Karena Jelita

Karena Jelita
Gitu kan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan jam 7malam,kini saat nya aku bergegas untuk pulang. Begitupun Andra..ia sudah menghubungi ku via chat, bahwa diri nya sudah menunggu ku di Parkiran


Sebenar nya aku ingin langsung pulang, tapi saat aku melawati ruangan staff ada sedikit masalah yang harus membuat ku berhenti sejenak. Aku melihat Arhan mengerjakan tumpukan kertas di meja nya


"Tolong berhenti sejenak semua nya!" perintah ku dengan nada tinggi. seketika semua karyawan langsung menghentikan pekerjaannya.


" Siapa yang menyuruh anak baru untuk mengerjakan pekerjaan sampai selarut ini! apa ada aturan baru di perusahaan ini!"


semua karyawan hanya terdiam dan tertunduk


" Kenapa diam semuanya! Apa kalian tidak mendengarkan ucapan saya!"


Mereka semua masih terdiam tidak berani menjawab karena mereka tahu saat ini saya masih dalam mode marah.


" Hendra sini! Siapa yang memberikan tugas dia sebanyak ini!"


" Saya kurang tahu Bu…"


" Panggil supervisor kalian sekarang"


beberapa saat kemudian Pak Iwan datang dan menghadapku


" Maaf Bu Jelita Ada apa ya Ibu memanggil saya…"


" Siapa yang memberikan pekerjaan sebanyak itu!kepada anak baru! apa ada aturan baru disini??"


"Mohon maaf bu..saya kurang tahu? dari tadi saya menengerjakan laporan diruangan?"


"Bapak nggak tahu! Gimana Bapak bisa nggak tahu? ini tanggung jawab Pak Iwan lho..selain menghandle pekerjaan...Pak Iwan juga bertanggung jawab atas jalan nya kinerja staf dibawah Bapak Lho! jangan sampai saya melepas jabatan Pak Iwan ya.. Gara gara Bapak tidak mematuhi SOP!"


"Sumpah Bu saya tidak tahu.. Maaf kan kesalah saya Bu?nanti saya akan mencari tahu dan memberi SP pada orang yang memberi pekerjaan pada Arhan Bu?"


"Untuk kalian semua..siapa pun yang ada Di Divisi keuangan! di Divisi ini Pak Japlin dan Saya yang memimpin! tidak ada yang nama nya senior dan junior di antara kita! semua sama! yang tidak tahu dan tidak faham dengan pekerjaan bisa bertanya! Bagi yang sudah faham bisa menngingat kan! Dan tidak ada tambahan pekerjaan bagi anak baru! mengerti kalian semua! Jangan mentang mentang anak baru..se enak nya saja kalian memberi pekerjaan yang harus nya itu pekerjaan kalian!"


"Sekali lagi Maaf kan saya Bu?"


"Cari tahu Pak Iwan! besok saya sendiri yang akan memberi kan SP!"


"Baik Bu Jelita..". jawab Pak Iwan dengan takut.


"Arhan..sudah jangan selesaikan..silah kan pulang.. " perintah Pak Iwan pada Arhan.


aku melihat Andra sudah menungguku berdiri di depan mobilnya.


"Sayang! lama ya!"

__ADS_1


"Lumayan..memang kenapa kok baru keluar?" tanya Andra.


"Ada sedikit masalah aja sama Staff..biasa lah."


"Ya udah..ayo cepetan masuk ke mobil kamu...aku anter pulang kamu dulu.."


"Apa! nganterin aku pulang??"


"Iya.. "


"Kata nya mau ke Crown kita? kok nganterin aku pulang? emang kamu nggak pulang ke Apartemen?"


"Sayang..Maaf hari ini aku harus pulang, aku nggak bisa nemenin kamu..."jelas Andra sambil membelai rambut ku.


"Ya..nggak bisa gitu dong Ndra! kamu udah 5 hari lho..sama istri kamu! masak sekarang kamu pulang sih! baru aja kamu pulang ke Apartemen! itupun nggal ada sehari!"


