
Jill menangis tersedu-sedu di ruangannya sampai nafasnya tersengal-sengal.
" Sorry..aku masuk tanpa permisi.. aku sudah mengetuk beberapa kali… tapi nggak ada respon… jadi aku langsung masuk aja".
Jill dengan cepat mengusap air matanya. Agar Seolah tak terjadi apa apa.
"Jangan malu Jil?? menangislah Jika kamu ingin menangis.. menangis lah! karena dengan menangis akan membuatmu lebih lega.."
Jill Kian tersedu dan arhan pun tidak tega melihat nya, menangis sampai tersengal sengal seperti itu..Arhan mendekat dan memutar kursi jelita,agar menghadap ke arah nya.
lalu Arhan Merengkuh dan memeluk Jill.
Arhan mengelus kepala Jelita dengan lembut, bayangkan saja Dengan Posisi Jill duduk memeluk memeluk perut Arhan yang berdiri.
"Kenapa Ji!l? apa karena Andra lagi.."
Jill hanya dapat mengangguk
__ADS_1
" Jill Setiap keputusan yang kamu ambil pasti akan ada resikonya, dan kurasa keputusan kamu ini, memang keputusan yang terbaik… kamu masih muda… kamu cantik… kamu Smart… nggak ada manusia yang gak punya rasa salah ataupun kesalahan. Tinggal bagaimana kamu menyikapinya.. mau berubah atau terus tenggelam dalam kesalahan"
"Arhan...." pekik Jill semakin menangis.
"Tenang...nikmati resiko dari sebuah keputusan yang kamu ambil..aku yakin kamu pasti Bisa!"
Arhan terus memberi wejangan wejangan kepada Jelita sehingga mampu membuat nya lebih tenang.
Andra membuka pintu "Cklek!" Lalu segera menutup nya kembali.
Seketika itu pula Jill melepas kan tempat ternyaman nya saat ini. begitu pula dengan Arhan yang juga merasa tidak enak.
" silakan keluar Arhan.. " pinta Jill.
" baik.. Kalau begitu saya permisi dulu Pak Andra.. bu Jelita.." pamit Arhan.
" Jelita tolong pikirkan ulang apa yang telah kamu ucapkan tadi.. Demi Tuhan aku nggak bisa meninggalkan kamu Jill??" pinta Andra penuh keyakinan.
__ADS_1
"Aku sudah tidak ingin membahas ini lagi Ndra.. Hubungan kita cukup sampai disini..mungkin Takdir kita memang harus seperti ini"
"Takdir macam apa ini! demi membuktikan keseriusan ku kepadamu... aku akan menggugat cerai Hilda hari ini juga!"
"Andra!" pekik Jelita, lagi lagi Emosi jelita terpancing lagi. " Kamu gila Hah! apa dengan kamu menceraikan Hilda..keluarga mu bisa menerima aku Hah!"
"Kenapa baru sekarang kamu mempermasalahkan tentang keluarga aku jelita! aku nggak perduli! mau mereka nerima kamu atau enggak! aku akan tetap mengguggat cerai Hilda!"
"Cukup! aku capek harus hidup dengan cara yang tidak jelas seperti ini! "
"Dengan mudah nya kamu berkata seperti itu Jill? apa sih isi di otak kepalamu! selama ini kita fine fine aja hidup begini...nggak ada masalah! bedanya karena ada Hilda! oke aku akan menceraikan Hilda! udah kan beres.. kita bisa hidup seperti dulu lagi..setatus itu tidak penting..nyata nya kita bisa jalan selama 6tahun.."
"Andra! aku butuh kepastian! gimana kalau nanti nya aku punya anak! gimana nasib nya nanti."
"Kenapa baru sekarang kamu mempermasalah kan hal ini?? kemarin aku ngajakin kamu nikah siri dulu..kamu nggak mau?? apa sih jill mau kamu??? oooo atau jangan jangan karena pegawai baru itu iya! kamu mencari alasan agar kita berpisah..tidak akan jelita! Tidak akan pernah!"
"Jangan bawa orang lain dalam masalah ini! harus berapa kali lagi aku bilang Andra! aku sudah terlanjur kecewa sama kamu! dan yang ke dua..Hilda itu adik tiri ku Andra! "
__ADS_1