
Aku memasuki sebuah Restoran yang cukup keren, dan Pas sekali untuk acara kumpul keluarga. Malam ini aku pergi bersama Pevita.
Baru saja aku memasuki pintu masuk, lengan ku tiba tiba di tarik oleh Pevita.
"Jill! mending kita balik aja lah..."
"Kenapa sih Vit! tadi Lu semangat banget ngajak makan disini.. Lagian udah boking tempat juga..Jangan ngadi ngadi deh Lu!"
"Bukan nya Gitu Jill?"
"Nggak jelas Lu!"
"Itu!" Mata Pevita sembari memberi isyarat, dan aku mengikuti kemana arah sorot mata Pevita.
Aku sangat kaget, ternyata disana ada Andra dan keluarga nya.
Dan sial nya lagi, Mata ku dan Mata Mama.nya Andra tanpa sengaja saling menatap. Terlihat jelas sorot kebencian yang terpancar.
"Masuk aja Vit!" ajak ku dengan gemuruh di dada.
"Serius Lu Jill"
Aku terus berjalan melewati tempat duduk keluarga Andra. Dan Sial nya lagi aku duduk Tepat di samping keluarga Andra.
Bodo amat lah, Andra masih belum ngeh kalau aku dan Vita duduk disamping nya.
Sampai vita memanggil Pramusaji dan memesan makanan.
Akhir nya Andra menoleh pada sumber suara yakni pada pevita,Lantas Andra tak sengaja menatapku. kami saling memandang setelah beberapa saat menatap ,aku langsung memalingkan muka, Kebetulan sekali Posisiku 1 baris dengan Andra, dengan Arah menghadap mamanya.
Sepertinya Andra telah selesai makan malam, aku berpamitan pada Pevita untuk ke kamar mandi. jelas selang beberapa saat kemudian Andre juga menyusul ke kamar mandi.
Mamanya Andra sepertinya Curiga dengan Andra, setelah Andra menyusulku ke toilet Tak lama kemudian Mamanya juga datang menemui kami.
"Andra! pulang sekarang!"
"Mah! Apa'an sih Mama.."
__ADS_1
"Istru kamu sudah menunggu!" lalu mamanya Andra menarik lengan Andra. Aku tidak menyangka jika hari ini akan bertemu Andra secara tidak sengaja dengan cara seperti ini.
Tadi Andra mencoba menjelaskan semuanya kepadaku, bahwa ia kesini tidak atas keinginan nya sendiri, Melain kan karena Mama nya yang mengajak.
Aku hanya tersenyum mencoba mengerti keadaan Andra..meski sebenar nya hati ku sangat sakit.
Aku duduk di kursi ku lagi..,ku lihat tempat duduk keluarga Andra sudah kosong.
"Andra tadi nyusulon Lu kan Jill?"
"Ya.."
"Gila! nggak ada takut takut nya tu bocah..kalau ketahuan istri nya..Apa emak nya tadi juga ikut nyusulin.."
"Ya ..begitulah Vit!"
"Ya Tuhan! tahu begini Gue nggak ngajakin Lu makan disini Jill..Sory bangey ya Jill! sumpah Gue nggak tahu..kalau Andra dan keluarga nya juga makan di sini..."
"Gpp Vit..udah sante aja.. udah mendingan makan aja..."
"Gimana Lu jadi ngambil S2?"
"E..lah! langsung daftar aja ! nggak usah di pikirn si Andra!"
"Lu tahu sendiri kan..Kan dia yang bayarin.."
"Lha Lu kan punya Duit sendiri? gaji lu juga lumayan Jill?"
"Hahahah Pevita! Lu kayak nggak tahu kehidupan Gue sih! mana cukup Vit? Lagian ke enakan Istri Andra lagi...Duit nya masuk ke Rekening dia semua! duit Gue? ya Gue simpen sendiri lah!"
"Hahahh Gila! Gue suka gaya Lu..Udah dapat mobil Alparth, Uang jajajn naik..sekarang minta di sekolahin lagi! konyol Lu jill!"
