Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Heboh Sekampung


__ADS_3

Tepat pukul empat sore Gibran dan Oliv sampai dtempat tujuan,Oliv kasihan kepada Gibran yang nampak kelelahan.


"Rumah kamu sebelah mana Liv?".


"Masih lurus kak,nanti yang chatnya warna putih".


Sekitar lima menit mereka sampai didepan rumah Oliv,semua orang tetangga pada melongo dan melihat keluar rumah karena ad mobil mewah masuk rumah Oliv.


"Kak berhenti itu rumah aku!"Menunjuk rumah Oliv.


"Oh oke,,Gibran berbelok masuk ke halaman rumah Oliv,kebetulan saat itu bibi lagi diteras,,bibi terlihat kaget melihat ada mobil berhenti didepan rumahnya.


"Olivpun turun dari mobil disusul Gibran dibelakangya".


"Assalamualaikum bi,kulo nuwun"(permisi).


"Walaikumsalam Oliv,iki tenan koe nduk,,duh gusti nduk koe tambah ayu(ini benar Oliv nak,Y Alah nak kamu semakin cantik)"Bibi memelukku.


""Podo wae bulik ,aku kangen bulik"(sama saja bibi,aku kangen bibi).


"Oh ya bi kenalin ini temen Oliv yang mengantar dan memberi ijin Oliv pulang bi".


"Elalah bagusmen bocah iki"(owalah,,ganteng bener anak ini)Aku bulik le Oliv(aku bibi Oliv).


"Gibran hanya meringis dan bersalaman dengan bibi karena tidak mengerti bahasa jawa".


"Bi dia gak ngerti bahasa jawa".


"Eh ya bulik lali nduk"(oh iya bibi lupa nak).


"Mari masuk nak,seperti ini lah gubuk Oliv,maksud saya tempat tinggal Oliv".


"Iya terimakasih bi,gak apa-apa bi sama saja yang pentiing terhindar dari panas dan hujan"Jawab Gibran sopan.


"Iya nak".


" Ayo masuk kak".


"Simbah endi bulik?"(nenek mana bi).


"Kae enek kamare Liv,mlebuo wae mesti kaget eruh koe teko"(itu dikamarnya Liv,masuk saja pasti kaget lihat kamu datang)".


"Iyo bulek"(iya bi).


Aku masuk untuk melihat nenek,nenek tengah meringkuk tidur diatas kasur ,,aku langsung menghampiri dan memeluknya sambil menangis.


"Mbah hhiks hiks"(nek).


"Oliv,iki po Oliv puttuku"(Oliv,ini apa Oliv cucuku).


"Ya mbah aku Oliv putumu,piye mbak es sehat urung Oliv kangen mbah,ojo meriang-meriang wae ya mbah?"(iya nek aku Oliv cucumu,gimana nek udah sehat belum,Oliv kangen nek jangan sakit-sakitan aja nek).


"Mbah es sehat nduk,ues-ues ojo nangis,koe karo sopo mrene?(nenek udah sehat nak,sudah-sudah jangan nangis kamu kesini sama siapa?).


"Diterne kancaku mbah,simbah istirahat sek wae Oliv tak metu disik(diantar temen nek,nenek isttirahat dulu ya,Oliv keluar sebentar).


"Ya cah ayu"(Ya anak cantik).


Aku sedih melihat kondisi nenek yah memang nenek Oliv sudah tua,Oliv lalu berjalan keluar untuk menemui Gibran.


"Wah asik banget ngobrolnnya bi".


"Ya Liv,sana kamu buatkan teh dulu".


"ya bi"Aku berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman.


"Kak diminum tehnya dan ini kue buatan bibi enak lo,,namanya kue lemper,cobain deh".


"Makasih Liv"aku coba ya bi,Liv.


"Ya-ya nak maari dinikmati adanya hanya kue kampung nak".


"Heemm ini enak bi,,lebih enak dari kue dikota lo"Gibran mengambil lagi dan memakanya dengan lahap.


