
Olivia Anjani Putri mungkin setelah kamu membaca surat ini aku tidak ada disamping kamu,,ntah apa yang terjadi tapi didalam pesawat sedang terjadi kepanikan,aku berdoa semoga aku selamat,lewat sahabat aku Romi aku titipkan surat ini aku yakin Romi selamat karena dia atlet renang,aku cinta kamu Liv,,tunggu aku kembali,aku pasti datang dan menikahi kamu.
Oliv menangis sejadi jadinya tapi Oliv yakin Gibran pasti massih hidup,,Oliv bangkit dia akan mandi dan merubah hidupnya yang hanya melamun,dia akan mulai mencari Gibran Oliv memutuskan akan meminta bantuan Romi.
"Bibi"Oliv berjalan menghampiri bibinya yang sedang memasak,bibinya terkejut melihat Oliv mau berbicaraa lagi dan melihat Oliv berbeda tampak lebih segar.
"Oliv,,,,,ini beneran kamu nduk,Oliv keponakanku"Bibi mendekat dan memegang pipiku.
"Ya bi ini Oliv,maafkan Oliv yang telah membuat bibi dan nenek serta paman kawatir".
"Hiks hiks,bibi senang nduk kamu kembali lagi mau bicara,,jangan seperti itu lagi ya nduk kami semua sedih melihat keadaan kamu".
"Aku baek baek saja bi,,,oh ya bi aku akan mencari Gibran bi".
"Apa,,maksut kamu apa Liv?"
"Bi aku yakin Gibran masih hidup,ini bi surat dari dia sebelum kecelakaan itu terjadi,pasti Gibran selamat bi,dia hanya tersesat,aku akan minta bantuan Romi bi?".
"Cukup Oliv,,sampai kapan kamu tidak terima kenyataaan,,Gibran sudah mati jangan kamu cari lagi dia gak akan kembali lagi hidup kamu masih panjang kamu gak kasihan nenek kamu hah"Tiba tiba paaman muncul dan membentak Oliv.
"Gak paman,Gibran masih hidup,kenapa paman bicara seperti itu,,paman jahat,,aku benci paman".Oliv berjalan kekamar dan membanting pintu.
"Uwes pak,sabar ojo muring muring wae engko darah tinggimu kumat(Udah pak sabar jangan marah marah saja nanti darah tinggi kamu kambuh)"Nasehat bibi pada suaminya.
"Nek ra ngunu kapan Oliv sadar bu,wes seminggu kaya wong edan,urip trus lanjut bu wong lanang okeh ora gur Gibran haaahh"(kalau gak begitu kapan Oliv sadar bu,sudah seminggu seperti orang gila,hidup terus berjalan bu laki laki banyak tidak hanya Gibran haaahhh) paman mengehela nafas.
"Ya pak saya ngerti tapi maklum Gibran cinta pertama Oliv pak,yang mau menerima Oliv apa adanya,,seharusnya kita lebih sabar lagi menasehaati dia".
"Wes lah bu karepmu"(ya sudahlah bu terserah).Paman beranjak pergi kekamarnya.
Bibi duduk termenung di ruang tamu,dia sebenarnya setuju dengan omongan suaminya tadi,tetapi tidak harus membentak seperti tadi.
Sedangkan dikamar Oliv masih menangis tetapi dia terus teringat no yang ditulis Romi dibelkang surat Gibran tadi,Oliv mencatatnya dan menghubungi Romi.
📲. Halo apa benar ini Romi
📲. Ya saya Romi,ini siapa ya?
📲. Saya Oliv,bisa besak ketemu mas,,?
📲. Alhamdulilah,,ya Liv saya bisa ketemu dimana?
📲. Ditaman aja ya mas besak saya kabari?
📲. Ya oke Liv.
Oliv lalu mematikan sambungan tlfnya,,dia bertekad akan mencari Gibran dia gak akan percaya jika Gibran sudah meninggal karena jazadnya tidak ada,tidak ditemukan.
Hari itu Oliv benar benar mengajak Romi bertemu di taman Oliv meminta bantuaan Romi untuk mencari Gibran sebenarnya Romi mau menolak tapi entah mengapa dia tak tega,,melihat kesedihan dimatanyaa akhirnya Romi menyetujui ajakan Oliv,saking senang ya tanpa sadar Oliv memeluk Romi.Romi begitu terkejut mendapat pelukan dadakan.
"Terimma kasih ya mas,udah mau bantu aku"
"I iya Liv sama sama".
"Eh maaf mas"Oliv sadar telah memeluk Romi dan melepasnya dia menjadi kikuk sendiri.
Aduh kenapa jantungku kayak gini,,,Gibran maafin aku,,,huuffttt serasa mau lepas ne jantung,batin Romi.
__ADS_1
"Mas,,,kamu baek baek aja kan?".
" I iya Liv aku baek baek aja"Jawab Romi gugup.
"Kamu tunggu kabar darii aku dulu ya aku akan menyewa kapal buat mencari Gibran".
"Iya mas,secepatnya kabarin ya mas"
"Iya,,kita makan dulu yuk,,aku traktir gimana?".
"Tapi mas?".
"Udah ikut aja cuma deket deket sini kok".
"Baiklah,Akhirnya Oliv menerima tawaran Romi untuk makan.
Sekitar lima menit mereka sampai disebuah rumah makan sederhana khas wonogiri,Oliv terkejut kok Romi mau ya makan ditempatt seperti ini fikirnya.
