Karena Jelita

Karena Jelita
tercium


__ADS_3

" Apa Pak Andra masih sibuk di dalam Mer?? tolong panggil kan sebentar" pinta ku Pada Meriska.


"Pak Andra kan Cuti Bu? Besok baru pulang?"


"Apa!" aku benar benar tak Percaya dan sangat kaget, setelah mendengar penjelasan dari Meriska.


"Maaf Bu... saya tidak bermaksud.." Meriska tak meneruskan ucapan nya, seketika wajah nya berubah.Mungkin ia merasa tidak enak padaku.. Sekuat tenaga, aku membendung kemarahan ku.


Perempuan mana yang tidak marah dan kecewa, Aku ini masih istri nya. bisa bisa nya Mas Andra melakukan ini padaku. Ternyata ini alasan nya, yang kata nya sibuk tidak bisa menghadiri acara Ulang tahun Papa.


"Apa Jelita juga sedang Cuti Mer??" tanya ku lagi, fikiran ku langsung tertuju pada Jelita. Selama ini aku sudah diam mencoba untuk sabar.


tapi tidak untuk kali ini, aku sudah benar benar marah dan harus membuktikan nya sendiri. Jika Mas Andra memang ada hubungan dengan Jelita.


"Kebetulan Bu Jelita juga sedang mengajukan cuti Bu?" Jawab Meriska merasa tidak enak.


Fix, benar kali ini..kurasa suami ku sedang pergi dengan perempuan ini dalam batin ku. "Apa kamu tahu Mer?? Bu Jelita Cuti kemana?"


"Maaf Bu.. saya tidak tahu".

__ADS_1


Aku sudah tidak sabar lagi, aku langsung masuk keruangan Ma Andra.


"Maaf Bu Hilda! Ruangan Pak andra tidak boleh di masuki oleh siapa pun Tanpa seizin dan sepengetahuan beliau Bu.." cegah Meriska.


"Aku ini Istri nya Mer! Kantor ini milik Suami saya!" Aku tak menghiraukan Meriska.


Aku menangis sejadi jadi nya di ruangan Mas Andra. Setelah sedikit lega dan sudah mulai tenang, aku mencoba membuka dan memeriksa beberapa laci karena aku ingin tahu apa sebenar nya yang disimpan suami ku.


Aku tidak sengaja menemukan Foto lawas di laci Meja yang biasa nya digunakan Mas Andra untuk bekerja. Foto lawas dirinya bersama Jelita. "Dyarr!!!" Hatiku bagai disambar petir.


Foto semasa Kuliah mereka Dulu, dan satu lembar foto dimana Suamiku berpose sedang mencium pipi Jelita, Dan Jelita sedang membawa kue ulang tahun dengan latar Club Malam.


Tapi foto ini bukan lah bukti yang kuat untuk menunjukan kecurigaan ku selama ini. Lalu ku cari lagi dan kubuka buka tumpukan kertas di dalam laci dan di atas meja.


Tidak Sengaja aku membuka Map berwarna hijau, kulihat ada nota jual beli rumah dengan nominal yang cukup Mahal, seharga 3M kurang lebih nya,


Lalu ku baca dengan teliti, lagi lagi aku tak percaya dengan apa yang kulihat.Lagi lagi Mas Andra tidak tanggung tanggung untuk menyakiti ku..


Ya! Nota jual beli itu atas nama Andra Wiryawan, namun Hak milik atas Nama Jelita Ayuri. Apa salah ku sehingga Mas Andra setega ini padaku. Aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, cukup sudah bukti bukti kecurigaan ku selama ini.

__ADS_1


Aku ingin berteriak sekeras mungkin untuk meluap kan pahit nya hatiku.


Bali


"Kenapa?? capek? besok kita pulang ke Jakarta Jill.."


"Aku kepikiran Arhan aja Ndra..kira kira gimana ya keadaan nya sekarang??"


"Ngapain Sih! kamu mikirin Arhan..Yang penting kamu sudah bertanggung jawab!"


"Bukan nya gitu Ndra...? Nama nya manusia, punya Simpati juga Dong? Kalau nggak ada dia..entah apa jadi nya?!"


"Kamu mau beli apa lagi?? mumpung kita Di Bali? besok kita harus sudah pulang. ??"


"Makasih Ya Ndra..udah ngajakin aku liburan..udah di beliin rumah.."


"Apa pun! akan ku berikan untuk Kamu Jill? tetap disamping ku ya??".


Pinta Andra padaku, aku tersenyum getir. Entah sampai kapan hubungan ini berjalan. Kalau saja Andra masih sendiri seperti dulu tidak terikat pernikahan dengan perempuan lain, aku tidak akan mempermasalah kan ya..

__ADS_1


Tapi saat ini dirinya sudah terikat dengan wanita lain? Aku juga lelah jika harus seperti ini terus.


__ADS_2