
Tak terasa usia pernikahan Oliv sudah dua bulan hari hari Oliv dipenuhi kebahagiaan,Romi benar benar memperlakukan Oliv seperti ratu dirumahnya.
Pagi ini Oliv mendapat kabar bahwa neneknya jatuh sakit,lalu Oliv meminta izin Romi untuk merawat neneknya.
"Mas boleh ya aku jaga nenek,kasihan nenek sendiri dirumah sakit pasti bibi kerepotan sekarang".
"Baiklah sayang,taapi ingat kamu juga harus jaga kesehatan ya,,jangan lupa makan setelah aku pulang kantor aku akan nyusul kamu".
"Iya mas,makasih ya"Oliv begitu gembira semenjak resmi menikah Oliv memanggil suaminya dengan sebutan "mas".
"Ya sudah ayo aku antar kerumah sakit dulu".
"Iya mas ayo"Oliv menggandeng tangan suaminya.Mereka berangkat kerumah sakit Medika.
Sekitar dua puluh menit mereka telah sampai dirumah sakit,kondisi neneknya sangat lemah dan belum sadarkan diri karena memang sudah sangat tua.
"Bi bagaimana keadaan nenek?".
"Liv,,yah seperti yang kamu lihat nenek kamu semakin lemah,usianya kan juga sudah tua,".
"Bibi pulang saja biar aku yang jaga nenek?".
"Tapi Liv,gimana sama suami kamu".
"Kami akan bersama merawat nenek bi"Jawab Romi,lalu bibinya pamit pulang dia akan menjaga cucunya.
Romi juga pamit untuk bekerja tinggallah Oliv sendiri diruangan itu,dia memegang pipi neneknya,dia masih berharap neneknya akan sehat seperti kemaren kemaren.
Oliv yang bosan berada didalam ruangan dia berjalan menuju luar,dia duduk sambil bermain ponsel diruang tunggu,sampai ada suara yang memanggil dia.
"Mbak Oliv?".Bela yang awalnya akan kedokter kandungan dia melihat Oliv duduk sendiri lalu menghampirinya.
"Bela,kamu ngapain disini"Oliv terkejut dan menatap Bela.
"Saya mau cek kandungan mbak".
"Wahh kamu sudah hamil Bel".
"Iya mbak alhamdulilah udah dua bulan".
__ADS_1
"Selamat ya,kamu kesini sendiri?".
"Gak mbak sama mas Ibrahim dia lagi mengantri no mbak".
"Oh gitu,,".
"Mbak ngapain disini?".
"Nenek Bel,dia sakit,kondisinya lemah".
"Ya Allah kasihan nenek,,nanti aku kesini ya mbak aku mau periksa dulu takut mas Ibra nyariin".
"Iya Bel,silahkan".
"Hemm Bela udah hamil aja,aku kok belum ya,,mungkin belum waktunya dikasih kali ya"Gumam Oliv.
Oliv lalu kembali masuk keruangan dia merebahkan diri disofa,tanpa terasa dia tertidur disofa sampai suaminya membangunkan dia untuk makan siang.
"Sayang bangun,kamu belum makan siang lo"Romi mencium kening istrinya.
"Eemmm Masya allah aku ketiduran maaf ya mas"Oliv tergagap bangun.
"Makasih sayang"Oliv berdiri dan mencium pipi suaminya.
Sedangkan Bela yang sudah selesai diperiksa dokter sangat bahagia karena kandunganya sehat dan tidak bermasalah dia juga tida ngidam berlebihan sampa lemas segala jadi Bela masih bisa beraktifitas seperti biasa.
Ibrahim sangat bahagia karena sebentar lagi akan memiliki anak bersama Bela dia juga memanjakan Bela,tetapi kadang dia juga menjadi pendiam karena bayangan Oliv terkadang terlintas difikiranya dan jika akan mengingat pasti kepala dia akan sakit.
"Kang kita mampir keruangan neneknya mbak Olliv dulu yuk".
"Memangnya siapa yang sakit Bel".
"Neneknya kang,akang belum pernah kan ketemu mbak Oliv?".
"Terserah kamu saja,"Sebenarnya Ibrahim mau menolak tetapi dia juga gak enak karena selama ini yang membantu istri ya adalah Oliv.
Tok tok
Bela mengetuk pintu ruangan Oliv,dan Oliv membukakan pintu untuk Bela.
__ADS_1
"Mbak,,gimana nenek?".
"Masih sama Bel,mari masuk lo suami kamu mana?".
"Ada mbaak sebentar lagi ambil buah".
"Ahh kamu Bel repot repot segala,oh ya mas Romi ini Bela temen aku yang aku ceritain itu".
"Hae,aku Romi suami Oliv,"Romi mengulurkan tangan kepada Bela.
"Saya Bela teman mbak Oliv"Bela menjabat tangan Romi,baru akan duduk Ibrahim masuk dan Romi sama Oliv sangat terkejut.
"Sayang ini buahnya,,"Ibrahim masuk dan langsung menyerahkan Parrsel buah ke istrinya sedangkan Oliv dan Romi bengong menatap Ibrahim.
"Gi Gibran"Jawab Oliv dan Romi bersamaa.
Bela heraan sudah dua kali suaminya dipanggil Gibran.
"Maaf mas,mbak,kenalin ini suami saya Ibrahim namaya".
"Saya Ibrahim"Ibrahim mengulurkan tangan kepada Romi.
"Ro Romi,,kamu suami Bela siapa tadi namaya Ibra,,,
"Ibrahim mas"Jawab Ibrahim.
Oliv masih mematung dadanya terasa sesak,dia benar benar shock orang yang bertahun tahun dia cari dan tunggu dihadapanya,,tetapi kenapa nama dia Ibrahim bukan Gibran benarkah hanya mirip,,benarkah dia bukan Gibran memang dia gondrong dan berotot bukan seperti Gibran dulu tetapi kenapa wajahnya sama,
Saat Ibrahim akan mengulurkan tangan pada Oliv,Oliv pingsan dia tak sadarkan diri saking terkejutnya Romi sangat panik,apa lagi dua orang tersebut semakin gak tahu dengan apa yang terjadi.
"Sayang bangun,,Liv,bangun Liv buka mata kamu"Panik Romi.
"Biar saya panggilkan dokter"Ibrahim berlari menuju ruangan entah kenapa dia melihat Oliv pingsan hatinya merasa sakit.
"Mabk Oliv kenapa mas".
"Saya tidak tahu mungkin kelelahan jawab Romi berbohong dia tidak mungkin bertanya sekarang".
Oliv telah dibawa ke ruang perawatan dan dokter sedang memeriksanya.Romi sangat cemas karena dokter belum keluar sedangkan Ibrahim dan Bela sudah pulang karena mendapat tlf bahwa abahnya juga terjatuh di kamar mandi.
__ADS_1