"Ayo masuk,,,eemm kita duduk sebelah sana ya?".
"Iya mas"Oliv mengikuti langkah Romi.
"Kamu pesan apa Liv?".
"Samain aja mas"
"Mbak pesen ayam gepreknya dua ya pedas semua dan minumnya lemon tea saja".
"Baik mas silahkan tunggu sebentar".
"Mas kamu suka masakan desa juga ya".
"Aku dari wonogiri mas"
"Waahhh benarkah,,,ternyata benar ya kata orang orang cewek wonogiri itu cantik cantik"
"Bisa saja kamu mas,cantikan juga orang orang kota mas"
"Cewek kota itu cantinknya karena dikasih mekup tebal coba aja kayak kamu alami,,beuubhhh jelek banget haha".
"Hehe kamu bisa saja mas".
"Nah gitu senyum kan tambah cantik".
Oliv hanya tersipu malu,,tengah asik ngobrol pesanan mereka datang dan Oliv terkejut karena pelayan restoran itu adalah sahabat semass kuliahnya dulu.
"Ini mbak,mas pesananya".
"Iya terima ka,,,,,Lian?ini benaar kamu kan?"Oliv memandang pelayan itu.
"O,,Oliv?,,kamu Oliv temen aku kuliah dulu kan".
"Iya Lian ini aku Oliv"Oliv langsung memeluk Lian dengan erat.
"Ya Allah Liv aku gak nyangka bisa ketemu kamu disini,,,,aku kangen banget sama kamu,,"
"Ya sama aku juga kangen kamu".
__ADS_1
"Ehm Ehm
"Hehe maaf mas,kenalin dia temen aku Lian,Lian kenalin dia temenya kak Gibran".
"Lian,,,mengulurkan tangan ke Romi".
"Romi"Menyambut uluran tangan Lian.
"Eemm Liv aku kerja dulu ya,,kita sambung nanti saja ini no aku yang baru jangan lupa hubungi aku,kamu hutang penjelasan sama aku".
"Iya Lian,silahka kerja dulu nanti aku hubungi"
"Silahkan dinikmati,,aku duluan ya"Pamit Lian.
"Dia teman kamu".
"Iya mas".
Kami makan tanpa bersuara,,selesai makan aku lalu pamit pulang,awalnya aku akan naek ojol tetapi Romi memaksa akan mengantar aku dan akupun ikut denganya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah pertemuanku dengan Romi seminggu yang lalu akhirnya hari ini kami akan memutuskan untuk mencari kak Gibran,,karena cuaca juga baek dan kata kak Gibran disekitar pesawat jatuh ada sebuah pulau kecil kami berencana akan kesana semoga kak Gibran berada disana.
"Kamu sudah siap?".
"Iya mas sudah,ayo berangkat".Kami naek kapal yang disewa Romi untuk menuju pulau itu.
"Kami mencari cari Gibran dengan segala alat yang sudah disiapkan sebelumya,aku mulai menangis,,,walau berusaha tegar nyatanya aku tak sekuat itu.
"Sabar ya Liv,,".
"Iya mas"Aku menghapus aer mataku.
Kita sampai dipulau yang dimaksud Romi,kami turun dan melihat keadaan sekitar memang seperti tak ada kehidupan disini hanya berupa pohon pohon dan rerumputan liar.
Oliv memanggil manggil nama Gibran berharap Gibran mendengar dan menyahut panggilanya kami berkeliling pinggir pulau seharian penuh,,,kami belum berani masuk kedalam hutaan karena kami tidak membawa perlengkapan yang memadai yang ditakutkan ada hewan buas.
Waktu sudah hampir sore,,kami memutuskan untuk pulang terlebih dahulu,saat aku berjalan pandanganku mengarah pada salah satu benda yang tersangkut diranting pohon,aku menghampiri benda itu dan mengambilnya.
""Kaen ini,,,ini kan baju yang dipakai kak Gibran waktu berangkat,,ya aku masih ingat betul,,jangan jangan kak Gibran memang berada disini".
"Gibrannn,,,Gibraaaaannn kamu dimana"Aku teriak teriak seperti orang gila.
"Liv,Liv kamu tenang,kamu mau kemana ini udah hampir magrib kita harus pulang".
"Mas lihat ini,,ini sobekan baju Gibran mas,,dia pasti ada disini,ayo mas masuk cari dia,,aku mau kedalam sana".
"Liv dengar,kita gak tahu didalam sana ada apa,kita gak bawa peralatan apapun,,senter juga gak bawa jika didalam sana ada hewan buas bagaimana".
"Kita pulang dulu jika besak cuaca bagus kita cari lagi,kita masuk kedalam dan bawa teman agar banyak yang membantu"
"Tapi mas,Gibran pasti kesakitan didalam pasti kelaparan mas hiks hiks".
"Gibran laki laki yang kuat,dia pasti akan berjuang demi kamu,kamu yang tenang ya,,ayo kita pulang dulu besak kita cari lagi"Romi memelukku dan memapahku masuk kedalam kapal.
"Beruntungnya kamu Bran Bran bisa dicintai setulus dan sedalam ini sama Oliv"Batin Romi.
__ADS_1
Mereka akhirnya kembali pulang,dengan membawa secercah harapan,semoga apa yang difikirkan Oliv memang benar jika Gibran masih hidup.