Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Canggung


__ADS_3

Oliv menghampiri Bela,dia sebisa mungkin menahan gejolak hatinya dia sudah bertekad akan tetap bersama Romi apapun yang terjadi.


"Bel kamu ngapain disini".


"Eh mbk Oliv,,ini mbak aku berjualan kue,,alhamdulilah akang mendapat tawaran disini mbak".


"Oh baguslah kalau gitu,,,eemm aku mau dong cobain kue yang itu"Oliv menunjuk kue cubit yang dijual Bela.


"Oh silahkan mbak,ini yang paling enak mbak kata para pembeli"Bela memberjkan kue cubit untuk Oliv.


Saat tengah mengobrol berempat tiba tiba Bela mendapat tlf jika abahnya terjatuh dari kamar mandi Bela panik dia ingin pulang tetapi rumah dari mall sangat jauh,Ibrahim memesan ojol tetapi tidak ada yang bisa.


"Kalian bawa mobil saya saja biar ini kami yang jaga"Tawar Romi yang mengetahui mereka kebingungan.


"Maaf mas tapi saya tidak bisa menyetir".


Oliv dan Romi nampak terkejut,,yah mereka masih beranggapan bahwa dia Gibran.


"Ya sudah gini aja,mas kamu antar Bela ya sama Ibrahim biar aku yang menunggu disini kasihan abahnya kelamaan"".


"Tapi sayang kamu kan gak boleh capek".


"Biar saya saja yang jaga mas,tolong antarkaan istri saya dulu sebentar lagi saya tutup saja".


"Ya sayang gak apa apa antar Bela ya,aku gak apa apa disini kamu tenang aja".

__ADS_1


"Ya baiklah kamu jaga diri ya"Romi mengecup kening bela,Ibrahim memalingkan wajahnya entah kenapa hatinya terasa nyeri.


Sebenarnya Romi gak rela meninggalkan Ibrahim dan Oliv berdua tetapi dia berusaha yakin dan percaya pada istrinya,lalu dia mengajak Bela yang masih menangis untuk pulang.


Keadaan menjadi canggung selepas Romi dan Bela pergi,disini hanya ada Oliv dan Ibrahim.


"Eemmm mbak Oliv silahkan duduk di dalam saja jangan diluar"Ibrahim mulai berbicara.


"Iya terima kasih,Im boleh aku bertanya?".


"Iya mbak silahkan?".


"Eemm kamu sudah lama ya kenal sama Bela?".


"Sudah mbak,tiga tahun lebih,awalnya kami hanya sahabat sampai abah menjodohkan kami untuk menikah".


"Saya tak punya keluarga mbak?".


"Ohh maaf ya gak bermaksud membuat kamu sedih?".


"Iya mbak gak apa apa".


Oliv tiba tiba merasa pusing dia akan berdiri untuk mengambil minum saat akan duduk dia hampir terjatuh dan Ibrahim dengan cepat menolong Oliv,untuk sesaat mereka saling tatap,Oliv merasa dia Gibran tatapan mata itu milik Gibran,sedangkan Ibrahim mengingat dia menabrak seorang gadis dan langsung jatuh cinta,dia berusaha mengingat lagi tetapi kepalanya terasa sakit.


"Aaaahhhh,kepalaku?".

__ADS_1


"Im kamu kenapaa?".


"Aaahhhhh"Ibrahim menjerit kesakitan Oliv panik dia tak tahu apa yang terjadi sama Ibrahim.


"Im kamu kenapa jangan buat aku takut,,kamu minum ya"Oliv memegang tangan Ibrahim dan memberinya minum,perlahan lahan Ibrahim menatap Oliv dia lalu meminum aer yang diberikan Oliv,Ibrahim memeluk Oliv,Oliv terperanjat dengan perlakuaan Ibrahim.


"Im lepaskan kamu aapa apaan".


"Maafkan saya mbak ijinkan saya sebentar saja memeluk kamu,,aku merasa dekat sekali dengan kamu".


"Maksud kamu apa Im?".


Ibrahim tak menjawab,dia lalu melepaskan pelukanya dan beranjak pergi,Oliv yang heran hanya diam saja perasaanya kini tengah gelisah,dia kembali teringat Gibran.


...****************...


Sedangkan Romi yang mengantar Bela dia tidak tenang meninggalkan Oliv,pikiranya terus tertuju pada Oliv.


"Mass maafkan saya sudah mengganggu kebersamaan kamu sama mbak Oliv?".


"Gak apa apa Bel santai saja,dimana rumah kamu masih jauh?"


"Gak mas,diujung jalan itu".


Meeeka telah sampai dirumah Bela,terlihat abahnya sangat pucat tetangga yang menolongnya masih menunggunys disana ,Bela berlari menemui abahnya,dia merasa bersalah telah meninggalkan abahnya sendiri.

__ADS_1


Melihat kondisi abah yang lumayan parah akhirnya Romi memutuskan membawa abah kerumah sakit saja,dia juga yang mengantar kerumah sakit,selepas dari sana Romi lalu bergegas menjemput Oliv.


__ADS_2