
Aku hanya bisa tersenyum getir saat melihat Arhan pergi meninggal kan begitu saja.
Perasaan marah,kecewa beradu menjadi satu
Dan dengan bodoh nya, aku menerima semua sentuhan nya. Setelah ku rapikan baju ku, Aku keluar dari tenda untuk melihat apa yang sebenar nya terjadi.
namun aku sudah tidak melihat Arhan lagi di sana.
tanpa Sengaja aku mendengar beberapa teman Arhan membicarakan tentang hal yang baru saja terjadi.
" arhan sama Yasmin masih sama seperti dulu ya!"
" Iya!Kalau saja waktu itu Yasmin nggak pergi.. mungkin sekarang mereka udah jadi pasangan..".
Seketika hatiku serasa tidak rela, ternyata Yasmin tidak hanya teman di masa kecil bagi arhan.. tapi seorang yang istimewa di hatinya.
ternyata benar dugaan ku selama ini.
Aku hanya bisa menghelakan nafas panjang. kecewa sih pasti tapi aku nggak mau menyalahkan arhan sepenuhnya. karena aku sadar siapa Aku ini.
sebelum perasaan aneh ini menjalar kemana-mana Lebih baik aku menjaga jarak dengan Arhan. Ah.. entah lah! aku jadi bingung dengan perasaanku sendiri ,yang jelas Hari ini aku benar-benar kecewa dan marah sama Arhan.
kalau tahu begini ceritanya aku nggak bakalan mau diajak pergi ke sini.
__ADS_1
" Kak Jelita!" Nurida mendekati ku.
"Masih di sini? nggak ikut mereka??"
" Sebenarnya sih aku ingin ikut sama mereka kak tapi nggak dibolehin sama Kak Arhan! disuruh nemenin Kak Jelita disini??"
" oh! Masih sempat mikirin gue???"
" tadi itu Kak Yasmin pingsan! nggak tahan sama udara malam apalagi dingin gini??"
" kalau udah tahu acara nya gini, ngapain Yasmin ikut?? harusnya dia tahu dong?? kalau bisa membahayakan dirinya sendiri!" jawabku dengan kesal.
" Ya..namanya kan pengen kumpul sama teman-teman.. nggak tahu kalau akhir nya jadi gini.."
" kak Jelita! besok kita pulang bareng rombongan naik Bus.. itu tadi pesen dari Kak Arhan.."
"Baik lah!" kemudian aku berpamitan untuk kembali ke tenda ku. bisa-bisanya hanya karena Yasmin aku yang harus jadi korbannya. padahal Arhan tahu aku tidak bisa berada ditengah orang-orang yang tidak aku kenal, makanya aku memilih membawa mobil sendiri.
aku harus menahan perasaan kesal ini di sepanjang malam.
pagi ini kira-kira pukul 10 pagi aku sudah sampai rumah, masih belum Kulihat ada jejak kehidupan di rumah ini. mungkin saja arhan masih menemani Yasmin di rumah sakit. aku memang sengaja tidak menghubunginya.
beberapa saat kemudian aku melihat arhan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Jill..." mendekati ku.
aku masih diam sambil mengaduk kopi.
"Lo marah??" Arhan mengikuti ku.
"Kalau Lo jadi Gue Gimana?" jawab ku sambil menyerutup kopi lalu Duduk di ruang tamu.
"Gue tahu..Gue salah Jill?? Gue cuma-"
"Ya udah.. temenin aja Lagi..biar cepet sembuh.."
" Kok gitu sih Lo ngomong nya!Yasmin udah pulang tadi Pagi.."
"Ya udah..Lo dateng aja lagi ke rumah nya? kalau perlu tungguin sampai dia sembuh.."
"Iya Gue salah..Semalem Gue cuma panik..Kalau sampai terjadi apa apa Ginama??"
"Sekarang Gue tanya sama Lo?? Lo kan tahu..dia nggak bisa kena angin malam..Terus ngapain Lo ngajakin Dia segala! apa lagi acara nya jelas kemping di pinggir pantai..??"
"Gue udah ngelarang Jill? tapi Yasmin tetep maksa ikut??"
"Iya karena ada Lo! Basi tau nggak!" Aku mendelik kesal.
__ADS_1
Arhan langsung diam setelah nada bicara ku menunggi Lalu meminta maaf padaku