
"Jill Lo kenapa Sih! dari tadi menghindar terus dari Gue!" tanya Arhan memaksa menarik lengan Jill.
Jill meronta dan melawan Agar lengan nya bisa lepas dari cengkraman Arhan..
"Arhan! please ini kantor! jaga sikap Lo!"
"Tapi Lo istri Gue! Gue berhak tau! kenapa Lo begini!"
"Nggak penting!" masih mencoba melepas kan cengkeraman Arhan.
"Nggak penting Gimana! Dari tadi Pagi Lo terus menghindar dari Gue! diajak makan siang bareng nggak mau! ketemu Gue menghindar! mau Lo apa sih!"
"Singkirin tangan Lo dari lengan Gue!"
"Nggak! Gue mau denger penjelasan Lo!"
"Perasaan Lo aja! Gue nggak kenapa kenapa! capek aja! jadi males makan..males ngomong!"
"Lo marah? karena tadi pagi Gue sengaja Nyium Lo?? oke Gue minta maaf! kalau Gue terlalu lancang sama Lo!"
"Bukan!"
"Terus kenapa??"
"Gue cuma nggak mau..Cuma jadi beban dalam Hidup Lo!"
"Kok jadi nggak jelas gini sih! omongan Lo!"
"Gue tahu? Lo nikahin Gue hanya untuk nyelamatin Gue dari keadaan yang nggak Jelas ini!"
" Lo ngomong apa sih! nggak jelas banget.."
"Sorry! Gue ada Meeting hari ini.. lepasin tangan Gue!"
Jelita buru buru pergi untuk meeting. Dalam hati nya,ia sendiri bingung kenapa rasa nya marah banget saat mendengar kata kata Nurida tadi pagi. "Harus nya Gue nggak melampiaskan ini semua sama Arhan!" ucap nya dalam hati.
Jelita tak percaya, ternyata Arhan menunggu di ruangan nya.
__ADS_1
"Lo nggak balik???"
"Sengaja nungguin Lo?? di Luar hujan!".
"Harus nya Lo nggak usah nungguin Gue? Lo bisa pulang dulu. " kemudian Jelita duduk dikursi nya.
"Gue cuma khawatir doang sama Lo?"
"Maksud Lo?"
"Lo kan takut sama petir! gima kalau tiba tiba Lo nyetir terus ada kilatan petir!".
"Thankyu deeh! Lo udah perhatian sama Gue!"
"Lo mau nonton kembang api Nggak Jill? kebetulan hari ini ada pesta kembang api?"
"Kembang Api?? acara apa'an!"
"Grand opening tempat wahana permainan Gitu??"
"Emang Lo nggak capek?"
"Ya Udah! Gue beres beres dulu!"..
Wahana Permainan.
Jelita menarik nafas dalam dalam merasakan hembusan angin malam yang sepoi sepoi bercampur Aroma air hujan.
Lalu bersidekap menggosok ngosok pundak nya karena sedikit kedinginan. Rambut cantik nya berantakan akibat tiupan angin.
" Lo kedinginan?? Lo kan jagoan malam?? masak gini doang Lo kedinginan?" Ledek Arhan sambil memakai kan jaket nya.
Wuiiih malam ini Arhan terlihat keren dengan kemeja yang di tekuk sampi lengan.
"Kerjaan Lo ngeledekin Gue muluu'" jawab Jelita cengengesan.
Mereka berdua berjalan berdampingan, sesekali Arhan mendekap pundak Jelita yang terlihat kedinginan.
__ADS_1
Jelita meminta dengan setengah berteriak minta untuk dibelikan permen kapas dan Gulali membut Arhan mengernyit.
"Ayolah Han?? Aku mau permen kapas sama Gulali? pinta Jill merengek seperti anak kecil. Hati nya berdebar kencang saat Jill memeluk lengan nya dengan kuat seraya terus merengek.
"Serius! Lo mau beli Gulali??
" IYa! Ya? Please.." sambil menggoyang goyang kan lengan Arhan yang di peluk nya
Akhir nya Arhan mengajak Jill untuk membeli Gulali dan permen kapas.
"Enak??"
Jelita mengangguk dengan terus memakan permen kapas yang telah dibeli nya.
Arhan nyaris tak percaya dengan apa yang dilihat nya, hanya karena permen kapas dan Gulali Jill begitu Girang.
Bahkan sangat Riang, memakan gulali secara bergantian.
"Lo mau nyoba?
"Enggak-"
Jill memasukan permen kapas kedalam mulut Arhan , menghentikan kalimat yang akan terucap dari mulut Arhan.
"Manis Kan???" Jill gantian memasukan kedalam mulut nya sendiri.
"Lumayan.." jawab Arhan menguyah permen kapas dengan terpaksa. "Lo suka banget ya sama permen kapas?.
"Iya! kalau makan permen kapas apalagi di tempat semperti ini .Gue teringat saat bokap nyokao Gue masih barengan..ngajakin Gue pergi ke pasar malem..Beli nya permen kapas" jelas Jill dengan getir, Sambil terus mengunyah permen kapas lalu menyandaran kan kepala nya di bahu Arhan.
Ada kedamaian yang diraskan Jill.
"Lo mau apa lagi!?"
"Apa ya???"
"Udah! ayo ikut Gue!" Arhan menarik Jelita dan menggandeng erat tangan jelita. Berjalan jalan mengelilingi wahana Permainan..
__ADS_1
Arhan sangat senang melihat Jelita tertawa dengan senang