udah dong sayang …jangan marah ya ??pokoknya Hari ini aku full akan nemenin kamu… sekarang kamu cepetan mandi nanti ikut aku…"


"Serius..Emang mau kemana?"


"Pokok nya hari ini..Aku akan membuat kamu happy..Maafin aku Ya!"


Lalu Andra menaruh kepalaku di atas dadanya dan mengelus-ngelus rambutku.


saat ini kami telah bersiap. Aku nggak tahu Andra mau ngajak aku pergi kemana,


Andra mengajakku masuk ke sebuah mall terbesar di kota ini,


"Ndra! ngapain kita kesini? Kamu mau Beli perhiasan?


"Benar sekali.."

__ADS_1


"Untuk siapa? Istri kamu..ah Malas aku!"


" ini hari kita Jelita Please… jangan bawa bawa orang lain… oke! aku ke sini mengajak kamu agar kamu bisa memilih sendiri, Apapun yang kamu suka ! apapun… anggap aja ini Hadiah atau kado dari aku, karena beberapa hari ini aku membuat kamu kesal , kecewa! dan membuat kamu marah oke…"


"Serius!"


"Ya!"


Lalu kami masuk ,dan memilih perhiasan


"Sayang ini bagus nggak..."


"Aku kurang suka..Terlalu mencolok,"


"Kalau yang ini?"


"Terlalu sederhana sayang..Kenapa sih? Biasa nya kamu kan tahu selera aku untuk hal hal yang kamu pake..."


" Sebenarnya aku mau cincin yang ini tapi mahal"


"Ya aku setuju, sangat bagus.. "


"Tapi Mahal sayang..cincin Doang 85juta!"


"Hahahah Jill…apap pun, berapapun pasti akan aku bayar..Asal kamu senang.."


"Hahaha ya sudah aku mau cincin ini"


"Kamu nggak mau nambah kalung atau anting?"


"Serius..boleh nambah lagi?"


"Jill..apa aku pernah berkata tidak pada mu. "


"Aku mau anting ini.. 70 juta Gimana?"


"Ambil lah.. dicoba ya sayang.. biar aku bayar dulu!"


Aku selesai membayar, Jill memperlihat kan kepada ku setelah memakai nya.


Ya! aku sangat terpukau, Jill sangat sempurna.


"Sayang.. Gimana ,bagus nggak?"


"Cantik sekali! Love you!" bisik ku ditelinga nya.


"Makasih ya Ndra!" Jill langsung memeluk dan mencium pipi ku. "Love you too!" bisik nya ditelinga ku.

__ADS_1


Tak sengaja kami berpapasan dengan Meriska dengan tangan ku menggenggam tangan Jill.


__ADS_2