Aku sangat kaget, Ketika Mama nya Andra tiba tiba datang menghampiri kami.
"Heh! Perempuan tidak jelas asal usul nya! jauhi anak saya! kamu kan tahu anak saya sudah menikah! dasar perempuan tidak tahu malu! Berapa uang yang kamu ingin kan! hah!
katakan! Saya akan memberi kamu uang, sesuai ke ingin kamu! Asal kamu tinggal.kan anak saya!"
__ADS_1
"Tante! Tante tidak pantas berbicara seperti itu!" sela Pevita.
"Diam kamu!" sambil menunjuk wajah Pevita.
"Sekali lagi! Saya ingat kan kamu.. Kamu itu tidak pantas untuk anak saya! Seharus nya kamu ngaca! Kamu tidak selevel dengan keluarga saya! Kamu dari kalangan rendahan yang tidak jelas! Bahkan sangat buruk! Lihat menantu saya! apa kamu tidak tahu malu..masih mengejar ngejar anak saya!"
"Saya tidak akan menjawab apa pun kata kata yang keluar dari Tante..Karena saya menghormati tante sebagai ibu nya Andra."
"Saya tidak perlu dan tidak butuh dihormati oleh perempuan seperti kamu! Tinggal kan anak saya! Sekuat apa pun kamu berusaha..Kamu tetap tidak pantas untuk Andra! dan sekeras Apapun kamu untuk bersama Andra! Setatus kamu tidak akan pernah berubah! Kamu tetap berasal dari keluarga Rendahan tang sangat tidak jelas!"
"Tante! Tante sangt keterlaluan! Seharus nya Andra yang harus tante nasehati..Agar meninggal kan Jelita! dan satu lagi Memang status sosial Tante sangat tinggi..tapi sayang tante tidak punya hati dan etika!" sahut Pevita.
"Diam kamu! Perempuan Murahan seperti dia!(menunjuk wajah ku) tidak pantas untuk di hormati!" Lalu setelah Puas memaki ku, Mama Andre langsung pergi.
Perasaan ku saat ini benar benar tidak bisa di gambar kan lagi..aku mencoba sekuat tenaga untuk tidak menangis di depan Pevita.
Harga diriku benar benar di injak ijak oleh Mama nya Andra. Seandai nya aku bisa memilih..Aku tidak akan memilih seperti ini.
Aku tahu siapa pun yang melihat Pasti akan menyalah kan ku, akan menganggap ku sebagai Duri dalam pernikahan Andra. Padahal aku lebih dulu mengenal dan menjalin hibungan dengan Andra. Hanya saja posisi ku yang tidak tepat.
"Jill..Lu nggak apa apa kan? kelewatan memang Mama nya Andra! nggak ada sopan sopan nya dia punya mulut! kalau saja bukan Mama nya Andra! udah Gue balas balik! Gue Maki Maki!"
"Tenang Vit..Gue nggak apa apa.Posisi Gue memang kurang tepat.."
"Sabar Ya Jill..memang ini Resiko dari keputusan yang Lu ambil..tapi sebagai sahabat Lu, Gue berharap..Lu bisa mendapat kan kehiduoan yang lebih baik dari sekarang..Dan menemukan orang orang yang bisa nerima Lu apa ada nya Jill.."
"Hahahah" Aku tertawa getir dengan mata yang berkaca kaca. "Gue sendiri nggak tahu Vit, Gimana hidup Gue ke depan.."
"Lu nggak boleh putus Asa Jill? Guw yakin? suatu saat nanti Lu pasti akan nemuin kebahagiaan..."
"Semoga saja Vit...".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku sibuk dan fokus menyetir. meskipun sebenar nya fikiran ku tertuju pada Jelita.
Apa lagi saat Mama berpamitan ingin ke toilet sebelum pulang tadi.
__ADS_1
Aku masih diam tanpa berbicara pada Hilda.t