Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Gibran Kecelakaan


__ADS_3

"Darimana kamu baru pulang?"Tegur pak Andre.


"Eh papa,,anaknya baru datang suruh makan kek atau apa gitu,maen bentak aja"Jawab Gibran santai.


"Kamu ini ya ditanya orang tua bukanya jawab,malah ngeles aja".


"Sayang kamu darimana,kita kawatir ponsel kamu gak bisa dihubungi"Sambung mama Gibran.


"Pa,ma Gibran bisa jelasin,mari duduk dulu"Gibran mengajak orang tuanya duduk.


Gibran pun menceritakan kejadian yang menimpa Oliv,,orang tua Gibran sangat terkejut mendengarnya.


"Bran kapan kamu kembali ke Amerika?Paman kamu tlf terus disana lagi ada kerjasama besar dan butuh kamu".


"Rencana lusa pa,tapi ntahlah lihat kondisi Oliv dulu,jika pamanya masih dikampung kan kasihan pa".


"Kenapa gak kamu bawa kesini aja Bran,biar mama ada teman ngobrol,jika pamanyaa pulang bisa kembali lagi kumpul pamanya".


"Emang boleh ma,mama ngijinin Oliv disini?".


"Ya jelas dong nak,dia kan calon menantu mama".


"Ya coba nanti aku bicara sama dia ma,,aku keatas dulu ya ma,mau mandi".


"Sana,,eiittt tunggu tunggu kalian gak melakukan hal yang dilarang kan".


"Ya Allah ma gini gini Gibran tau batasanya kali,,lagian Gibran tidur didepan tv ma,Oliv dikamarnya,kan Gibran dipantau sama pak Rt juga".


"Syukurlah"Jawan mama Gibran lega.


Gibran lalu bergegas mandi,,setelah mandi dia merebahkan diri dikasur karena badanya terasa pegal pegal karena tidur disofa,,saat akan terpejam Gibran mendapat tlf dari pamanya untuk berangkat malam nanti,Gibran begitu terkejut karena mendadak awalnya Gibran menolak memilih lusa tapi paman sudah mengomel ngomel karena akan ada pertemuan penting.


"Yaahh baru mau seneng seneng udah disuruh balik aja,,tapi demi masa depanku aku rela deh gak apa apa asal kelak bisa membahagaiakan Oliv"Gumam Gibran.


"Ma papa mana?"Gibran turun untuk mencari papanya.


"Berangkat ke Restoran Bran memangnya ada apa?".


"Ini ma paman suruh aku berangkat nanti malam".


"Kenapa gak besak sekalian Bran,,tinggal menunggu pagi juga".


"Katanya ada pertemuan penting ma pagi jam tujuh gak bisa diwakilkan".


"Memangnya kamu sudah pesan tiket?".


"Udah ma baru saja,tinggal satu tiketnya untung masih kebagian".


"Susul papamu sana bilang dia,kalau bisa besak saja berangkatnya Bran,perasaan mama gak enak".


"Mama tenang aja ya,,ya sudah aku susul papa,sejalian nanti jemput Oliv ya ma,dada mama"Gibran berlalu setelah menciumi pipi mamanya.


"Ya hati hati Bran,tumben itu anak pake cium cium segala".


Gibran melajukan mobilnya menuju Restoran miliknya,sedangkan di tempat kerja Oliv sedang sibuk sibuknya,sampai sampai tak sempat makan siang.


Saat Oliv menuju pantri,dia akan membuat teh hangat,karena dia merasa sedikit pusing,,setelah teh jadi dia akan berencana membawa ke meja kerjanya dan ntah gimana awalnya tiba tiba gelas yang dipegang terjatuh ke lantai dan pecah.

__ADS_1


"Astafirlahhaladzim kenapa tiba tiba perasaanku gak enak ya,,apa karena telat makan tadi ya"Gumam Oliv.


Saat membersihkan pecahan gelas tangan Oliv tergores beling,dan banyak mengeluarkan darah,kebetulan OB kantor sudah kembali dan terkejut melihat Oliv.


