
Setahun sudah Gibran gak ada kabar,para tim sar yang ditugaskan mencari juga sudah menyerah mereka sudah menganggap Gibran meninggal,awalnya Oliv keberatan untuk menghentikan pencarian tersebut tetapi semua sudah berusaha dan tidak ada hasil sama sekali mau gak mau Oliv menurutti keinginan calon mertuanya itu.
Oliv juga sudah berhasil membuatkan rumah untuk neneknya,Oliv memutuskan memboyong keluarganya di Jakarta,,walau hati Oliv hancur tetapi kehidupan terus berjalan.Oliv masih menutup hati dari laki laki laen masih berharap Gibran hidup.
Hubungan Oliv dengan Romi maupun Reno bosnya juga semakin dekat tetapi Oliv hanya menganggap sebatas teman berbeda dengan mereka.
Pagi ini Oliv berencana akan mengunjungi rumah pak andre karena mama Gibran sedang sakit.
"Liv kamu jadi kerumah pak Andre?"Tanya bibi.
"Iya bi jadi,,nanti diantar Romi bi".
"Bagus lah,,Liv maaf kalau bibi menyinggung kamu,apa kamu gak berencana membuka hati kamu buat laki laki laen?,sudah setahun kamu sendiri,apa kamu gak kasihan sama nenek kamu?."
"Haaaahhh,,(menghela nafas)Aku gak tahu bi bisa apa enggak,cinta aku masih buat Gibran bi"
"Bibi tahu nak,,tapi sudah setahun juga gak ada kabar kan dari Gibran,,mungkin memang benar dia sudah meninggal nak,hidupmu masih panjang nak,,lihat nenek kamu semakin sakit sakitan dia ingin sekali melihat kamu menikah sebelum ajal menjemputnya".
"Tapi bi?"
"Cobalah nak buka hati kamu buat laki laki laen,bibi gak memaksa kamu,tapi kamu coba fikirkan omongan bibi tadi ya,,ya sudah bibi mau kepasar kamu tunggu Romi dulu".
"Ya bi,hati hati!"Aku memandang kepergian bibi,bukanya gak mau menjalin hubungan dengan laki laki laen tapi hati Oliv masih tersimpan nama Gibran.
"Woi ngelamun aja kamu".
"Romiiiii kamu nganggetin aja seh".
"Habisnya kamu aku panggil panggil dari tadi gak nyahut kok,lagi mikirin apa seh,hemmm?"
"Gak mikirin apa apa ko Rom,ayok berangkat".
"Ya sudah kalaau gak mau cerita,,kita langsung berangkat ne".
"Ya ayok".
Akhirnya mereka berangkat kerumah pak Andre dengan menaaiki mobil Romi,selama setahun ini hanya Romi yang selalu disamping Oliv,sebenarnya Romi mempunyai rasa kepada Oliv tetapi tidak berani mengungkapkanya,,melihat Oliv selalu tersenyum dan tidak sedih saja itu sudah membuat Romi bahagia.
__ADS_1
Sekitar duapuluh menit mereka telah sampai dirumah pak Andre,,mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum pa,"Oliv mengetuk pintu dan mengucapakan salam.
"Walaikumsalam Liv,,"Pak Andre membuka pintu.
"Eh ada Romi juga,sini sini masuk".
"Mama dimana pa,,kambuh lagi ya daraah tingginya"Tanya Oliv,semenjak Gibran menghilang mamanya sering sakit sakitan karena memang Gibran anak satu satunya .
"Ya Liv,kemaren jatuh dikamar mandi"
"Ya Allah kok bisa seh pa,,aku masuk dulu ya pa".
"Ya sana,pasti senang kamu datang biar papa ngobrol sama Romi disini".
Oliv berjalan masuk kekamar mamanya Gibran,semenjak kecelakaan itu Oliv seperti pengganti Gibran,walau gak tiap hari kesini tapi paling gak bisa seminggu tiga kaali bahkan empat kali mengunjungi calon mertuanya itu yang sudah dianggap Oliv ibu dan bapaknya sendiri.
"Mama,,gimana keadaan mama?"Oliv duduk disamping mamanya.
"mama kenapa bisa jatuh seh".
"Laen kali mama minta bibi atau papa antar ke kamar mandi ya"Oliv memeluk calon ibu mertuanya itu
"Ya sayang,kamu kesini sama siapa?".
"Sama Romi ma,kebetulan aku dapat libur sehari".
"Ohh,,Liv mama boleh nanya sesuaatu sama kamu?"
"Ya ma boleh ko".
"Apa kamu masih mencintai Gibran nak?"
"Kok mama nanya kayak gitu seh,ya jelas aku masih cintaa sama kakak ma".
"Nak,kalau mama boleh kasih saran coba buka hati kamu buat laki laki laen,Gibran sudah gak ada nak,sampai kapan kamu sendiri terus,mama ikhlas nak jika kamu mau menikah sama orang laen,kamu tetap anak mama sampai kapanpun"
__ADS_1
"Mama,,hiks hiks,,aku gak mau ma aku mau menunggu kakak"
"Nak dengar mama,,mama tahu kamu sangat mencintai Gibran,tetapi Gibran sudah gak ada sayang kehidupan kamu masih berlanjut,,mama gak mau kamu menjadi perawan tua,mama juga ingin melihat kamu mempunyai anak yang kelak akan menjadi cucu mama juga kan".
"Oliv gak tahu ma,,rasanya sulit melupakan kakak"
"Sayang jika memang Gibran masih hidup dan dia jodoh kamu pasti suatu saat rntah dengan cara apa pasti akan kembali bersama kamu,kamu mau kan melihat mama bahagia".
"Iya ma,"
"Nah kalau gitu pelan pelan bukalah hati kamu ya nak,,mama akan dukung kamu sama siapapun sayang jangan sungkan dan merasa bersalah sama mama dan papa,mama akan lebih bahagia jika kamu mendapat pengganti Gibran nak".
"Insaalh ma,tapi Oliv belum siap ma saat ne,,rntah kapan Oliv bisa menemukan seseorang seperti kakak".
"Jangan mencari seperti Gibran sayang,tapi carilah yang bisa menerima kamu apa adanya,,".
Kami saling berpelukan,,sesaat kami larut dalam perasaan masing masing,,tak terasa ternyata sudah beranjak siang aku pamit pulang karena aku kasihan Romi yang sudah setia menungguku .
"Rom pulang yuk udah siang ne,,".
"Kamu udah selesai kangen kangenanya".
"Udah Rom,,eemm pa aaku pamit dulu ya,oh ya mama tadi udah aku suapi dan kasih obat pa,paling tidur jangan biarin ke kekamar mandi sendiri ya pa,takutnya terpleset lagi?"
"Ya sayang makasih ya sudah mau merawat mama kamu,,"
"Iya pa,kalian juga udah aku anggap orang tuaku juga kok".
"Ya sudah kalian hati hati ya!Rom jaga Oliv ya,"
"Ya pa,,"
"Siap Om,kami pamit ya om"Romi bersalaman dengaan pak Andre.
"Ya,,kalian cocok lo,"Goda papa"
"Issshh papa apaan seh,,ya sudah pa bye pa,,"
__ADS_1
Oliv beranjak pulang kerumah,sepanjang perjalanan Oliv memikirkan omongan mamanya Gibran juga bibinya,,selama ini memang Oliv hanyaa bekerja dan bekerja tanpa memikirkan hatinya yang kosong.
Oliv memantafkan hati akan membuka hati buat laki laki laen,,Tetapi Tetap Gibran yang no satu dihati Oliv sampai kapanpun.