Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Ketakutan Bela


__ADS_3

Abah sudah melewati masa kritisnya dan sudah dipindahkan keruang perawatan,Bela sangat bahagia melihat abahnya sudah mulai membaik.


"Alhamdulilah ya kang kondisi abah semakin membaik".


"Iya Bel,,oh ya Bel gimana kalau abah udah sehat kita menetap disini aja,aku kan sudah dapat pekerjaan disini,dan juga udah ada kontrakan juga,sayang kalau ditinggal ke desa lagi".


"Enggak apa apa kang Bela ikut saja kemana akang pergi".


"Tetapi abah setuju gak ya?".


"Abah pasti setuju kang didesa kan juga terpencil mau cari apa apa susah kang disini enak,aku akan bicara sama abah kang".


"Iya tapi nunggu abah pulih dulu ya,jangan sekarang".


"Iya sayang"Bela tersipu malu,,pertama kali memanggil sayang pada suaminya.


"Oh ya teman kamu yang ngasih gaun kemaren gak datang kesini Bel?".


"Aku udah undang dia kang,mungkin dia kerja gak dapat libur".


"Oh,gaunya bagus,kayak pernah udah lihat aku".


"Dimana kang?".


"Aku gak ingat,mau coba mengingat malah pusing".


"Kok kamu sedih,kenapa?Aku salah bicara ya".Ibrahim memegang wajah Bela karena dia menunduk.

__ADS_1


"Aku takut kang,jika ingatan akang pulih terus gak inget sama aku,atau akang udah punya istri dikota akang gimana?".


"Husstt Bel jangan bicara begitu,,semua itu gak akan terjadi,jika memang akang punya istri pasti ada yang mencari akang kan,dan aku gak akan ninggalin kamu".


"Benar ya akang janji jangan ninggaalin aku".


"Iya akang janji gak akan ninggaalin istri akang yang cantik ini".


"Gombal"Bela tersenyum dipelukan Ibrahim.


"Kok gombal seh,,kita makan diluar yuk,mumpung abah tidur habis minum obat"Ajak Ibrahim.


"Iya kang ayo"


Mereka memutuskan untuk makan disalah satu restoran dekat rumah sakit disana harga dan makananya terjangkau juga enak enak.


Ada salah satu pengunjung yang mengenali Ibrahim sebagai Gibran,dia adalah sahabat semasa kuliah dulu mereka adalah Arka dan Harun.


"Eh eh Ka lihat deh kok itu kaya Gibran ya,"Harun menunjuk meja makan Ibrahim dan Bela.


"Mana seh brow,,"Arka melihat ke arah yang dintunjuk Harun.


"Oh iya ya,,kita samperin yuk,,tapi kayaknya yang cewek bukan Oliv deh".


"Kayaknya seh bukan"Mereka memang tidak tahu tentang kabar kecelakaan pesawat dulu karena mereka baru saja datang dari luar negeri melanjutkan kerja disana.


"Haloo brow,lama kita gak ketemu udah ganti cewek aja neh"Harun menepuk pundak Ibrahim sedangkan Ibrahim nampak terkejut dan bingung.

__ADS_1


"Kalian siapa?"Tanya Ibrahim.


"Gak sah ngaco deh Bran,masak iya lo lupa sama kita kitaa seh,ini gue Harun dan dia Arka temen lo saat kuliah dulu".Ibrahim malah tambah kebingungan dia coba mengingat tetapi malah kesakitan Bela pun beranjak dan meminta maaf pada kedua orang itu


"Maaf ya kang dia ini suami saya namanya Ibrahim".


Bela lalu beranjak mengajak Ibrahim pulang dia nampak kesakitan.Kedua sahabat Gibran melongo dengan kejadian barusan.


"Ka kita gak mimpi kan?coba deh lo cubit gue"Arka pun mencubit Harun.


"Auuu sakiit Goblok,,"Harun meringis.


"Tadi suruh nyubit,gimana seh lo".


"Iya tapi jangan kenceng juga kali"


"Ya maaf,,tapi aku yakin tadi Gibran lo,masak bukan seh".


"Aku juga gak tahu,tapi kalau memang Gibran masak dia gak kenal kita seh".


"Iya juga seh,masak ada orang semirip itu seh,kan Gibran gak punya saudara atau kembaran kan".


"Ntahlah,,udah yuk makan dulu laper gue,,nanti kalau ketemu Oliv kita tanyakan ya".


"Baiklah".


Sedangkan Bela mengajak Ibrahim kerumah sakit lagi dia langsung menuju ruang dokter karena Ibrahim masih kesakitan dan dokterpun memeriksa Ibrahim.

__ADS_1


__ADS_2