
Teman-teman Oliv bertanya-taanya kenapa dengan Oliv?jam pulang kuliahpun tiba,,tetapi ternyata sedang hujan deras.
"Liv-Liv tunggu kamu mau kemana,dluar hujaan?"Teriak Amara.
"Aku mau pulang Ra"Jawab Oliv lesu.
"Liv kamu sedang ada masalah?seharian ini aku perhatikan kamu tak bersemangat seperti kemaren lihat sekarang lagi hujan yang benar saja kamu mau hujan-hujanan Liv".
"Gak kok".
"Bohong,,,ayoalah Liv kamu cerita kita ini sahabat kamu bukan hanya teman kampus Liv,kalau ada apa-apa ceritalah berbagi sama kita siapa tahu kita bisa bantu"Sambung Lian.
"Ya biar beban kamu berkurang,kita gak akan ember kok"lanjut Amara.
"Oliv akhirnya menangis dipelukan Lian".
"Menangislah jika itu mengurangi beban fikiran kamu Liv".
"Kita duduk disana yuk biar enak ngobrol"Ajak Amara.
Mereka duduk diteras ruang musik yang jauh dari mahasiswa-mahasiswa yang laen agar bisa leluasa bercerita.
Oliv masih sesenggukan menangis,dari jauh Gibran melihat Oliv menangis dia ingin sekali nyamperin mereka ngobrol ingin tahu Oliv kenapa,ingin memeluk Oliv dan menenangkanya.
"Udah brow lo samperin saja itu Oliv dan gengya daripada lo gelisah sendiri dan menerka-nerka"Usul Harun.
"Gak segampang itu brow,,kalau ada aku nanti Oliv gak mau cerita sama temen-temanya gimana?".
"Ahaaa!gini aja lo pinjam kunci ruangan musik sama tukang kebun saja kan dia tu yang selama ini menyimpan kunci-kunci semua kampus ini,lo bilang aja ada barang lo ketinggalan gitu dan lo lewat pintu belakang buat nguping pembicaraan mereka"Usul Arka.
"Ide bagus tu,,pinter juga otak lo haha thank you brow"Gibran kegirangan.
"Ya lah gue gitu lo,,membusungkan dada".
"Mulai deh sombongya,udah kita balik aja biarin Gibran melakukan misinya sendiri"Ajak Harun.
"Ok siaapp".
Akhirnya Gibran menuruti saran dari Arka untuk untuk meminjam kunci kepada pak tukang kebun mudah saja bagi Gibran meminta kunci karena seluruh sekolah tahu kalau bokapnya Gibran penyumbang dana terbesar di kampus Permata ini.
__ADS_1
"Ceritalah Liv ada apa sama kamu?jika kamu gak keberatan"Tanya Amara sekali lagi.
"A aku gak punya masalah ko,tapi nenek aku sedang sakit beliau dirawat dirumah sakit,hanya dia yang aku punya Ra,dia pengganti ayah dan ibuku semenjak mereka meninggal"Akhirnya Oliv bercerita.
"Aku ingin sekali pulang tapi kan kalian tahu aku mahasiswa baru,masak mau ijin lama pasti kan gak dibolehin,,apa lagi aku lagi kerja".
"Ya aampun,yang sabar ya Liv kami tahu gimana perasaan kamu,,ya kampus kita sangat ketat peraturanya,,tiba-tiba Amara ada ide untuk minta bantuan sama Gibran pasti dia bisa nolong Oliv"batin Amara.
"Ya udah Liv kita doakan saja nenek kamu semoga cepat sembuh ya"Bujuk Lian.
"Kita nanti akan fikirin caranya gimana kamu bisa pulang sehari atau dua hari"Sambung Amara.
"Benarkah,,emang boleh?"Semangat Oliv.
"Insaalah Liv,,Amara mengkode kedipan mata kepada Lian,,dan Lianpun paham maksud kode itu.
"Terima kasih teman-teman,Oliv memeluk Amara dan Lian bergantian".
"Eh jemmputan kita udah datang tu kita duluan gak pa-pa ya Liv"Ucap Lian gak enak hati.
"Ya gak apa-apa ko Yan,,Ra kalian pulang dulu aja".
"Ya tenang"byee.
Kini tinggal Oliv yang termenung sendiri di teras itu,sedangkan Gibraan sudah mengetahui alasan kenapa Oliv tidak seperti biasa,Gibranpun berinisiatif akan ijin ke papanya untuk mengantar Oliv pulang kampung.
"Alahmdulilah hujanya reda lebih baek aku cepat pulang lah daripada nanti hujan lagi"Oliv melangkah ke depan kampus untuk menunggu ojol pesananya.
"Duh kok lama banget seh ojolnya,,udah mendung lagi aja neh"gerutu Oliv.
Saat Oliv tengah gelisan menunggu ojol pesananya Gibran datang menghampiri.
"Liv pulang bareng yuk?"Ajak Gibran.
"Tapi kak aku sudah pesan ojol".
"Udah kamu batalin aja keburu ujan,cepetan naek".
Mau gak mau Oliv akhirnya ikut Gibran dan membatalkan pesanan ojolnya yang ternyata sedang mengalami musibah yaitu ban bocor.
__ADS_1
"Pegangan ya?"Saran gibran.
"Iya kak,tapi jangan ngebut-ngebut aku takut".
Gibran pun melajukan mottornya dengan kecepatan lumayan kencang karena cuaca sangat mendung,,tetapi ditengah perjalanan hujan pun turun dengan derasnya,Gibran tak tega jika membiarkan Oliv basah kuyup akhirnya Gibran mencari tempat berteduh.
"Kita berteduh disini dulu ya"?sebuah rumah kosong dipinggir jalan.
"Ta tapi aku takut"Rengek Oliv.
"Hahaha kamu penakut ya,ini siang bolong Liv,gak ada juga hantu nongol disiang bolong"Gibran menertawakan Oliv.
"Ihhh kamu nyebeliinnnnn malah ngetawain aku,,lihat itu sekitar kelihatan serem,namanya takut mau siang atau malam tetep takut"Oliv memukuli tangan Gibran,sambil mengerrucut kan bibirnya.
"Trus kita mau berteduh dimana,lihat ne kita aja udah basah,gak usah takut kan ada aku,,Gibran memegang tangan Oliv untuk sesaat mereka beradu mata saling berpandangan".
"Kak lepaskan,Oliv tersadar dari menatapnya".
"Hehe maaf Liv,,kamu cantik jika rambut kamu digerai gini"Sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal.
"Gombal"Jawab Oliv tersipu malu.
Gibran yang melihat Oliv kedinginan lalu melepaskan jaketnya dan dipakaikan ditubuh Oliv,spontan Oliv terkejut dengan perlakuan Gibran tapi ntah kenapa dia juga senang dan nyaman.
"Gak usah kak,nanti kamu dingin juga".
"Gak apa-apa aku kan laki-laki lihat itu hujanya deres banget,kasihan kamu kedinginan".
"Tapi,,,,,huussssttt udah pakai aja potong Gibran saat Oliv aakan berbicara lagi.
"Maakasih"Oliv tersenyum.
"Nah gitu senyum jangan cemberut aja kan tambah cantik aku jadi tambah lope-lope sama kamu.
"Gombal terus memukul lengan Gibran".
"Eh sapa yang gombal ini itu serius dari dalam hatiku,kamu tu sukanya mukul seh,,seekali-kali cium kenapa"Goda Gibran.
Olivpun makin tersipu malu,sekitar limabelas menit akhirnya hujan reda dan merekapun melanjutka perjalanan pulang.
__ADS_1