Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Oliv Pulang Kampung


__ADS_3

Sesampainya dirumah ternyata paman sudah menunggu dengan kawatir.


"Y Allah Liv kamu darimana saja kenapa jam segini baru datang?paman kawatir sama kamu"Cerocos paman.


"Ya paman maaf tadi hujan dan Oliv berteduh dulu,oh ya paman kenalin ini Gibran teman Oliv dia tadi yang memberi tumpangan Oliv".


"Saya pamanya Oliv,terimakasih sudah mengantar Oliv nak?".


"Sama sama paman,kalau begitu saya permisi dulu ya paman keburu nanti hujan lagi".


"Loh gak mampir dulu nak?"Tawar paman.


"Laen kali saja paman,,mari paman Liv".


"Ya kak sama-sama terima kasih juga udah mengantar aku"Oliv tersipu malu.


"Oh ya kak,jaket kakak basah biarr aku cuci dulu kalau sudah aku kembalikan lagi ya?".


"Ya Liv gak apa-apa,,".


Gibran pun meninggalkan rumah Oliv untuk pulang karena dia juga basah,,dia nampak tersenyum-senyum sendiri karena bisa dekat dengan Oliv.


"Liv dia pacar kamu?"Tanya paman.


"Eh bukan paman,dia hanya temen ko lagian dia anak orang kaya paman,mana selevel sama Oliv".


"Tapi kelihatanya dia naksir kamu Liv,dilihat dari cara pandang kamu tetapi paman seperti pernah melihat dia tapi dimana ya,?".


"Jiaelah paman udah kaya pakar psikolog aja masak seh paman,ya mungki pernah ketemu dijalan atau dimana gitu paman,hehe".


"Dikasih tau malah ngatain kamu itu,udah cepetan mandi sana nanti kelamaan basah masuk angin".


"Siap paman".


Dikediaman Gibran,dia baru saja sampai dirumah dengan hati riang,dia bersiul-siul memasuki rumahnya,semua pembantu dan orang tua dia heran tumben-tumbenan tuan muda mereka kelihatan sangat gembira.


"Ehhm ehhmm"Dehem ibu Gibran.


"Eh ibu"Menoleh menatap ibu dan ayahnya yang sedang menonton tv.


"Ceria banget kamu Bran habis dapet cewek mana lagi itu?"Tanya sang ibu.


"Adalah bu,pasti kalau ibu lihat dia pasti langsung suka,dia cantik,pinter,sopan,berbeda dengan yang laen"Sambil membayangkan Oliv.


"Halah Bran-Bran kayak ayah gak tahu selera kamu saja,mana ada wanita seperti itu,selama ini yang kamu pacarin itu tukang morotin duit kamu saja".


"Ini beda yaah,,sudah setahun aku deketin dia belum pernah berhasil dia sama sekali tidak tertarik denganku yah".


"Hahahahaa jadi kamu yang ngejar-ngejar wanita itu sekarang?"Tawa ayahnya Gibran.


"Biasanya kamu nak yang dikejar-kejar wanita"Sambung ibunya.


"Aahhh sudahlah yah, bu aku mau mandi dulu,jangn meledekku,oh ya ayah sama ibu jangan tidur dulu ya Gibran mau ngomong penting!".


"Gadis seperti apa ya pa,yang sudah membuat anak kita berubah?".


"Ya ma,papa juga penasaran,ya kita tunggu dulu Gibran mau bicara apa ma?"

__ADS_1


"Ya pa".


Sekitar lima belas menit Gibran turun dan menghampiri kedua orang tuanya yang masih setia menunggunya diruang tv.


"Yah,bu sapa Gibran "Dia duduk didepan orang tuanya.


"Kamu mau bicara apa Bran,tumben tumbenan ngajak kita ngobrol?"Tanya sang ayah.


"Apa masalah gadis itu?"Tebak ibunya.


"Ya bu benar,jadi gini yah,dia itu beraasal dari kampung dan saat ini neneknya sedang sakit dan dirawat dirumah sakit,dia sedih banget yah,aku pengen menolong dia".


"Lalu hubunganya sama ayah dan ibu apa nak?".


"Tolong bilang sama pak Rektor dan om Afnan yah agar memberi ijin,,".


"Tungu-Tunggu kenapa bawa-bawa om Afnan Bran?Tanya ayahnya Gibran bingung.


"Ya karena dia salah satu mahasiswa dan karyawan ayah di restoran Delima.


"Karyawan ayah direstoran Delima,,,Ayahnya Gibran mengingat -ngingat siapa yang dimaksud anaknya itu".


"Apa jangan-jangan perempuan itu Oliv?".


"Ya yah benar".


