Karena Jelita

Karena Jelita
Dasar


__ADS_3

Perut Jelita terasa berat, perlahan ia membuka mata..setelah kesadaran nya kembali penuh..Diri nya baru tersadar ternyata tangan Arhan melingkar di perut nya.


Buseet perasaan nya jadi gimana gitu, Di amati dengan seksama..karena jarak mereka saat ini bukan hanya dekat namun sangat dekat.


Mata nya tajam dan hidung nya mancung, jari jari jari nya juga panjang Lentik padahal dia ini cowok lho batin jelita.


Tapi Jelita mencoba menyingkirkan kekaguman nya pada Arhan.Dengan pelan pelan ia menyingkir kan tangan Arhan agar tidak terbangun.


Kemudian Jelita bangun ,mencuci muka dan menggosok Gigi..karena ia harus membuat sarapan.


"Gila! pokok nya Gue nggak boleh mikir macam macam!" Ucap nya dalam hati.


Setelah membuat sarapan, Jelit Beberapa kali mengetuk kamar Nurida untuk mengganti baju. namun tak ada jawaban dari dalam. Terpaksa ia masuk lagi ke dalam kamar Arhan.


"Arhaan!!! Lo cabul banget sih!" maki Jelita sambil menutup pintu.


Seketika Arhan menyambar handuk yang tergeletak di atas kasur untuk menutupi badan nya.


"Lo tu yang cabul! ngapain masuk kamar orang tanpa permisi!"


"Mana Gue tahu kalau Lo baru ganti baju! cepetan pake celana Lo!" omel nya lagi.


"Hahhaah dasar maling teriak maling! ngapain Lo kesini??? cuma pake handuk doang!" Jelita baru sadar kalau saat ini ia hanya mengenakan handuk saja.


"Jangan jangan Lo mau Menggoda Gue ya!" ejek Arhan menyunggingkan senyum nya ,den mendekati Jelita.


"Mau ngapain Lo!" pekik Jelita bergidik Ngeri.


"Gue tellanjaang..Lo juga Tellangjaang enak nya ngapain Jill??" goda Arhan nakal.

__ADS_1


"Arhan! otak Lu jangan ngeres! buang jauh pikiran cabul Lo itu!" sergah jelita memundurkan langkah nya, sedang kan Arhan terus mendekat.


"Jangan GEER Lo! ini semua gara gara adik sepupu Lo itu! nggak mau buka pintu kamar!" imbuh Jelita menutupi ketakutan nya.


"Kak Arhannnn!!" panggil Nurida langsung masuk ke dalam kamar Arhan.


Jelita tersontak kaget sehingga membuat Handuk nya melorot.


"Jelita!". dengan spontan Arhan langsung mendekap dan membenar kan handuk Jill yang hampir jatuh.


"Ya Tuhaaann!!! kalian benar benar tidak tahu malu!!" umpat Nurida sambil menutup mata dan langsung berbalik Arah.


"Ini semua tidak seperti yang kamu fikir kan Nur??" balas Jelita mendorong Arhan.


"Dasar kalian berdua nggak punya Malu!!!" umpat Nurida dari balik pintu.


Sedangkan Arhan Justru tersenyum Smrik entah apa maksud nya.


Suasan di meja makan masih terlihat sangat canggung .


"Arhan..Lo mau Susu apa teh??" tawar Jelita memecah kan kecanggungan.


"Bikinin teh anget aja.." jawab Arhan seolah tak terjadi apa apa


"Kalian ini aneh!" sela Nurida.


"Aneg Gimana?" tanya Arhan


"Kalian ini pasangan suami istri bukan sih?? kok masih manggi nya masih Lo Gue!"

__ADS_1


"Panggilan itu tidak penting Nur?? yang penting itu perasaan kami??" Arhan menggeser kursinya lalu berjalan mendekati Jelita yang sedang membuat teh. "Iya kan Jill?" Langsung mencium rambut Jelita.


Jelita melotot tak percaya dengan ulah Arhan


"Iya..! Iya! benar apa kata Arhan!" jawab Jelita gugup bersandiwara.


"Lain kali?? kalau kalian mau melakukan hal hal yang nggak senonoh..kunci dong pintu nya!" imbuh Nurida dengan kesal.


"Maka nya lain kali ketuk pintu kalau mau masuk kamar ku..Kamu kan tahu sekarang aku sudah punya istri Nur??" jawab Arhan namun pandangan nya mengunci mata Jelita, sehingga membuat Jill salah tingkah lagi.


Setelah kepergian Arhan.


"Kak Jill kenapa nggak bareng kak Arhan?"


"Jam masuk kerja kami selisih satu jam Nurida..aku masuk jam 8..Arhan jam 7".


"Boleh nggak aku nanya sesuatu?"


"Apa?"


"Perasaan Kak Jill ke Kak Arhan gimana sih??"


"Maksud kamu???"


"Ya..aku kaget aja! mendengar kalau kak Arhan memutuskan menikah dengan Kak Jill?? setahuku sih..Kak Arhan itu hanya suka sama satu perempuan..dan type nya sih??? jauh dari Kak Jill?"


Jelita menarik nafas dalam dalam..ternyata kesabaran nya pagi ini harus di uji dengan pertanyaan Nurida dirumah nya. Jelas sebenar nya ia tersinggung, tapi mau gimana lagi.


Mungkin benar omongan Nurida kali ini, ia juga menyadari bahwa pernikahan mereka semata hanya untuk menyelamat kan Jelita dari lingkaran hitam.!!!

__ADS_1


__ADS_2