
"Kamu mau bawa saya kemana?"Ibrahim mulai curiga karena jalan yang dilalui Sasha semakin sepi dan jauh dari pemukiman.
"Tenanglah aku akan membawa kamu menemui istri kamu Gibran".
"Maksud kamu apa?saya Ibrahim,turunkan saya disini cepat!Ibrahim mulai membentak dan akan membuka pintu mobil dia berencana akan meloncat.
"Diam sayang jika kamu berontak dan nekat keluar maka saya tidak akan menjamin keselamatan keluarga kamu".
"Apa maksud kamu?jangan main main sama keluarga saya,siapa sebenarnya kamu?"Ibrahim masih berpura pura amnesia untuk mengetahui rencana Sasha.
"Aku tidak maen maen sayang,coba lihatlah!"Sasha berhenti dan menunjuukan vidio dimana Bela,abah,juga anaknya disekap,,Ibrahim sangat terkejut dia ingin sekali berontak melawan Sasha tetapi nyawa keluarga Ibrahim dalam bahaya,makanya dia memilih diam dan mengikuti Sasha.
Sasha kembali melajukan mobil menuju gudang dimana Bela dan Romi disekap,lalu para bodigard Bela memborgol tangan Ibrahim dan membawanya kedalam gudang.Sesampainya digudang Ibrahim sangat terkejut melihat keadaan Bela ditambah juga ada Romi disana.
"Bela ya Allah kamu baek baek saja?.
"Akang hiks hiks aku takut kang,kenapa akang bisa sampai disini,dimana anak kita kang?".
"Perempuan jahat itu juga menyekap abah juga anak kita,kenapa bisa ada kamu mas?"Melihat kearah Romi.
"Tadinya saya akan menolong Bela,tetapi saya kalah melawan mereka,Bran apa kamu gak ingat siapa Sasha?dia benar benar gila Bran".Sesaat Ibrahim terdiam haruskah dia jujur kepada Bela juga Romi jika dia sudah mengingat semuanya,tapi jika dia jujur dia takut akan merusak rumah tangga Oliv walau dia masih sangat mencintai Oliv.
"A aku belum mengingat,kamu tahu darimana kalau saya hilang ingatan?".
"Saya bertanya pada Bela Im,perempuan itu,,,"Belum selesai berbicara Sasha muncul dengan membawa sebuah map.
"Wau hebat kalian sedang reunian kah?"
"Dasar wanita gila,apa mau kamu?lepaskan anak dan istriku!".
__ADS_1
"Wooo tenang sayang,jangan maraah marah aku akan melepaskan mereka asal kamu mau menikah dengan ku dan meninggalkan anak dan istrimu"Jawab Bela tanpa memikirkan perasaan Bela.
"Jangan mimpi kamu,,saya tidak kenal kamu!".
"Tenang sayang aku akan segera membuat kamu ingat terhadapku,lalu Sasha menyuruh bodigardnya untuk memutar sebuah vidio yang dimana mereka memperlihatkan kemesraan mereka,Bela yang melihat itu semua semakin sakit hatinya ternyata suami yang sangat dia cintai dan hormati dulunya mempunyai masa lalu yang tidak baek.
"Cukup Sasha!!"Ibrahim keceplosan memanggil Sasha dan itu semua membuat Bela,Romi,dan juga Sasha terkejut pasalnya tidak ada yang menyebut nama Sasha dari tadi.
"Kamu ssudah ingat semuanya Gibran?"Tanya Sasha lalu mendekat dan membelai pipi Gibran.
"Lepaskan!jangan sentuh wajah saya dengan tangan kotor kamu" .
"Ayolah Bran,,jangan munafik apa kamu tidak melihat vidio tadi kita begitu mesra dan menikmatinya ha!".
"Apa mau kamu Sa?".