"Pelan-pelan kak gak ada yang ngrebut ko"Aku terkikik.


"Hehe habisnya enak Liv,kamu gak makan?".

__ADS_1


"Aku dah tiap hari makan kak,waktu dsini udah bosen".


"Liv bibi mau bantu-bantu dirumah nenek Tum dulu ya kamu masakin Gibran dulu ya?".


"Emang ada acara aapa bi?".


"Khitanan cucunya nak,bibi berangkat dulu ya,nak Gibran silahkaan ngobrol sama Oliv dulu yaa saya ada perlu".


"Ya bi,,".


Oliv juga memperkenalkan Gibran pada nenek,,aku senag nenek ssudah keluar kamar dan ngobrol sama Gibran walau kadang gak ngerti bahasaa jawa.


Diluar rumah pada heboh membahas soal Gibran,,kata mereka Gibran kaya pangeran ganteng,kkeren,kaya pula,,ada-ada saja merekaa batin Oliv.


Aku memasak didapur,,tetapi ada bumbu dapur yang gak ada terpaksa aku pergi kewarung untuk membeli.


"Kak aku kewarung dulu ya,kamu tunggu disini?".


"Aku antar ya,udah hampir magrib lo".


"Haha gak apa-apa kak deket ko,baru jam lima".


"Aku ikut dong pengen lihat suasana disini juga".


"Ya udah ayo kak"Akhirnya aku mengajak Gibran daripada ngambek kan repot,kita berjalan keluar rumah,tetangga-tetangga pada lihaatin Oliv dan Gibran.


"Baguse pacare Oliv"(Gantengnya pacarnya Oliv).


"Iyo idaman cewek-cewek sekampung nek ngene ki,aku didadekne bojo no loro yo gelem"(iya idaman wanita satu kampung kalau kayak gini,aaku dijadikan istri kedua juga mau).


"Huuuu mana mau dia sama kamu,, kita juga mau kali".


Begitulah kira-kira omongan tetangga-tetangga yang aku lewati.


"Mereka pada ngomongin apa seh Liv,pasti terpesona dengan ketampananku".


"Idih narsis banget seh kak kamu,,"Cibirku.


"Hahaha ya jelas lah,,gak ada yang bisa nolak pesona Gibran"Membusungkan dada.


"Kamu jahat banget seh Liv".


"Hahahaha gak pantes kamu ngambek kak".


"Udah samapai ne kak,,Assalamualaikum mbak,,beli bawang sama tempenya dong?".


"Walaikumsalam,Oliv,wah kapan tekmu teko,,koe mulih gowo bojo to Liv po ra sido kuliah enek jakarta?"(Oliv wah kapan kamu datang?kamu pulang bawa suami Liv,,apa gak jadi kuliah diJakarta)cerocos mbak Sumini pemilik warung.


"Dudu lo mbak,iki kanca kuliahku seng ngeterke aku manttuk rene,aku kuliah ko mbak"(bukan mbak dia temenku yang mengantar aku pulang kesini,aku kuliah mbak).


"Owalah tak kiro calon bojomu,bawange karo tempe piro Liv"?(Owalah aku kira calon suami kamu,bawang sama tempenya berapa Liv".


"Sepuluh ribu mbak".


"Iki Liv,,suwun ya Liv,,salam nggo mase ganteng kui"(Ini Liv terimakasih ya Liv salam buat mas gantengya itu).


"Ya mbak"Oliv meninggalkan warung sedari tadi Gibran hanya diam karena tidak mengerti bahasa mereka.


"Liv ngomong apaan seh tadi?"Tanya Gibran penasaran.


"Tadi itu mbak yang punya warung tanya apa kamu calon suami aku,dia kira aku kejakarta gak kuliah gitu".


"Trus kamu jawab apa?".


"Ya aku jawab kita hanyaa teman".


"Yah kok gak jawab iya aja seh Liv".


"Itu mah maunya kamu,,kuliah dulu trus cari kerja yang bener baru nikah kak".