"Papa kenal wanita yang dimaksud Gibran?"Tanya ibunya Gibran.


"Ya ma aku kenal dia itu sepupunya Haris ma,temen kita waktu SMA dulu"Jelas ayahnya Gibran.


"Ya ma".


"Ayah sama Ibu kenal pamanya Oliv?.


"Ya nak kenal,pamanya Oliv itu temen Ayah dan ibu dikampung dulu".


"Wah dunia memang sempit ya"


"Jadi gimana yah ,bolehkah aku mengantar Oliv?.


"Ya tentu boleh lah nak,,,".


"Yessss,makasih yah bu,"Gibran loncat girang.


Tak sabar rasanya Gibran akan segera memberi tahu Oliv tentang kabar ini,,dia bergegas naek keatas untuk kekamarny untuk menguhubungi Oliv.


Berulang kali Gibran menelfon Oliv tetapi tidak bisa,dan diapun memutuskan besak pagi akan kerumah nya saja dan langsung mengajaknya pulang kampung.


Pagi menjelang Gibran sudah selesai beres-beres dan rencananya dia akan langsung mengajak Oliv pulaang pasti bakal terkejut.Gibran turun untuk ikut sarapan bersama keluarganya,.


"Aduh anak ibu udah keren aja pagi-pagi"Ledek sang ibu.


"Hehe ya dong bu".


"Salam buat Haris ya nak,kalau ayah ada waktu akan datang berkunjung".


"Beres yah,,,aku beraangkat dulu ya yah nanti keburu Oliv berangkat kekampus".

__ADS_1


"Ya sayang hati-hati ya!" Ibu memelukku.


"Ya ibuuku yang cantik"Puji Gibran.


Gibranpun melajukan mobilnya kerumah Oliv,,dia sangat senang mendapat lampu hijau dari Ayahnya juga ibunya.Sesampainya disana Oliv sudah hampir berangkat menggunakan ojol lalu Gibran membunyikan klakson berulang-ulang,Olivpun menggererutu dan heran siapa yang naek mobil itu.


"Siapa seh iseng banget"Oliv tak jadi naek ke sepeda motor.


"Kayaknya itu pacarnya neng,,"Kata pak ojol.


"Bukan pak saya belum punya pacar ko".


"Sebentar ya pak"Olivpun menghampiri mobil yang berhenti didepan rumahnya.


Saat Gibran keluar dari mobil Olipun sangat terkejut.


"Kamu???ngapain seh kak paagi-pagi kesini aku mau berangkat kuliah ne".


"Mau ajak kamu pulang kampung".


"Hah apa,,gak salah denger aku?"Oliv melongo


"Gak Liv,nenek kamu sakit kan?ayo aku antar pulang kampung jenguk nenek kamu,kamu murung terus gara-gara nenek kamu kan?.


"Kamu tahu dari siapa?".


"Gak penting,yang penting kamu mau gak?.


"Tapi gimana kuliah sama kerjaku?.


"Udah tenang saja kamu sudah dapat ijin asal perginya sama aku,kalau masih gak percaya silahkan hubungi kampus dan tempat kerja kamu"


"Olivpun menuruti saran Gibran dan bemar saja Oliv dapat ijin selama 5hari,Oliv sangat-sangat terkejut dan sekaligus gembira spontan dia memeluk Gibran,Gibran yang dapat pelukan mendadak hanya terdiam mematung,sampai suara pak ojol mengkagetkan mereka.


"Neng jadi gak ojolnya ne,saya harus narik lagi,".


"Olivpun melepas pelukanya,,maaf kak".


"Ya gak pa-pa Liv"(Dalam hati sangat girang).


"Gak jadi pak,ini pak anggep saja Bapak sudah mengantar gadis ini,memberikan uang selembar seratus ribuan.


"Waahh ini mah banyak banget mas,terima kasih mas"Pak ojol pergi meningglkan mereka.


Oliv dan Gibran masuk lalu menjelaskan kepada pamanya,pamanya juga terkejut kalau Gibran teenyata anak dari sahabatnya,Pamanpun memberi ijin mereka pulang kampung.


"Oliv tak henti-hentinya tersenyum,,dia sangat bahagia karena akan bertemu dengan neneknya.


"kak makasih ya?"(Sudah didalam mobil).


"Ya sama-sama nah gitu tersenyum jangan murung terus".


"kakak bisa aja,,udah nyetirnya yang bener lihat depan jangan lihat aku kak".


"Siap tuan putri".


Oliv tersipu malu,,selama dua belas jam mereka akan berkendara menuju kampung halamn Oliv,selama itu pula mereka sambil berbincang-bincang dan kedeketan mereka semakin terjalin.

__ADS_1


__ADS_2