
Beberapa hari ini Arhan terlihat cuek terhadap jelita.
"Arhan!" Jelita menarik lengan Arhan
"Lepas Jil.. masih banyak berkas yang harus ku Selesaikan hari ini!" menyingkir kan tangan Jll.
" Lo kenapa sih!"
"Nggak kenapa napa!Gue cuma ngikukitn Lo aja.Agar Lo lebih nyaman!"
Jill mengikuti kemana arah kaki Arhan melangkah. "Jelita apa'an sih!"
"Lo yang apa'an! udah dua hari ini..Lo tu aneh banget!"
"Kembali sana keruangan mu..!"
"Nggak mau! jelasin dulu ke Gue! kenapa Lo berubah kek ginii"
"Apaan sih Lo! nggak Jelas banget!"
"Kenapa Lo selalu ngehindarin Gue!" Jelita menarik lengan Arhan agar menghadap nya. "Dengerin Dulu!" Kesabaran Jelita mulai habis.
"Apa sih Jil! Lo keras kepala banget sih!"
"Lo yang bikin Gue kayak gini! Gue tahu ini kantor! maka nya Jelasin ke Gue Arhan!"
Arhan mencoba untuk tenang,meski hati nya tidak karuan, Menarik nafas dalam dalam untuk menjelaskan.
"Jill Jujur aja Sebagai lelaki Normal..Gue nggak bisa terus untuk nahan Hasrat Gue saat bersama Lo.. Gue harap Lo paham kenapa Gue begini? Gue nggak mau memaksa Lo untuk memberikan Hak Gue sebagai Suami, Gue tahu Lho nggak akan melakukan hubungan Sexx dengan orang yang tidak Lo cintai..Gue juga tahu Masih ada orang lain di Benak Lo."
Jill diam membeku seketika.
"Sorry atas apa yang Gue lakukik ke Lo tempo hari". Arhan menepuk Pundak Jelita lalu pergi.
Kalimat Arhan mampu menampar keras hati Jelita, sehingga membuat nya merasa bersalah dan menyesal atas penolakan nya tempo lalu.
Jill butuh waktu untuk meyakin kan diri nya sendiri.
Tapi ia sadar jika diri nya terlalu egois.
Jelita masih berperang dengan batin nya sendiri. Di dalam rumah pun, mereka masih saling diam..hanya sesekali saja berbicara karena kepentingan.
Langit sudah mulai mendung..Angin mulai bertiup Aroma tanah basah sudah mulai tercium..terdengar suara gerimis membasahami bumi.
__ADS_1
Arhan sibuk dengan Laptop nya di depan tv, pikiran nya bercabang..Karena ia tahu Jill takut dengan petir.
Untung saja hujan tidak berlangsung lama.
Jill keluar dari kamar nya dengan celana pendek dan kaos longgar ala rumahan.
"Han! Lo mau roti bakar nggak.. biar Gue bikinin.." Jill mulai mencairkan suasana.
"Hmmm boleh.. Enak kayak nya nih!" Arhan juga ingin memperbaiki suasana.
Baru saja Jill mau beranjak, terdengan suara ketukan pintu."Udah biar Gue aja yang buka pintu!" pinta Jill.
"Nurida!" sapa Jill membuka pintu.
"Kak Arhan di rumah kan Kak?"
"Ada..silah kan masuk.."
Nurida langsung masuk bersama teman nya. Sedangkan Jelita berjalan dibelakang nya.
"Kak Arhan!" pekik Nurida.
"Hey.. ternyata kamu Nur??" Masih Fokus dengan laptop nya.
Lalu Arhan menoleh dan tersenyum sumringah
"Yasmin!" Arhan langsung berdiri. Ya! Nurida datang bersama Yasmin..teman waktu kecil nya dulu.
"Arhan!" balas Yasmin langsung memeluk Arhan.
Dengan Ragu Arhan membalas pelukan Yasmin..sampai pada saat mata nya menatap Jelita yang bersender di daun pintu. Lalu melepaskan pelukan Yasmin.
"hahahah cieee yang lama nggak ketemu.!" ledek Nurida.
Ada yang mengganjal di hatil saat Jelita melihat Arhan memeluk Yasmin.
"Yasmin! kenalin itu istri Gue??" Arhan menunjuk Jelita yang masih bersender sambil melipat tangan nya di dada
"Kamu sudah menikah Ar???" begitulah sapaan Yasmin kepada Arhan.
"Ya! aku sudah menikah.."
"Kenapa Nurida nggak cerita ya??"
__ADS_1
Kemudian jelita mendekat dan menyalami yasmin.
"Jelita.."
"Yasmin.."
"Mau minum apa??" tawar Jelita.
"Masi lemon tea hangat kan Yas???" sahut Arhan.
Membuat telinga Jelita menjadi panas.
Mereka bertiga, Arhan ,Yasmin nampak Asik dan riang.
Jill seperti boneka berada ditengah mereka. Dalam hati nya mengumpat habis habisan. Dasar Adik sepupu nggak ada Akhlak.
"Arhan! Lo kan alergi coklat! Kok malah Lo makan sih?" ingat Yasmin, saat melihat Arhan memakan Roti bakar isi selai Coklat buatan Jill.
"Oooo.ini nggak apa apa ? kalau nggak banyak, nggak bikin Alergi kambuh?" Bantah Arhan tak ingin membuat Jill tersinggung, karena Jelita tidak tahu kalau diri nya Alergi dengan coklat.
"iya nih! inget nggak sih Waktu bunda bawa Kakak ke Rumah sakit! hanya gara gara makan Es Krim coklat" sahut Nurida..
"Sorry..Gue nggak tahu!" sela Jill dengan kesal..
"Masak sih Jelita? kamu nggak tahu apa aja yang nggak boleh dimakan sama suami kamu?? Yasmin menimpali lagi.
Jelita semakin kesal dengan kalimat yang menyudut kan dari Yasmin.
"Nggak masalah! Aku emang nggak cerita sama Jill?" balas Arhan.
Mereka masih asik berbincang bincang, sampai Jelita meninggal kan mereka karena mendapat telepon.
Masih dengan pakaian yang sama, Jill langsung menyambar Jaket dan kunci mobil di atas nakas tanpa berpamitan karena terburu buru..
Arhan beranjak ingin mengejar Jelita.
"Kak! mau kemana..masak Kak Yasmin baru dateng mau ditinggal!" larang Jelita.
"Mau kemana istri kamu Ar? Kok nggak pamit.." imbuh Yasmin.
"Paling mau beli sesuatu di luar..udah lah? Lagian kan kita lama nggak ketemu. " kata Nurida.
Arhan mengurung kan niat nya untuk mengejar dan menanyakan kemana Jill akan pergi di malam begini.
__ADS_1