Karena Jelita

Karena Jelita
waduh


__ADS_3

" mana Jelita Vit!"


"Jill udah pulang Ndra!"


" Lo jangan main-main sama gue Pevita! gue bener-bener serius nyariin di mana Jelita sekarang! dari semalam gue nyariin Jill..nggak ketemu ketemu!"


"Serius Ndra! sumpah! semalem emang Gue yang ngejemput dia! terus Gue bawa balik ke sini.. terus tadi pagi dia Balik..sumpah! Gue nggak bohong!"


Andra kemudian pergi dan berdiri di depan mobil nya yang terparkir didepan kos Pevita.


Andra menyalakan Rokok dan menghisap nya, Wajah nya terlihat sangat kalut dan prustasi karena tidak menemukaN Jelita.


Andra membuang putung rokok yang masih setengah,kebawah. lalu dengan gerakan kasar menginjak injak putungg rokok sampai hancur.


"Dimanapun kamu berada..aku pasti akan menemukam mu jelita!" ucap Andra.


pikiran jelita saat ini benar benar sedang kacau, ia baru saja memutuskan untuk berpisah dari Andra pria yang sangat dicintainya sejak duduk di bangku kuliah.


dan dirinya juga harus menerima kenyataan jika mamanya malah menyalahkan dirinya, dan lebih membela keluarga barunya.


Jelita menangis sesenggukan di dalam mobil. Entah kemana ia akan pergi menenangkan Diri.


semalaman suntuk Papa menunggu kedatangan jelita, namun tetap tak pulang-pulang juga sampai pagi menjelang.


barulah terdengar deru mobil milik Jill dari halaman. lantas Papa mengintip dari arah jendela, benar saja Jill terlihat keluar dari mobil.


"Jill..dari mana?? semalaman Papa menunggu mu pulang??"

__ADS_1


"Untuk apa Papa nungguin Jill?" ucap Jelita tak menghiraukan Papa. Ia terus berjalan masuk kedalam kamar dan langsung menutup pintu kamar nya dengan cepat.


"Papa minta Maaf Jill!" dari balik pintu


" tidak ada yang perlu dimaafkan dan di minta maaf kan Pah!" jawab Jelita dari dalam kamar.


Papa menghelakan nafas panjang ... berharap hari ini Jill akan bersarapan bersama seperti biasa nya.


Papa menunggu Jill di meja makan,


"Jill! sarapan dulu.."


"Jill buru buru Pa! Jill berangkat kerja dulu!". jawab Jill tanpa melihat dan menghiraukan Papa.


lagi lagi Jill memilih untuk menghindari papa


perasaan bersalah bersarang di hati papa. seharusnya Papa tidak menampar Jill kemarin, dan harus nya mendengar penjelasan Jill terlebih dahulu.


ini kali pertamanya ia harus bertemu dengan Andra dengan keadaan yang berbeda Tidak seperti biasanya.


"Pagi Bu.." sapa salah satu seorang karyawan.


Jill hanya membalasnya dengan senyuman.


setelah sampai di ruangannya, ia duduk dan bekerja seperti biasanya, Rasanya hari ini Malas sekali ketika ia harus membaca berkas yang harus diserahkan kepada andra.


" Mer.. tolong ini surat jalannya.. berikan kepada Pak Andra dan mintakan tanda tangan beliau lalu antarkan ke divisi Produksi.."

__ADS_1


"Tapi Bu?? tadi Pak Andra sendiri yang meminta agar ibu sendiri yang menyerahkan dan mengantar kan surat jalan nya.."


tanpa berbasa-basi Jelita langsung masuk ke dalam ruangan andra.Ia mencoba untuk seprofesional mungkin.


" Selamat siang pak Andra ini ..berkas dan surat jalannya sudah saya siapkan dan sudah ditandatangani oleh Pak Japlin, Mohon untuk diperiksa dan segera ditandatangani karena hari ini bagian produksi akan segera jalan…"


"Hahaha sayang kamu lucu sekali, jika harus berbicara secara formal itu..." Andra mendekati Jelita lalu membeli rambutnya


"Stop! Maaf Pak Andra! lepaskan tangan Bapak dari kepala saya..Saya berusaha untuk menghormati Bapak sebagai atasan saya, kalau begitu saya permisi.."


"Jelita" Andra menarik tangan jelita. "Apa apan ini! kamu jangan coba coba menghindar dari ku..Dari kemarin aku nyariin kamu..Please Jill?? aku nggak bisa kalau harus seperti ini.."


"Semua sudah berakhir!"


"Tidak! Aku tidak bisa hidup tanpa kamu Jelita!Aku emang salah! aku memang melakukan kebodohan! Tapi demi Tuhan Jelita Aku tidak pernah menginginkan untuk tidur bersama Hilda! Aku terjebak minumanku diberi obat perangsang oleh Hilda! demi apa pun aku bisa membuktikannya"


"Diam!" teriak Jelita seolah mengorek luka lamanya lagi.


" Kamu pikir aku nggak tersiksa Andra! kamu pikir aku nggak sakit hah! Harus nya kamu sadar! hubungan kita ini salah! nggak Seharusnya aku mempertahankan hubungan ini! gimana aku bisa hidup dengan kamu! Kalau keluarga kamu nggak bisa nerima aku! kamu tahu siapa Hilda???"


Andra hanya bisa terdiam saat melihat Jelita mengeluarkan rasa emosional nya sambil menangis. Baru kali ini Andra melihat Jelita sesedih ini.


"Dengerin aku dulu jill?" Andra mencoba untuk menenangkan Jelita dengan meraih pundaknya namun lagi lagi ditepis oleh jellita.


" kamu yang harus nya ngedengirin aku! kamu tahu nggak siapa Hilda! dia anak tiri Mama ku Ndra!"


"Apa!" Andra sangat kaget mendengar penuturan Jill.

__ADS_1


"Dan kamu tahu! kemarin aku dilabrak dan di maki habis habisan oleh Mama ku sendiri! kamu bisa ngrasain nggak sakit nya Aku!" bentak Jill sambil mengusap air mata nya. "Untuk datang ke kantor ini saja..aku harus mengumpul kan tenaga! agar aku nggak lemah Ndra! ini semua memang nggak mudah buat aku dan kamu! jalan terbaik untuk kita memang harus berpisah!" tambah Jill dengan nada yang bergetar. langsung pergi dari hadapan Andra


"Tidak bisa Jill! aku tidak perduli! aku tidak bisa hidup tanpa kamu jelita!" teriak Andra.


__ADS_2