Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Sore yang cerah Romi dan Oliv sedang bersantai di halaman rumah mereka yang dihiasi taman bunga warna warni kesukaan Oliv istrinya,ditemani secangkir kopi buatan istrinya menjadikan suasana menjadi romantis.


"Sayang, terimakasih sudah mau tetap menjadi istriku dan setia merawatku saat aku sakit,"Memegang tangan Oliv dan Oliv menatap suaminya dengan intens.


"Kamu ini bicara apa mas,aku ini istri kamu sudah sepantasnya aku merawat dan menjaga kamu saat kamu sedang sakit,kamu tahu tidak betapa aku takutnya kehilangan kamu saat itu,".


"Maafin aku Liv,aku janji enggak akan buat kamu menderita lagi,aku akan selalu bahagiakan kamu juga calon anak kita nanti,"Romi mengelus elus perut Oliv yang semakin membuncit.


"Iya mas,terimakasih juga ya mas sudah sabar menghadapi aku,menunggu aku untuk mencintaiku,sekarang aku sadar mas kalau Oliv sudah jatuh hati sama Romi," Sambil menoel hidung Romi yang membuat Romi amat terkejut.


"Benarkah itu Liv?kamu sudah mencintai aku?,"Tanya Romi masih tak percaya.


"Iya sayang,,,,aku cinta kamu mas Romi,"Jawab Oliv mantap dan itu membuat Romi memeluk Oliv dan meneteskan aer mata,perjuangannya selama ini tidak sia sia dia benar benar mendapat cinta dari Oliv.


"Kok nangis seh mas?,".


"Aku menangis bahagia sayang,,,coba sekali lagi aku mau dengar panggil aku sayang,"Romi menangkup kedua pipi Oliv.


"Iihh malu mas,enggak ada siaran ulang,".


"Ayolah sayang,plisss,".


"Iya sayangku mas Romi,"Oliv malu malu mukanya sudah seperti kepiting rebus.


"Terima kasih sayangku,"Romi menciumi Oliv bertubi tubi dia gemas dan bahagia hari ini,dia tidak akan melupakan momen bersejarah hari ini,hari yang ditunggu tunggu dimana Oliv akan membalas perasaan cintanya.


Setelah puas bermanja manja mereka masuk kedalam rumah nenek yang melihat kedua cucunya berseri seri ikut tersenyum,dia berharap kebahagiaan akan selalu menghampiri mereka.


"Liv kamu sudah minum vitamin kamu belum nak?,"Tanya bi Sarti sambil menyerahkan semangkuk bubur kesukaan Oliv.


"Sudah bi,heemm baunya enak bi,"Oliv menerima bubur buatan bibinya.


"Pasti enak siapa dulu yang membuat,"


"Haha bibi bisa narsis juga,oh ya bi nenek sudah makan?,"


"Sudah Liv,beliau lagi istirahat di kamar,bagaimana kandungan kamu nak?apa masih terasa nyeri?,".


"Alhamdulilah udah enggak bi,gerakan dedek semakin kenceng bi,kadang Oliv tidur sampai kaget,".


"Syukurlah nak,semoga sehat sampai nanti melahirkan dan diberi kelancaran ya?,".

__ADS_1


"Aamiinn,terimakasih ya bi sudah mau menemani Oliv selama hamil?,".


"Iya nak sama sama,bibi kedalam dulu ya?,".


"Iya bi,"Oliv melanjutkan makan buburnya sambil menunggu Romi mandi.


Saat tengah asik makan bubur ada suara ketukan pintu,Oliv menghentikan makan dan berjalan kedepan untuk membuka pintu rumahnya.


"Assalamualaikum,"Sapa seseorang dari luar.


"Walaikumsa,"Oliv terkejut ternyata Gibran dan Bela yang datang kerumah.


"Kalian,silahkan masuk Bel,kak,"Oliv lebih dulu berjalan keruang tamu.


"Silahkan duduk,"Perintah Oliv kepada tamunyaa.


"Iya terimakasih mbak,maaf mbak jika kedatangan saya mengganggu waktu mbak Oliv,"Jawab Bela merasa tak enak apa lagi setelah tahu hubungaan suaminya dimasa lalu.


"Enggak apa apa Bel,santai aja enggak ganggu ko,sebentar ya saya panggilkan Mas Romi dulu,"Oliv berjalan ke kamar Gibran sedari tadi terus memperhatikan Oliv,Bela tahu akan hal itu tetapi dia hanya diam,dia tahu suaminya tidak akan berubah fikiran.


"Halo bro,bagaimana kabar kalian?Azzam mana kenapa gak kalian bawa,"Romi menghampiri Gibran dan bersalaman diikuti Oliv dibelakangnya.


"Baek Rom,Azzam sedang bersama ayah dan ibu,Kamu sendiri bagaimana?,"Jawab Gibran.


"Begini mas,saya yang mengajak Akang kesini,sayanbelum selesai berbicara bi Sarti datang membawakan minuman untuk tamunya",


"Silahkan diminum nak Gibran dan Bela,"Bibi memberikan minuman didepan mereka.


