Karena Jelita

Karena Jelita
Prioritas


__ADS_3

"Bu Jelita! pak Aan…" Mariska tidak meneruskan ucapannya ketika melihat Andra menggandeng tanganku.


" Hai Mer.. Mau makan juga... gabung sama kita aja yuk... kita juga mau makan siang nih…"


" nggak Bu… Bu Jelita aja duluan..Sama Pak Andra" Tolak Meriska dengan tidak enak.


" tidak apa-apa Mer… Ayo ikut saja Kebetulan aku sama Jelita memang mau makan siang di sini, daripada kamu sendiri …mendingan gabung Satu meja sama kita masuk yuk"


Sebenarnya aku sungkan untuk menerima ajakan Bu Jelita dan Pak Andra namun lebih sungkan lagi, jika aku menolak ajakan mereka Oh tahu begini aku nggak akan ke sini.


aku sangat canggung sekali saat berada satu meja dengan mereka pikiranku mulai terbang kemana-mana Benarkah selama ini gosip yang beredar. Aku bingung harus mulai pembicaraan dari mana karena kulihat dari tadi Pak Andra sangat memperhatikan Bu jelita.


Setahu aku sih mereka memang dekat dari dulu tapi sekarang kan Pak Andre sudah menikah. masa iya mereka masih berkelanjutan mau nggak percaya tapi kenyataannya mereka dekat Aduh jadi aku sendiri yang merasa tidak enak.


Pak Andre izin ke toilet, tinggal aku dan Bu jelita yang berada di meja


"Bu jelita tadi enggak sengaja juga ya, ketemu Pak Andre di sini.." aku mulai membuka percakapan dengan bercerita


" menurutmu gimana Mer?"


" Aduh maaf ya Bu… ya pasti seperti saya kebetulan"


" pasti kamu bingung dan menerka-nerka kan Mer hahaha"


" Maaf Bu.. kalau boleh tahu Istri nya Pak Andra mana ya..? " tanya ku dengan hati hari dan ragu ragu. Agar Bu Jelita tidak tersinggung.


"Yang kamu lihat gimana Mer?"


"Maaf kan saya bu.. saya tidak bermaksud untuk???"


"Tidak apa apa Mer..jangan merasa tidak enak, Aku nggak akan Marah..Ya seperti yang kamu lihat..Memang terkadang realita susah diterima oleh nalar.. tapi memang ini kenyataan nya.."


"Maksud nya. "


"Meriska.. kita sudah sama sama Dewasa, Tidak perlu saya jelas kan..Kamu pun sudah paham..."


"Lama Ya!" sela Pak Andra yang tiba tiba sudah datang.


"Tidak.. udah di toilet nya.. kamu mau pesan Apa Ndra." tawar Bu jelita.

__ADS_1


"Aku sama seperti yang kamu pesan.."


fix kali ini aku yakin dengan perasaanku kalau Pak Andra memang masih menjalin hubungan dengan Bu jelita, desas-desus yang beredar di kantor adalah memang benar jika Bu Jelita pacaran sama Pak Andra sejak duduk di bangku kuliah, namun tidak direstui keluarga Pak Andra. tapi tetap berkelanjutan sampai sekarang. Lebih baik aku diam pura-pura tidak tahu saja ,sebab jika aku salah bicara bisa-bisa aku dikeluarkan dari kantor.


kehidupan orang-orang kaya dan orang-orang pintar itu memang rumit sekali, namun tidak bisa dipungkiri Bu Jelita itu selain cantik memang pintar, pokoknya Sempurna bangetlah sebagai perempuan, benar saja Pak Andra enggak bisa move on dari Bu Jelita. mereka benar-benar pasangan yang serasi tapi sayang Bu Jelita bukan pasangan yang sesungguhnya Pak Andra.


"Terimakasih traktiran nya ya Pak.."ucap ku.


"Sama sama Mer.." Lalu kami berpisah.


"Sayang.. nanti aku langsung pulang ya?"


