Karena Jelita

Karena Jelita
marahan


__ADS_3

Rasanya nggak tega banget mau bangunin jelita yang sudah tertidur pulas, aku tahu pasti dia sangat kecapean.


Aku sengaja membuka sealt belt yang melingkari bagian Jill tanpa membangungkan nya.


"Arhan!" tiba tiba bangun dengan sedikit berteriak Jelita kaget melihat ku.


"Sorry! tadi nya Gue nggak mau ngebangunin Lo" jawab ku dengan salah tingkah, lalu ku urung kan niat ku.


"Nggak apa apa!" jawab Jelita nggak enak hati.


Tengah malam kami baru sampai rumah.


"Han! Gue pinjem baju Lo ya? nggak enak jam segini ngebangunin Nurida.."


"Pake aja..emang Lo nggak ada baju ganti??"


"Di kamar semua..nih Gue nyari nyari juga nggak ada" Jelita mengolak ngalik tumpukan baju yang sudah selesai di Loundry.


"Pake aja baju Gue.."


"Mana Handuk Lo?" tanya jelita memasuki kamar.


Aku sempat Syook melihat penampilan Jelita saat ini, walau hanya memakai kaos Jelita terlihat cantik dan seksi, keluar dari pintu kamar mandi sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk.

__ADS_1


"Nih Handuk Lo? Giliran Lo yang mandi sekarang!" sambil menyodorkan handuk kepada ku.


Saat iki aku sudah selesai mandi, Aku hanya mengenakan Handuk yang meliliti pinggang.


Ternyata Jelita sudah tertidur pulas di ranjang. Lagi lagi aku harus mengorban kan hasrat ku malam ini..Bagai mana aku tidak bergairah melihat pose tidur Jill yang menggoda seperti itu.


Ditambah lagi dalaman nya yang berwarna merah terlihat dengan jelas..Sial Jeta tidak memakai celana pendek..Hanya memakai kaos ku saja seperti daster.


"Andra..." Jill mengigau menyebut nama Andra.


Seketika Hatiku menjadi kesal mendengar Jelita menyebut namanya. ternyata selama ini Jelita belum bisa melupakan Andra .


aku memilih untuk tidur di depan TV saja. Entah kenapa malam ini rasanya aku tidak rela sehingga membuat ku marah pada Jelita.


Jelita


lalu aku bangun untuk mencari keberadaan nya. Aku nggak nyangka Arhan bakalan tidur di depan Tv. Ku lihat jam di dinding masih jam 2.10 pagi.


Ternyata Aku baru tidur kurang lebih 2jam.


"Han..bangun?" ku goyangkan tubuh nya dengan lembut "Bangun..ayo pindah? ngapain Lo tidur di sini...Arhan Ayo bnagun?"


Dengan tekantuk kantuk Arhan bangkit perlahan sambil menguap namun di turupi dengan punggung tangan nya.Duduk bersila di atas sofa dengan memeluk bantal.

__ADS_1


"Tidur aja Lagi Lo..biar Gue tidur disini Aja!"


"Kenapa?? Lo nggak nyaman tidur di kamar Lo?? karena ada Gue??


Arhan menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkan dengan kasar.


"Kalau Lo nggak nyaman..Lo kan bisa bilang? biar Gue tidur sama Nurida.." tambah Jelita ,belum sadar kalau Arhan sedang kesal dengan nya.


"Ya Gimana Gue mau nyaman..Kalau Lo manggil nama Andra terus!"


"Sory.." Mungkin karena Naluri alamiah Jill langsung memegang tangan Arhan. "Lo kan tahu sendiri..nggak Mudah bagi Gue ngelupain Andra.." muka Jelita berubah menjadi tidak enak di pandang.


"Whatever lah!" Arhan kembali pada posisi semula ,kembali menata bantal untuk tidur


"Biar Gue tidur sama Nurida aja! Lo balik ke kamar Lo...dari pada Lo tidur disini!" tegas Jelita berangsur untuk pergi ke kamar nya..


"Jangan! Lo balik aja ke kamar Gue aja.. nggak enak kalau nurida tahu! biar Gue disini..Nggak apa apa kok!"


"Justru semakin nggak enak kalau Nurida tahu Lo tidur disini.."


Dengan setengah kesal dan tanpa berbas basi Arhan langsung menyambar tangan Jelita. Menggelandang nya untuk kembali ke kamar mereka.


"Kalau Lo serius mau melupakan masa lalu Lo yang buruk! Nggak usah Lo mikirn Andra lagi ! " pesan Arhan saat membuka selimut untuk tidur, sontak membuat Jelita tersinggung.

__ADS_1


"Terserah apa kata Lo!" balas jelita.


Malam.ini merek tidur sling membelakangi dengan perasaan mereka yang sama sama kes


__ADS_2