"Hey.. jangan gitu dong sayang? Oke aku slaah..aku minta maaf. Masalah nya..orangtua nya.Hilda dateng kerumah.. nanti makan malam jam 8 sama Mama Papa ku?"


"Itu kan bukan urusan aku Ndra! kenapa aku yang harus jadi korban nya sih!"


"Sayang jangan gitu dong..mana katanya kamu mau ngertiin aku..kamu tahu sendiri kan sekarang aku gimana?"


"Tapi nggak gini juga kali Ndra! kamu jahat tau nggak! kamu mentingin diri kamu sendiri!"


"Sayang..maaf kali ini aku bener bener harus pulang..Oke! gini aja..nanti aku tambahin uang jajan kamu ya! aku nggak enak sama Papa ..Jill?"


"Ndra! dengerin aku dulu. "


"Sayang..kali ini aja ya?please..soal nya ada Papa..Bye! Cup!" Andra mencium kening ku dan memeluk ku. "Aku pulang dulu ya Jill? udah dong sayang. jangan cemberut ya.. aku buru buru Jill?"


aku udah nggak bisa ngapa-ngapain lagi..harus membiar kan Andra pergi dengan segala urusan nya.


Jujur hatiku sangat kecewa, dan aku harus sadar dengn posisi ini.


"Nih! usap air mata kamu.."


Aku kaget dan menoleh, ternyata Arhan memberiku sapu tangan nya. Ya Tuhan..berarti Arhan melihat adegan ku bersama Andra dong.


Aku semakin tersedu saat melihat Arhan.


"Udah..jangan kayak anak kecil, Nih ambil! usap tu ingus mu!"


"Arhan! Hik hik hik hik..."


"Dibilangin diem..malah semakin mewek.."

__ADS_1


"Makasih ya Han!" Aku menerima sapu tangan pemberian nya dan ku usap air mata beserta ingus ku.


"Wangi juga sapu tangan nya.."canda ku.


"Hahaha mewek.. padahal tadi galak banget di kantor dasar perempuan.."


"Enak aja!" jawab ku lalu memukul Pundak Arhan.


"Udah malem..cepetan pulang.. atau mau bareng Aku??"


"Enggak aku bawa mobil tadi.. makasih deh udah nawarin.."


"Ya lah..mana mungkin mau..nanti bisa bisa kamu masuk angin kalai naik motor.."


"Bukan nya gitu Han! kalau aku pulang bareng kamu? gimana Mobil ku??"


"Oh..Ya sudah hati hati..jangan nangis terus? fokus sama jalanan. "


"Okei!"


sepanjang perjalanan aku masih kepikiran dengan Andra. bisa-bisanya dia mementingkan kepentingannya sendiri.


aku merasa Andra sudah mulai nyaman dengan Hilda, atau fikiran ku saja..Saat alu melihat spions mobil ternyata Arhan mengikuti ku dari belakang. Lalu ku tepi kan mobil ku.


Arhan pun ikut berhenti


"Arhan! ternyata dari tadi Lu ngikutin Gue Ya!"


"Heheheh iya Jill?"


"Ketawa lagi Lu! kayak nggak punya Dosa..ngapain Lu ngikutin Gue!"


"Gimana aku nggal ngikutin kamu? kamu aja berantakan kayak gitu..mana tega aku ngebiarin kamu pulang dalam keadaan Broken Heart?"


Aku memukul pundak nya lagi "Dasar! Arhan! dari tadi ngejekin Gue Mulu!"


"Ya kan memang gitu.."


"Ya udah makasih! Gue mau pulang ke Rumah! jangan ngikutin Gue Lagi ya? Serius..gue nggak kenapa kenapa?"


"Serius..."


"Beneran Arhan! cepetan pulang sana! besok kerja lagi!"


"Oke! "??

__ADS_1


__ADS_2