"Kok Gitu sih! nggak masuk dulu.."


"Semalem kan aku udah nemenin kamu Jill?"


" Aku pulang ya..kamu tahu sendiri Gimana Mama kan? aku malas ribut -ribut sama Mama.."


"Aku tahu..udah lah aku nggak mau berantem!"


"Sayang..apapun yang terjadi, Kamu nggak boleh punya fikiran kayak kemarin..Apapun yang terjadi..kamu tetap prioritas utama ku.."


"Ya! Tapi aku tetap cemburu Andra! aku harus ngebanyangin kamu berdua satu kamr sama istri kamu setiap hari! setiap malam!"


"Lama lama gimana?"


"Jelita..kenapa kamu jadi gini sih? kita hudup bersama sudah hampir 6tahun lebih lho Jill..apa aku pernah menghianati mu...oke? kalau kamu masih nggak percaya..Gimana kalau kita menikah saja?"


" Kamu mau carai sama istri kamu?"


"Kita nikah sirih aja dulu...Sampai benar benar waktu nya memungkin kan, Aku akan menceraikan Hilda..dan baru kita nikah secara hukum?"


"Konyol! jangan bilang janji kalau kamu sendiri belum tentu bisa nepatin nya Ndra.. sedang kan kamu sendiri nggak tahu kapan datang. ya waktu yang memungkin kan..Nggak! aku nggak mau! Sama aja menutupi Muka yang sudah terkena kotoran!"


"Biar kamu percaya Jill! Kalu aku bener bener cinta sama kamu..aku pengen mempertahanin kamu..aku pengen kamu tahu kalau kamu selalu menjadi prioritas utama ku!"


" Udah.. udah..lebih baik aku turun sekarang, Bye! hati hati dijalan" Pamit ku pada Andra,Tak lupa aku mengecup bibir manis nya.


Aku membalikan badan lagi setelah turun dari mobil.

__ADS_1


"Ada apa Jill?"


"Nanti malem aku mau jalan sama Pevita.."


"Kemana? ke Crwon? kamu boleh ke Crown asal jangan sampai mabuk berat seperti semalam.."


"Oke!".


melihat Mas Andre sudah pulang, yang langsung meletakkan ponselnya di atas nakas, lalu masuk kamar mandi tanpa menyapa aku.


tanpa Sengaja aku melihat notifikasi masuk ke dalam ponselnya , meski ponselnya di kunci entah apa kata sandi nya. Aku pun tidak tahu, tapi masih kelihatan , Bahwa ada transaksi pembayaran Perhiasan sebesar Hampir 200juta.


Aku tidak merasa dibelikan perhiasan oleh Mas Andra? Lalu siapa.. Benar benar kelewatan kali ini.


"Mas Andra!"


"Aku tidak ada waktu untuk menjawab setiap pertanyasn mu..Aku lapar, lebih baik aku kita turun untuk Makan!"


"Jelas kan sama aku! Kamu beli perhiasan untuk siapa!"


"What?"


"Jangan pura pura tidak tahu!"


"Hilda! aku sudah bilang padamu..jangan terlalu ikut campur dengan masalah ku!"


"Aku istri mu Mas!"


"So??"


"Sampai kapan kamu mau seperti ini Mas Andra! Aku mohon coba buka hati kamu intuk ku! Aku tulus sayang sama kamu!"


"Aku tidak mau berdebat dengam mu Hilda..kalau kamu mau perhiasan, bilang saja..aku akan membelikan nya untuk mu.."


"Ayo Ndra! kita makan di Luar.." potong Mama tiba-tiba membuka pintu kamarku.


akhirnya aku diam tidak meneruskan perdebatan ku dan mas Andra.


" Andra capek Ma.. mau mana sih?"

__ADS_1


" Weekend lah Ndra.. kita makan di luar ya… Papa udah nunggu tuh di bawah!"


kami memutuskan makan bersama di sebuah restoran Elite.


__ADS_2