Karena Jelita

Karena Jelita
sedikit masalah


__ADS_3

"Awas Jelita!" teriak Arhan langsung langsung menarik dan mendekap jelita


"BRAK! BRAK BRAK!" suara Pipa jatuh dari atas.


"Aaaaaaaaaa!!!!" Jerit Jelita dengan panik dan Histeris


semua orang meneriaki Jelita dan Arhan.


Lalu berbondong bondong berlari mendekati mereka.


"Arhan!" teriak Jill Sambil menegadah kan wajah nya untuk memastikan keadaan Arhan.


"Awwww"pekik Arhan masih mendekap Jill


"Toloong! tolong! " teriak Jill dengan khawatir takutntrjadi Hal buruk menimpa Arhan.


Arhan mulai sempoyongan, dan perlahan jatuh pingsan dengan bersandar dituBih Jill..


"Arhan bangun! Arhan! tolong! cepat..bawa Pak Arhan ke Rumah Sakit terdekat!" Jill terlihat sangat panik.


sepanjang perjalanan, jill tidak pernah berhenti untuk membangun kan Arhan


"Cepat Sus! tangani!" Pinta Jill pada perawat.


setelah hampir satu jam lamanya Jillmenunggu.. akhirnya para perawat dan Dokter keluar dari ruang UGD.


"Tidak ada masalah yang serius Mbak.. luka di kepala hanya Luka ringan saja sedikit lecet akibat terkena gesekan Pipa..Sudah kami Rontgen dan alkhamdulillah semua baik baik saja..hanya sedikit cidera di tulang punggung nya. "


" syukurlah Dok. kalau begitu"


" sebentar lagi pasien akan di pindah ke ruang Rawat inap.."

__ADS_1


Jill sudah berada di ruang rawat inap setia menemani Arhan.


"Han..kamu mau apa?? biar aku bantu.." tawar Jelita saat Arhan mulai siuman.


"Mau minum Jill.." jawab Arhan dengan meringis menahan rasa sakit. Lalu Jill dengan telaten memberi dan membantu Arhan untuj minum


"Makasih Ya Han..aku nggak tahu lagi? gimana kalau kamu nggak nolongin aku..Aku juga minta maaf..karena gara gara aku kamu jadi seperti ini.."


Arhan tersenyum dengan manis "Nggak apa apa Jill hanya luka ringan saja..yang penting kita sama sama selamat."


"Kamu butuh beberapa hari untuk istirahat..nanti biar aku yang urus ijin dan biaya perawatan selama Di Rumah Sakit..yang terpenting kamu fokus untuk kessehat ya Han?"


" Makasih ya Jill"


Tidak terasa waktu sudah sore,


"Han biar aku saja yang membantu membersih kan badan mu...Gimana? boleh?"


" Emang kamu nggak jijik ?" tanya Arhan Ragu ragu


"Boleh.."


Jill membersihkan badan arhan dengan lembut dan telaten.. setelah selesai membersihkan badan arhan tiba-tiba ponsel milik jelita berdering .


"Siapa Jill?" tanya Arhan


"Andra! bentar ya Han?" Jelita langsung keluar dari ruangan..Agar Arhan tidak mendengar percakapan nya.


percakapan di ponsel


"Hallo Ndra??"

__ADS_1


"Dimana? kenapa belum kamu pake Card nya? kamu belum belanja keperluan buat besok Jill?" tanya Andra penuh Selidik.


"Iya aku Lupa! Aku juga lupa ngasih tahu kamu.. Aku masih di Rumah Sakit nemenin Arhan... Ndra!"


"Ngapain sih Jill? kan sudah ada perawat..Perusahaan juga yang nanggung biaya nya kan..Ngapain juga masih di situ?"


"Arhan sakit gara gara aku Lho Ndra! tulang punggung nya cidera..aku nggak enak lah kalau harus langsung pulang.."


"Yang penting kan kamu sudah membawa nya ke Rumah Sakit..lagian juga enggak kenapa kenapa kan??"


"Aku nggak tega aja...semua ini kan karena aku..Gimana kalau di cancel aja Ndra..ke Bali nya..


"Apa! cancel? Gila kamu ya Jill! Udah jauh jauh hari aku ngrencanain liburan buat kamu..nyari waktu nya juga enggak mudah..Nggak Bisa! kita tetap berangkat besok..aku bela belain biar bisa liburan sama kamu lho Jill!"


"Iya aku tahu Andra! cuma keadaan nya kan kayak gini? Aku hampir nyelakain orang Ndra..l


"Resiko kecelakaan kerja itu sudah hal biasa Jill? pulang sekarang!..nanti malam kita juga harus mengambil surat surat Rumah..karena sudah jadi di Notaris besok kita berangkat dengan penerbangan pagi!"


"Iya! iya! ini aku langsung pulang!"


Aku segera berpamitan pada Arhan.


"Han..aku pulang dulu ya? ada urusan yang harus ku selesaikan??"


"Sama Andra..??" ku lihat raut kecewa di wajah Arhan.


Aku hanya tersenyum "Kamu tahu sendiri gimana aku kan Han..aku pamit dulu ya, mungkin 3hari kedepan aku belum bisa jenguk kamu..jangan lupa makan dan minum obat ya?".


pesanku pada Arhan, Entah mengapa dengan spontanitas aku langsung mengecup kening Arhan yang terbaring diranjang Rumah Sakit.


Aku pergi bersama Andra ke Notaris untuk mengambil surat surat rumah yang di belikan nya Andra untuk ku.

__ADS_1


Lalu aku berbelanja seperti Baju dan keperluan ku dan keperluan nya Andra.


Terima kasih atas dukungannya, Jangan lupa untuk like dan komen serta pencet tombol love sebagai favorit kalian .Terima kasih.. komen terus dia agar autor semakin semangat


__ADS_2