"Jadi kalau aku rajin lulus kuliah trus kerja kamu mau nikah sama aku?".


"Insaalah kak,,kalau jodoh pasti nikah walau jaauh sekalipun pasti dipertemukan"


"Aku akan rajin Liv biar cepat lulus dan melamar kamu".


"HAH,,Oliv hanya melongo dengar pernyataan Gibran dan sejurus kemudian tersipu malu.

__ADS_1


Tiba dirumah aku lalu masuk dapur dan melihat nenek disana.


"Nek ngapain disini,nenek harus istirahat biar cepet pulih lagi".


"Nenek hanya bikin minum nak".


"Kenapa gak tunggu Oliv saja,,ayuk aku anter kekamar nenek lagi".


"Gibran dimana?"


.


"Itu nek lagi didepan tv".


"ohh,biarkan saja kamu mau masak sudah sana masak nenek bisa sendiri ke kamar".


"Ya nek"Aku melanjutkan kedapur untuk memasak.


"Kamu lagi apa Liv?"Tiba-tiba Gibran muncul dibelakangku.


" Kakak ngagetin aja,Ini kak aku mau masak".


" Hehe maaf,Emang kamu bisa masak?".


"Ya bisalah kak,jadi wanita itu harus pintar masak biar kalau sudah menikah bisa memasak untuk suami dan anak-anaknya".


"Aku semakin jatuh hati sama kamu Liv,aku janji pada diriku sendiri aku akan memperjuangkan hati aku sampai kamu mau menerima cinta ku dan mau menikah denganku" batin Gibran.


"Kak kok bengong!".


"Aku semakin cinta sama kamu Liv,nanti kaalau kita nikah kamu masakin aku terus ya".


"Iihh kakak apaan seh dari tadi ngomongin nikah melulu".


"Aku serius Liv aku akan buktiin semuanya sama kamu,pokoknya gak ada yang boleh miliki kamu".


"Hahaha kakak ada-ada saja aku hanya gadis miskin kak,gadis kampung gak selevel sama keluarga kakak,orang tua kakak pasti gak setuju sama hubungan kita kelak".


"Orang tuaku dulu juga orang kampung Liv,mereka tidak memandang orang dari status sosialnya".


"Maaf kak,,"Oliv menunduk.


"Gak apa-apa Liv,kamu jangan minder ya,,dari awal kita bertemu aku sudah jatuh hati sama kamu Liv"(Gibran memegang tangan Oliv).


"Tapi kak ak,,,,,,"(Belum sempat Oliv melanjutkan perkataanya Gibran lebih dulu mencium bibir Oliv).


"Spontan Oliv mendorong Gibran sampai menabrak meja".


"Aduhhhh,,Gibran terjatuh,Oliv yang kagetpun lalu menolong Gibran bangun".


"Maaf kak,,".


"Ya Liv gak apa-apa,,maafin aku udah lancang ya".


"Kakak jahat ini kan ciuman pertma aku"Tersipu malu.


"Benarkah?".


"Ya kak bener".


Hahaha Gibran tertawa lepas.


"Iihhh kok ketawa seh kan aku malu".


"Gak usah malu,,aku jadi yang pertama cium kamu dong?".


"Kakak udah dong jangan ketawa terus aku tinggal ne gak aku masakin".


"Eh jangan dong nanti aku kelaparan gimana?"


"Bodo"(Cemberut).


"Aku cium lagi lo"Goda Gibran.


"Iiiihhhhh pergi sana aku mau masak"Oliv melotot ke arah Gibran.


Oliv memasak dengan senyum-senyum sendiri tidak dipungkiri Oliv juga menaruh hati pada Gibran dia sangat-sangat gembira mendengar pernyataan Gibran barusan tetapi Oliv juga harus memikirkan kuliahnya agar cepat lulus dan bisa bekerja lalu membahagiakan neneknya juga paman bibi Oliv.

__ADS_1


__ADS_2