"Bibi repot repot segala,terima kasih bi,lempernya gak ada bi?,"Canda Gibran dan mendapat cubitan dari Bela.


"Maafkan akang bi,"


"Haha enggak apa apa nak Bela,sudah biasa nak Gibran seperti itu dulu,emm silahkan diminum nak bibi kebelakang dulu,"Pamit Bi Sarti takut salah bicara.


"Ada apa Bel sampai malam malam kalian kesini?,"Tanya Oliv.


"Begini mbak Oliv,saya mengucapkan banyak terimakasih kepada mbak Oliv terutama mas Romi yang sudah menyelamatkan saya sampai hampir kehilangan nyawa,maafkan saya yang tidak bisa membalas apa apa,".


"Sama sama Bel,semua sudah takdir,yang terpenting kamu tidak apa apa dan sehat juga Azzam kan?,".


"Eemm mbk?,"Bela ragu akan berbicara takut Romi marah.

__ADS_1


"Kenapa Bel teruskan,"Perintah Oliv.


"Soal Akaang,apa mbak Oliv tidak ingin berbicara sesuatu kepada kang Ibrahim,emm maksud saya Gibran?,".


Oliv memandang Romi suaminya,dia meminta persetujuan dari suaminya dan Romi yang paham lalu menganggukkan kepala,Gibran yang tidak tahu tujuan Bela menjadi terkejut.


"Bel kamu ini bicara apa,kamu bilang mau pamitan sama mereka?,"Tanya Gibran.


"Kang aku tahu,sebelum kita berangkat aku ingin kalian bertemu dan berbicara dulu,walau bagaimanapun kalian dulu saling mencintai,aku enggak apa apa kang?,"Bela meyakinkan Gibran.


"Sayang bicaralah dengan Gibran,mungkin ada sesuatu yang selama ini masih kalian pendam?,"


"Tapi mas?,"


"Sudah enggak apa apa,benar yang dikatakan Bela,berbicaralah dulu berdua,kita akan ke belakang,"Lalu Romi memberi isyarat kepada Bela agaar mengikutinya dan memberi waktu kepada Oliv dan Gibran.


Sejenak mereka saling terdiam dengan fikiran masing masing belum ada yang memulai berbicara terlebih dahulu.


"Liv,kak,"Bersamaan mereka bicara.


"Kakak dulu saja?,".


"Maafkan aku?,"Hanya kata itu yang mampu diucapkan Gibran dia menunduk meneteskan aer mata.


"Kenapa kak?maaf untuk apa?semua sudah ada yang mengaatur kak,kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya,".


"Aku,aku masih mencintai kamu Liv,dari dulu hingga sekarang enggak berubah bahkan saat pertama kali aku melihat kamu saat aku hilang ingatan getaran rasa ini muncul dan rasa ini tak pernah aku dapatkan dari Bela,setelah aku ingat semuanya aku sadar jika cinta ini masih sama untukmu,tetapi takdir tidak menyatukan kita,terimakasih Liv sudah mau mencintaai aku dan membalas cintaku aku tak menyesal Liv telah mencintai kamu,akan ku simpan rasa ini hingga nanti aku tak bisa lagi mencintai kamu,".


"Kak belajarlah mencintai Bela,dia wanita hebat,dia wanita kuat,dia juga sangat mencintai kakak,dulu awal bertemu dia,dia selalu menceritakan tentang kamu,lupakan aku kak,jadikan aku kenangan masa lalu kamu,kita kubur sama sama rasa ini kak,sekarang kita sudah memiliki pasangan masing masing,".


"Iya Liv,aku akan berusaha itu,Liv bolehkah aku memelukkmu untuk terakhir kalinya?,"Tanpa mendengar persetujuan Oliv Gibran memeluk Oliv dia menangis menumpahkan segala rasa kecewa,sakit hati,rasa yang tak bisa memiliki membuat hancur hatinya.


"Kak sudah,enggak enak jika ada yang datang hapus aer mata kakak,"Walau Oliv menangis dia terlihat lebih tegar sekarang.


"Aku akan pergi ke Singapure Liv,Bela terkena kanker rahim ayah dan Ibu menyarankan aku membawa Bela kesana,"Gibran melepaskan pelukannya dan kembali duduk.


"Apaa?kanker rahim?,"Oliv terkejut mendengar berita ini.


"Iya Liv,aku juga gak tahu jika Bela merencanakan pertemuan kita ini,Liv ambillah liontin ini,karena pasanganya ada dikamu,,jika kamu tidak mau kamu boleh membuangnya,"Gibran menyerahkan liontin berbentuk setengag hati kepada Oliv.


"Baik kak aku akan menyimpanya,jangan pernah sakiti Bela kak,selalu dampingi dia,aku yakin ini saat terberat Bela,"Oliv menerima liontin tersebut.

__ADS_1


Dirasa cukup berbicara Oliv kebelakang memanggil Bela dan suaminya,ternyata Bela sedang bersama bibi dan Romi bermain game sendiri dibelakang rumah.


__ADS_2