"Ya Allah mbak,tangan mbak Oliv berdarah,, sudah sudah mbak biar saya saja yang bersihkan"Sebut saja pak Dono,beliau lalu mengambil sapu dan pengki untuk membersihkan pwcahan gelas tersebut.


"Auu perih,,terima kasih ya pak maaf merepotkan bapak"Oliv lalu berdiri dan mengambil kotak obat lalu membersihkan lukanya dan di plaster.


"Ya sama sama mbak,mau saya buatkan teh yang baru mbak".


"Enggak pak terima kasih saya balik kerja lagi pak".


Oliv kemudian berjalan menuju ruangan kerjanya,sampai disana Oliv sangat gelisah entah apa yang dia fikirkan,,rasanya ingin cepat pulang dan bertemu Gibran.


Akhirnya jam kantor telah usai Oliv bergegas beres beres dan pulang,,sampai dilobi ternyata dia melihat Gibran,dia begitu bahagia ternyata tunangannya itu baek baek saja dan menjemputnya.


"Sayang,,kita mampir makan dulu yuk"Ajak Gibran.


"Kemana kak,kan udah sore".


"Gak apa apa sekalian jalan jalan,,besak besak gak bisa lagi".


"Kok kakak bicara gitu memangya kakak mau kemana?".


"Kenapa sedih gitu mukanya sayang,,udah ikut saja nanti aku kasih tahu oke,ayok masuk"Gibran lalu membukakaka pintu mobil untuk Oliv.


"Terima kasih kak".


Mereka meninggalkan kantor berjalan membelah jalanan ibu kota,,didalam mobil diselingi canda tawa oleh mereka,,sekitar duapuluh menit mereka sampai disebuat resto yang sangat indah,Oliv begitu terpukau melihatnya,baginya itu tempat yang paling romantis yang dikujunginya.


"Ayo kaak,tempatnya romantis banget kak,aku suka,makasih ya kak udah ajak aku kesini".


"Iya sama sama sayang asal kamu bahagia".


Mereka lalu masuk dan memesan makanan,Gibran pun mengutarakan niatnya jika malam nanti dia akan berangkat ke Amerika dan Oliv diminta tinggal bersama mama dan papanya dulu sambil menunggu pamanya datang dari kampung.Awalnya Oliv menolak tetapi setelah dibujuk Gibran akhirnya mau,tetapi Oliv merasa sedih karena akan ditinggal Gibran.


"Makasih ya sayang kamu mau tinggal sama mama dan papa,aku jadi tenang".


"Tapi apa gak ngrepotin kak,aku malu".


"Kenapa harus malu seh yank,kan kamu calon istriku juga,,".


"Apaan seh kak,kan malu aku"Sambil menundukkan kepala.


"Kenapa mesti malu seh sama calon suami sendiri,mumpung aku masih disini kita habiskan waktu bersama dulu ya".


"Sebelum magrib pulang ya kak kan aku harus beres beres barang yang akan aku bawa".


"Iya sayang".


Mereka bercanda gurau sampai waktu magrib hampir tiba,Oliv lalu mengajak Gibran pulang,,mereka lalu pergi menuju rumah Gibran,Oliv akan menginap disana untuk beberapa hari sampai pamanya pulang.


Sampai dirumah Gibran Oliv disambut gembira oleh mamanya Gibran,,mereka lalu berbincang bincang diruang tv,sedangkan Gibran menuju kamarnya dia akan membereskan barang barang yang akan dibawa.


"Tan makasih ya udah mau ijinin Oliv tinggal disini".


"Iya sayang sama sama kan kamu sebentar lagi juga akan menjadi anak mama".

__ADS_1


"Mama bisa aja,,".


"Oh ya sayang kamu buatin kopi buat Gibran sana dan antar ke kamarnya".


"Memang gak apa apa ma,,maksudnya boleh?"


"Iya sayang gak apa apa,mama mau mandi dan siap siap dulu nanti jam delapan pesawat Gibran berangkat".


"I iya ma",lalu Oliv menuju dapur untuk membuatkan kopi Gibran terlebih dahulu dia menyapa para ART disana.


