
Gibran dan Bela sedaang bermain bersama anak mereka,pintu diluar diketuk seseorang sepertinya ada tamu yang datang,Gibran bergegas keluar untuk membuka pintu.
"Bel kamu tunggu disini ya,aku bukain pintu dulu"pamit Gibran dan berjalan keluar.
"Iya kang"Jawab Bela dengan anggukan.
tok tok
"Iya seben,,,,,"Gibran membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang datang.
"Gibran anak ibu?ini benar kamu nak,,kamu masih hidup"Ibunya Gibran berhambur memeluknya dan menangis bahagia.
"Ayah,ibu,,"Gibran juga memeluk kedua orang tuanya,mereka saling melepas kangen,tak menyangka jika anaknya massih hidup begitupun Gibran dia tak menyangka akan bertemu kembali kepada orang tuanya.Saat Gibran mengabari kedua orang tuanya jika dia masih hidup ternyata orang tuanyaa sedang melakukan perjalanan bisnis diluar kota dan baru bisa datang hari ini.
"Yah,Bu mari masuk aku kenalkan dengan istri dan anaku"Ajak Gibran menggandeng ibunya.
__ADS_1
Lalu mereka diajak Gibran menuju ruang tamu dan Gibran berjalan ke kamar untuk memanggil Istrinya,Gibran menggendong bayinya.Bela sempat tidak mau bertemu mertuanya takut mertuanya tidak menyukainya.
"Ayah ,ibu kenalin ini Bela istriku,dan cucu kalian Azzam"Gibran menggandeng Bela untuk mendekat ke orang tuanya.
"Loh kamu!!kamu yang waktu itu bertabrakan dengan saya di pernikahan Oliv kan?"Mama Gibran masih ingat dengan Bela yang menabraknya waktu itu.
"I iya tante maafkan saya,tante masih inget aja"Jawab Bela menunduk karena malu.
"Jangan panggil tante lagi dong sayang,panggil ibu karena kamu sudah menjadi anak ibu"Memeluk bela dan merangkulnya.
"Oh ya sampai lupa yah,bu ayo aku kenalkan dengan Abah,dia ayahnya Bela tetapi dia struk yah"Ajak Gibran masuk kedalam kamar abah,abah yang melihat besannya menangis dia tidak bisa berkata apa apa,tangisanya sudah mewakili semuanya.
Pak Andre memeluk besannya itu dan saling berbicara,sedangkan ibu Gibran senang sekali mendapat cucu yang amat ganteng seperti Gibran waktu kecil dia tak henti hentinya menciumi Azzam,Bela yang melihatnya hanya senyum senyum sendiri.Ayah dan ibu Gibran sudah mengetahui jika Bela terkena kanker dia tidak membahas masalah Azzam yang tidak diberi ASI lagi karena Gibran sudah mejelaskanya didalam tlf sebelumnya.
Pak Andre mengajak berbicara Gibran dibelakang rumah karena pak Andre akan menanyakan tentang kenapa dia bisa menikah dengan Bela.Sedangkan Bela dan ibu mertuanya bermain bersama Azzam di dalam kamar.
__ADS_1
"Bran apa Oliv sudah mengetahui tentang kamu?"Pak Andre duduk di sebuah saung dibelakang rumah menantunya.
"Sudah yah,,sejujurnya aku masih mencintai dia yah,rasa ini dari dulu tidak pernah berubah aku yang bodoh yah sudah menikah duluan tanpa menunggu ingatanku pulih"Gibran mengelap aer matanya yang kembali menetes jika mengingat Oliv.
"Sudahlah nak,ikhlaskan apa yang terjadi mungkin memang Oliv bukan jodoh kamu"Lalu pak Andre juga menceritakan bagaimana Oliv kehilangan dirinya sampai depresi dan mengurung diri hingga Romi datang.
"Aku enggak nyangkq yah Oliv sampai seperti itu,kalau saja dia masih sendiri aku akan menebus semua kesalahanku sama dia yah"Gibran menyugar rambutnya kasar.
"Sudah Bran,sekarang Oliv juga sudah bahagia bersama Romi dan sebentar lagi juga mereka dikaruniai seorang anak,sekarang fokuslaah kamu merawat keluarga kamu terutama Bela,,jangan kamu sakiti dia hanya karena Oliv,,ajaklah dia berobat keluar negeri siapa tahu Tuhan masih ingin memberi dia kesembuhan Bran"Pak Andre menepuk pundak Gibran.
"Ya yah,Gibran mengerti karena mereka juga Gibran massih hidup yah,lalu bagaimana dengan Sasha dan kakaknya yah?".
"Mereka sudah diurus pihak berwajib,,dan kakaknya Sasha juga mengalami kecelakaan saat akan datang kesini dia terluka parah dan lumpuh".
"Kasihan kamu Sa". Secepat itu karma berlaku buat mereka gumah Gibran tetapi masih bisa didengar oleh ayahnya.
__ADS_1
"Sudah lama kita disini jangan membuat istri kamu kawatir mari kita kembali kedalam"Ajak pak Andre dan berjalan duluan masuk kedalam rumah diikuti Gibran dibelakangnya.Mereka lalu menghabiskan waktu bersama rencananya keluarga Bela akan pindah kerumah Gibran,dan Bela akan dibawa berobat keluar negeri,Azzam akan diasuh neneknya(Ibu Gibran).