"Sudah saya bilang Gibran sayang lepaskan istri dan anak kamu lalu menikahlah denganku maka semua keluargamu akan selamat dan jika kamu menolak maka kamu akan kehilangan mereka bagaimana kamu setuju Gibran?".
"Baiklah saya kasih kamu waktu berbicara dengan perempuan itu,ingat keselamatan mereka ada ditanganku dan jangan lama lama"Ancam Bela.
Setelah Sasha keluar Gibran bersimpuh di kaki Bela.
"Bel maafkan aku,karena masa lalu ku yang buruk kamu,abah,dan anak kita menjadi sasaran perempuan itu!".
"Kamu sudah mengingat semuanya kang?".
"Iya Bel,aku sudah mengingat semuanya,aku akan menuruti kemauan Sasha agar kamu dan anak kita selamat,maafkan aku Bel?".
"Hiks hiks tapi kang?"
__ADS_1
"Bran apa gak ada cara laen?".Walau Romi sangat terkejut tentang Gibran yang sudah mengingat masa lalunya tetapi dia tidak egois menanyakan apakah Oliv sudah bertemu dan mengetahui jika Gibran masih hidup.
"Rom terimakasih kamu sudah menjaga Oliv selama ini,kamu juga rela mempertaruhkan nyawa kamu demi istriku!".
"Maafkan aku Bran jika aku mengambil Oliv dari kamu?"Romi merasa bersalah.
"Bukan salah kamu Rom,semua sudah takdir,aku hanya berpesan Rom jika aku harus bersama Sasha tolong bawa Bela,abah dan anakku menemui papa dan mama,karena aku yakin setelah ini Sasha akan membawa ku keluar negeri agar jauh dari keluargaku,aku tidak bisa melawan Sasha karena kakak Sasha adalah ketua geng mafia diluar negeri Rom,jika aku melawan makan seluruh keluargaku akan dibantainya.
"Maksud kamu apa Bran,darimana kamu tahu tentang Sasha sedangkan selama ini kamu amnesia?".
"Sebenarnya kecelakaan pesawat itu ulah dari salah satu anak buah kakaknya Sasha,Sasha meminta bantuan kakaknya untuk menggaggalkan rencana pernikahanku dengan Oliv,dia membajak pesawat itu agar kecelakaan dan Oliv menganggap aku sudah mati,apa kamu gak curiga kenapa yag selamat hanya dibarisan kita Rom,jika memang murni kecelakaan gak ada yang selamat Rom?".
Romi sangat terkejut mendengar penjelasan Gibran,jadi semua ini ulah dari kakak Sasha yang ingin memisahkan Gibran dan Oliv.
"Setelah aku ingat semuanya aku berusaha mencari tahu tentang kecelakaan pesawat itu,dan aku mengetahui semua kebenaran ini dari paman di Amerika Rom?"Gibran menunduk sedih.
"Kang apa enggak ada jalan laen?"Tanya Bela.
"Enggak ada Bel,jika kita lapor polisi abah dan anak kita yang jadi taruhanya"Gibran menghela nafas berat.
"Bran kamu jago bela diri dan disini tak banyak orang,ayolah kita lawan jangan menyerah gini!".
"Tapi Rom abah dan anaku bagaimana?".
"Gini saja kamu pura pura setuju dulu,dan kamu ulur waktu ajaklah Sasha kemana gitu biar aku bisa menyelamatkan abah,istri dan anak kamu membawa mereka ketempat yang aman,lalu setelah itu aku lapor polisi dan kamu bisa melawan Sasha,aku yakin Sasha enggak akan bawa bodigard banyak saat sedang bersama kamu?".
"Apa kamu yakin Rom ini akan berhasil?".
"Ayolah bro jangan pesimis gitu".
__ADS_1
"Oke baiklah Rom akan aku coba?".
Akhirnya Gibran keluar menemui Sasha dengan tangan yang masih diborgol,dia pura pura menyetujui apa mau Sasha seperti yang Romi suruh.