Oliv berjalan menuju kamar Gibran,,dia bisa melihat Gibran tengah sibuk menata map map dikoper.


"Kak aku buatkan kopi istirahat dulu,aku bantu ya".


"Eh sayang gak usah yank ini sudah selesai,,tapi makasih ya kopinya,"..


"Sama sama kak".


Gibran meminum kopi dan berjalan mendekat ke arah Oliv,dan tanpa persetujuan Oliv Gibran mencium bibir Oliv dan menarik tengkuknya agar ciuamnya lebih dalam,awalnya Oliv gak kaaget dan akan berontak tetapi lama lama diaa bisa mengimbangi ciuman Gibran.


Untuk beberapa saat mereka larut dalam kemesraan,,sadar akan dimana dia tinggal Oliv lalu melepaskan diri dari Gibran dan mengancing kemeja yang dipakai lagi.


"Makasih sayang,,kamu pinter sekarang".


"Kakak kebiasaan deh kalau ketauan mama papa giman coba".


"Gak akan ada yang masuk sayang dia akan mengetuk pintu dulu".


Oliv lalu turun kebawah dia akan menunggu Gibran dibawah jika satu kamar bisa bisa dia khilaf juga.Semua sudah berkumpul akan mengantarkan Gibran berangkat dan entah kenapa tiba tiba Oliv menjadi gelisah dan tak rela Gibran balik,,tapi dia juga tak bisa mencegah,,.


Malam itu pukul delapan Gibran berangkat naik pesawat,,Oliv beserta orang tua Gibran pulang menuju rumahnya.Sampai dikediaman Gibran Oliv lalu pamit untuk istirahat,sampai dikamar perasaan gelisah dan was was itu masih ada,Oliv juga tidak tahu kenapa dia berusaha memejamkan mata tetapi tidak bisa entah sampai jam berapa Oliv bisa terlelap.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Telah terjadi kecelakaan pesawat menuju Amerika sekitar pukul sembilan malam,dikarenakan cuaca yang buruk sehingga pesawat mengalami hilang kontak,belum diketahui pasti dimana pesawat itu jatuh.


Oliv begitu terkejut melihat postingan berita dimedia sosial,kenapa tujuan pesawat itu sama dengan yang dituju Gibran.Dia lalu buru buru menghubungi Gibran tetapi hasilnya tidak bisa dan itu semakin membuat Oliv kawatir.Saat tengah berusaha memghubungi Gibran terdengar suara jeritan dari luar dan Oliv pun bergegas menuju luar untuk melihat apa yang terjadi.


"Mamaaaaa,,mama kenapa kok nangis,tlf dari siapa ma"Oliv menghampiri mamanya Gibran dan berusaha menarik tanganya untuk bangun karena mama Gibran menangis terduduk dilantai.


"Gibran Liv,,dia gak mungkin ninggalin mama kan,,dia ada diAmerika kan"Rancau mama Gibran.


"Deg"Jangan jangaan Fikiran Oliv sudah kacau diapun berusaha membuang fikiran buruknya.


"Iya ma kak Gibran kan ada di Amerika,dia gak pergi kemana mana,mama ngomong apa sehh,,".


"Pa sebenarnya ada apa ini?"Tanya Oliv lagi.


"Gibran Liv,,dia,,, dia mengalami kecelakaan pesawat dan sampai saat ini belum ditemukan"Jawab pak Andre dengan menangis.


Bagai ditusuk tusuk ribuan jarum,menerima kenyataan itu"Gak mungkin pa,,gak mungkin,kak Gibran ada di Amerika pa dia gak kecelakaan hiks hiks hiks".


"Oliv berusaha menguhubungi Gibran tetapi memang tidak bisa,,".


"Pa kak Gibran gak angakat tlfku,dia baek baek aja kan pa"Oliv belum bisa menerima kenyataan dia terus berusaha menghubungi Gibran.


Sedangkan mama ya Gibran sudah pingsan dan dibawa ke kamarnya.Oliv masih menangis ditempat sambil terus menghubungi Gibran dengan ditemani asisten rumah tangga Gibran.

__ADS_1


__ADS_2