Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Mulai Mengingat


__ADS_3

Ibrahim pingsan didalam angkot,penumpang panik melihat salah satu penumpang tiba tiba pingsan dan penumpang laen menyarankan membawa ke klinik terdekat saja,akhirnya angkot tersebut terpaksa membawa Ibrahim ke klinik terlebih dahulu.


Sampai diklinik Ibrahim diangkat para penumpang laki laki dan dimasukkan ke dalam klinik mau gak mau sopir angkot terpaksa menunggu karena pihak klinik meminta tanggung jawab atas data pasien.


"Maaf dok saya hanya sopir angkot dan penumpang saya banyak masih diluar,jadi saya mohon maaf tidak bisa menunggu pasien".


"Baiklah kalau begitu pak,mohon maaf bapak silahkan menarik angkot lagi tidak perlu menunggu pasien kasihan penumpang bapak".


"Terima kasih ya dok,kalau begitu saya permisi,dan ini dok barang barang pasien tadi"Pak sopir menyerahkan tas Ibrahim.


Ibrahim masih belum sadarkan diri,dokter sudah memeriksa Ibrahim dan meminta suster menjaga terlebih dahulu jika pasien sadar dokter akan kembali memeriksa Ibrahim.


Saat suster sedang membenarkan selang infus Ibrahim dia mendengar bunyi ponsel suster tersebut mencari arah suara ponsel itu dan ternyata ada didalam tas kerja Ibrahim,suster terpaksa mengambilnya siapa tahu keluarga pasien fikir suster tersebut.


"Halo kang,akang dimana kok belum pulang"Suara Bela terdengar panik.


"Halo maaf,,apa ini kerabat dari pasien yang punya ponsel ini?".


"I ini siapa?saya istrinya?".


"Maaf bu,suami ibu sedang berada di klinik Permata tadi ada seorang sopir angkot yang mengantaar kesini dalam keadaan pingsan".


"Apaaa,klinik sus,,lalu bagaimana keadaan suami saya sus,apa yang terjadi hiks hiks".


"Sebaiknya ibu datang kesini biar dokter yang menjelaskan".


"Baik sus tolonng jaga suami saya dulu ya sus saya akan segera kesana tolong kirim alamat kliniknya sus".


Lalu suster tersebut mengirim alamat klinik dimana tempat dia bekerja.Tak butuh waktu lama Bela sudah sampai di klinik tersebut dia lalu berlari menuju dimana Ibrahim dirawat.


"Ya Allah kang apa yang terjadi?".


"Anda istrinya bu?".


"Ya sus saya yang tadi ditlf".

__ADS_1


"Silahkan anda menemui dokter jaga dulu bu diruanganya,mari saya antar".


Bela dan suster tersebut menuju ruangan dokternya,dan dokter menjelaskan bahwa Ibrahim mengalami pembengkakan di otaknya.Dokter bertanya apa pernah pasien mengalami kecelakaan dan Bela pun menjelaskannya pada dokter dan dokter menyarankan membawa Ibrahim ke rumah sakit yang besar.


Bela sangat sedih melihat suaminya lemah tak berdaya,dia ingin sekali membawa Ibrahim ke kota tetaapi dia tidak punya biaya.


"Kang cepatlah sadar,aku sedih melihat akang seperti ini,maafin Bela ya kang gak bisa bawa akang berobat yang lebih baik".


Bela menangis pilu,dia bingung harus melakukan apa,dia ingin bekerja tetapi dia tidak punya keahlian apa apa.Lelah menangis dia tertidur disamping Ibrahim,Ibrahim mulai siuman,sepenggal kisah dia saat mengejar ngejar Oliv terlintas,lalu dia berteriak Bela terbangun dari tidurnya.


"Kang,,akang gak apa apa?aku panggilkan dokter ya?"


"Bel,aku gak apa apa hanya sedikit pusing"Ibrahim berusaha menahan pusingnya dia tidak mau membuat Bela kawatir.


"Akang mau minum?".


"Boleh,,"Lalu Bela mengambil aer untuk diberikan kepada suaminya.


"Kenapa kamu menangis?".


"Aku gak apa apa,kita pulang ya?".


"Tapi akang belum sembuh?".


"Aku udah gak apa apa,ayo kita pulang?"


Ibrahim memaksa meminta pulang,dokter sudah melarang tetapi Ibrahim tetap kekeh minta pulang dan Bela pun menuruti kemauan suaminya.


Sampai dirumah Ibrahim terbayang bayang wajah Oliv,dia menjadi melamun itu semua tak luput dari perhatian Bela,Bela menatap suaminya sedih Bela berfikir Ibrahim masih merasakan sakit dikepalanya,padahal dia memikirkan perempuan laen.


"Kang minum obat dulu udah sore jangan melamun?".


"Iya Bel,taruh saja dimeja,".


"Bela mau masak dulu ya kang".

__ADS_1


"Iya"Hanya satu kata yang terucap dari suaminya Bela hanya menahan tangis melihat suaminya cuek terhadapnya.


...----------------...


Sedangkan Oliv yang masih kepikiran tentang pertemuanya dengan laki laki yang mirip Gibran menjadi goyah fikiranya,sampai neneknya mulai menegur Oliv.


"Nak,boleh nenek bicara?".


"Iya nek ada apa?".


"Apa kamu berantem sama Romi nenek perhatikan dua hari ini kamu sering melamun,gak baek nak calon pengantin hanya melamun terus".


"Enggak nek,Oliv gak berantem sama Romi".


"Lalu kenapa?cerita sama nenek?".


"Sebenarnya Oliv kemaren bertemu seorang laki laki yang mirip banget sama Gibran nek".


"Lalu kamu berfikiran itu Gibran?".


"Enggak seh nek,gak tahu nek kenapa Oliv jadi seperti ini".


"Nak jika memang dia Gibran apa dia menyapa kamu dan mencari kamu?".


Oliv hanya menggeleng"Liv pernikahan kamu sama Romi hanya tinggal menghitung hari,apa kamu akan membatalkannya demi orang yang kamu aggap mirip Gibran dan kamu akan mengejar ngejar dia begitu?".


"Enggak nek,bukan begitu,Oliv hanya??


"Hanya apa?hanya ragu akan menikah dan kamu akan mencaari tahu kembali tentang dia begitu?,nenek kecewa sama kamu!!!"


"Maafin Oliv nek,Oliv gak bermaksud membuat nenek kecewa,Oliv akan tetap menikah sama Romi nek,,Oliv yang salah masih menganggap Gibran masih hidup dan berharap padanya,maafin Oliv ya nek"Oliv menangis memeluk neneknya.


"Nak anggap ini ujian kamu saat akan menjalani pernikahan,kasihan nak Romi yang selama ini selalu menjaga keluarga kita,orang tua Gibran juga sudah merestui kamu kan,jangan buat mereka kecewa ya nak?".


"Iya nek,maafin Oliv ya".

__ADS_1


Oliv dan neneknya berpelukan,Oliv sudah bertekad tak akan mengingat masa lalu lagi,dia merasa bersalah sama Romi,Oliv lalu menghubungi Romi mengajaknya makan malam bersama sebelum mereka dipingit untuk tidak bertemu sebelum hari pernikahan tiba.


__ADS_2