
Ibrahim tengah bersantai di belakang rumah kontrakanya,,dia tengah melamun bayangan tentang Oliv selalu tergiang ngiang di pikiran dia.Bela menghampiri suaminya.
"Kang sedang apa kok melamun,akang masih pusing?".
"Gak Bel,hanya cari udara segar saja,,kamu bawa apa".
"Oh ini kang tadi Bela belajar buat kue,coba deh kang cicipi,Bela berencana mau jualan kue".
"Untuk apa kamu berjualan Bel,kalau kamu berjualan abah gimana,siapa yang jaga,apa uang dari aku kurang buat kebutuhan kita".Suara Ibrahim meninggi.
"Bu bukan begitu kang,Bela hanya ingin mengisi waktu luang aku,maafin Bela,jika akang tidak setuju aku gak akan jualan kang"Bela menunduk dia untuk pertama kalinya menangis didepan Ibrahim dia takut dibentak suaminya.
""Kamu jangan nangis,maafin aku ya,aku gak bermaksud memarahi kamu,"Ibrahim memeluk Bela,lalu mereka saling tatap entah angin apa Ibrahim mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Bela,untuk pertama kalinya Ibrahim mencium Bela sebagai istri selama ini mereka belum pernah melakukan kewajiban mereka sebagai pasangan.
Ciuman itu lama lama menjadi *******,Ibrahim terus mencium dan ******* bibir Bela tangan Ibrahim pun mulai turun ke bukit kembar Bela,Bela mulai melenguh kenikmatan badanya terasa panas dingin.Ibrahim terus menyusuri leher jenjang Bela,dia terus menciumi Bela penuh nafsu.
Ibrahim membopong Bela ala briday stile tanpa melepas pagutanya,,untuk pertama kalinya mereka akan melakukan hubungan suami istri.
"Kang pelan pelan ya,kata orang sakit"Bela sudah telanjang berada dikamar dan dibawah kungkungan Ibrahim.
"Iya sayang aku akan melakukanya pelan pelan"Ibrahim yang telah dikuasai nafsu tidak bisa menghindar dan menolak lagi Ibrahim mulai memasukkan senjatanya ke lubang kenikmatan Bela.
__ADS_1
"Aaaaa kang sakiiiitttt"Bela menjerit kesakitan dia menangis.
"Sabar sayang kamu rilek dulu ya,rasakan dan nikmati"
Ibrahim mulai menggerakkan pinggulnya perlahan lahan yang awalnya Bela menangis kini dia mulai merasa keenakan Bela mulai mendesah tak karuan,sore itu menjadi sore yang indah milik mereka berdua,mereka menghabiskan waktu dikamar,ntah sudah berapa ronde mereka mulai melakukannya lagi sampai waktu malam tiba mereka menghentikan aktifitas mereka karena Bela juga sudah kelelahan.
"Aaauuuu sakitt"Lirih Bela dia ingin beranjak bangun tetapi daerah kewanitaanya terasa sakit.
"Bel kamu kenapa?"Kaget Ibrahim.
"Sakit kang,aku mau mandi ternyata udah malam kasihan abah belum aku masakin".
Ibrahim pun melihat jam didindingnya dan ternyata benar sudah menunjukkan pukul tujuh malam,,.
"Jangan kang itu kan tugas aku".
"Udah gak apa apa,kamu diam disini oke jangan bantah suami"Ibrahim lalu bergegas turun sebelum itu dia mencium kening Bela dia menuju kamar mandi setelah itu dia mulai memasak,dengan cekatan Ibrahim mulai memasak.
Bela tersenyum mendapat perhatian dari suaminya,dia sangat bahagia tak sia sia dia bersabar selama ini akhirnya dia menjadi milik Ibrahim seutuhnya.
Sekitar satu jam Ibrahim sudah selesai memasak lalu dia memanggil abahnya untuk makan,abahnya Bela memang sudah sembuh tetapi dia menjadi lumpuh jadi dia memakai kursi roda.
__ADS_1
"Bah mari makan malam,disini apa dimeja makan bah?"Ibrahim berada dikamar abah..
"Loh kamu Im,,Bela kemana?".
"Eemm,itu,anu bah lagi dikamar"Ibrahim bingung mau jawab apa,abah yang paham hanya senyum senyum sendiri.
"Sudah gak usah malu,abah juga pernah muda,gak apa apa biar abah cepat punya cucu".
"Hehe iya bah,"Ibrahim garuk garuk kepala yang tak gatal.
"Abah makan disini saja,kamu cepat ajak Bela makan jangan sampai anak abah pingsan gara gara kelelahan"Ledek abah.
"Ahhhh abah jadi malu,sebentar bah saya ambilkan makananya dulu"Ibrahim beranjak ke dapur untuk mengambilkan makanan untuk mertuanya.
Setelah selesai melayani abahnya Ibrahim membawa makanan ke kamar,karena Bela belum makan.
"Sayang kamu makan dulu ya".
"Kang kamu udah selesai masak,heemmm baunya enak"Bela bangun dari tidurnya.
"Kamu disitu saja,kita makan sama sama ya".
__ADS_1
Akhirnya mereka makan bersama dikamar sesekali Bela menyuapi Ibrahim,selesai makan Ibrahim membopong Bela menuju kamar mandi niat ingin mengantar Bela saja,melihat Bela telanjang Ibrahim menjadi bernafsu lagi dan terjadilah pergumulan panas mereka dikamar mandi.