
Arhan merasa sangat bersalah, menunggu Jelita pulang diruang tamu..
Tadi Arhan ingin menyusul..tapi sayang ,setelah melihat jam di dinding waktu sudah menunjukan pukul 9malam.
Satu jam Arhan menunggu dengan perasaan resah,bolak balik melihat Jam di dinding.
Akhir nya Yang ditunggu tungu datang juga.
"Cklek!" Suara pintu terbuka.
Arhan langsung bergegas menyambut Jelita.
"Jelita..." panggil nya.
Namun sayang, Jelita hanya diam melewati nya .Berjalan Lunglai dengan wajah pasi tak berekspresi. Masih Jelas Mata cantik nya yang sembab,
"Jelita..." Arhan kembali mencoba mengejar jelita.
Jelita hanya mengangkat tangan nya ,sebagai pertanda Jelita ingin sendiri.
Arhan menyadari letak kesalahan nya, bahkan merutuki kebodohan nya sendiri. Seharus ia tidak pergi hari ini.
Jelita sudah bersih dan kini memakai piama warna Lime..Tidur memeluk guling dengan membelakangi Arhan.
"Jill..."Ucap Arhan Lirih sambil menarik bahu Jelita agar menghadap ke Arah nya. Namun Jill tidak bergeming,tetap pada posisi nya.
"Jill Maafin Gue..." tambah Arhan lagi,merasa sangat bersalah.
Terdengar suara isakan tangis Dari Jelita. "Lo nangis??"
Jill masih tak bergeming.
"Maafin Gue Jill...Gue terlalu egois." Arhan langsung mendekap jelita sesekali menciumi pucuk kepala nya.
"Lo jahat!" balas Jelita sambil menghirup ingus nya yang keluar. "Besok Gue mau pulang ke Rumah Papa! Lo jangan ikut! hik hik hik!"
__ADS_1
"Jangan! Gue emang salah! tapi Gue nggak ngijinin Lo pulang tanpa Gue!"
"Jahat! egois! nggak punya hati Lo!"
Arhan langsung bangkit dan duduk. "Jill? Gue ngaku salah! please jangan tinggalin Gue? Tadi kena macet..maka nya gue telat.."
"Iya! semua karena ada Yasmin! " Jelita sudah tidak tahan lagi.
"Tadi kan Gue udah ijin?? kalau Lo nggak ngebolehin..Ya udah..Gue nggak pergi??"
"Capek Gue ngomomg sama Lo!"
"Oke! besok Gue nggak akan pergi lagi sama Yasmin tanpa ada Lo!"
"Kalau emang Lo masih suka! Lanjutin aja cinta Lo yang belum kelar! Talak Gue sekarang!"
"Jelita! bisa bisa nya Lo ngomong talak! Semudah itu Lo ngomong Talak! Lo anggap apa pernikahan kita!" Kemarah Arhan Justru memuncak.
Arhan meninggal kan Jelita,karena ia tahu saat ini Jelita sedang tidak bisa di ajak bicara.
Jelita clingukan mencari Arhan saat bangun tidur, Ternyata Arhan berangkat lebih dulu tanpa berpamitan..
Dikantor.
ketika berpapasan dengan jelita, Arhan tidak menyapa dan hanya diam. seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka, membuat Jelita semakin kesal.
siang ini pun ia tidak mengajak Jelita untuk makan siang apa lagi minta maaf, lagi lagi saat berpapasan ia seolah tidak mengenali Jelita seperti pertama kali bertemu.
di rumah pun begitu, arhan hanya menyiapkan makanan tanpa menemani Jelita makan malam. dan Memilih tidur di depan tv.
seolah sengaja menghindar jika bertemu dengan Jelita.
Jelita masih dalam mode sabar, pagi ini berencana mengibarkan bendera perdamaian. Seperti biasa menyiap kan sarapan..
"Ceklek!" Arhan menutup pintu kamar. Sedikitpun tidak menoleh ke arah meja makan apa lagi menoleh pada Jill, Langsung pergi berangkat kerja tanpa berpamitan.
__ADS_1
"Oke! kesabaran ku sudah habis!" Jelita berbicara pada diri nya sendiri.
Makan siang,
Jelita melirik ruangan Arhan,ternyata Arhan sudah tidak ada disana. "Oke Jill! semua nya sudah jelas!" meyakin kan dirinnya sendiri.
Akhir nya Jelita makan siang bersama Pak Japlin di Resto Selera Rasa .
Saat membuka pintu tanpa di sengaja Mata Jelita mengarah pada mata Yasmin,seperti Gayung bersambut. Mata mereka saling bertemu.
Ya benar Lelaki yang memunggungi nya adalah Arhan suami nya. Yasmin semakin tertawa cekikikan terlihat sangat dekat, Hati Jelita langsung memanas.
"Kenap jill?"
"Nggak kenapa kenapa Pak?? ayo masuk!" tawar Jill
Jelita sengaja memilih duduk berlawanan arah, sehingga diri nya menghadap ke Arah Arhan.
Arhan masih tak bergeming,meski pandangan mereka bertemu,Arhan seolah cuek tak perduli dengan keberadaan Jelita. Justru semakin Akrab dengan Yasmin tertawa cekikikan.
Tak lama kemudian Andra datang, duduk persis di sebelah Jelita. Kedatangan nya hanya untuk membicarakan bisnis.
Arhan mencuri curi pandang, Kini giliran dirinya seperti cacing kepanasan. Jelita sudah tidak perduli lagi..sengaja membalas Arhan, Agar merasakan apa yang dia rasakan saat ini.
"Jill gimana kalau setelah meninjau lapangan,kita mampir dulu jalan jalan.."
"Kita lihat nanti saja Ya Pak.." kata Jelita sambil merapi kan laptop nya.
" Biar aku antar Pulang ya?" tawar Andra.
Terdengar sampai ke telinga Arhan sehingga membuat hati nya semakin panas.
Jelita hanya tertawa, meski sebenar nya menolak.
"Jelita!" panggil Pevita dari arah pintu terus bergabung bersama Jill dan membisikan sesuatu.
__ADS_1