
Oliv pulang kerumah dengan naek Ojol dia akan kembali jika nanti pamanya sudah datang.
"Huuffttt capek banget,,bolak balik terus apa aku ijin kerja dulu aja ya sama Reno,,badan juga rasanya gak nyaman!"Gumam Oliv sambil merebahkan tubunya disofa.
"Assalamualaikum"Terdengar salam dari luar Oliv yang akan memejamkan mata gak jadi lalu beranjak berdiri dan membuka pintu.
"Walaikumsalam"Jawab Oliv lesu dan membuka pintu ternyata Romi yang datang.
"Lesu banget Liv apa kamu sakit?"
"Eh kamu Rom,gak kok cuma caapek baanget bolak balik rumah sakit sama kerja".
"Lebih baek kamu ijin dulu Liv sampai nenek kamu sembuh dan dibawa pulang".
"Aku juga punya rencana gitu tapi apa boleh ya sama pak Reno aku kan kebanyakan ijin!".
"Pasti boleh kok,jika kamu dikelurain kamu bisa bekerja diperusahaan aku Liv?".
"Emang kamu punya perusahaan?".
"Enak aja gini gini aku punya perusahaan ya walau gak sebanyak punya Reno".
"Hehe aku gak tau Rom"
"Iya lah kamu gak tahu orang kamu gak pernah tanya!".
"Iya seh,,aku buatin minum dulu ya!"Oliv akan beranjak berdiri tapi dicegah oleh Romi.
"Eemm Liv,,soal kemaren yang dirumah sakit aku gak masalah kok jadi pacar kamu jika kamu mau".
"Maksud kamu apa Rom?maaf jika kamu gak nyaman ya,,itu semua demi nenek Rom aku gak mau buat nenek sedih teruss!".
__ADS_1
"Tapi aku serius Liv,aku memang telah jatuh cinta sama kamu,,ntah kapan perasaan itu datang tetapi memang rasa ini mengalir begitu saja!".
"Aku tahu kamu masih mencintai Gibran aku gak akan maksa kamu buat terima aku Liv,cukup aku disamping kamu dan jangan jahuin aku setelah ini!"
"Siapa yang mau jahuin kamu seh,,aku mau kok,,"Oliv menunduk malu malu,Oliv sudah memikirkan matang matang soal asmara dia,dia telah memutuskan akan membuka hati buat laki laki laen,selama ini Romi selalu menjaga dan mendampingi Oliv,,gak ada salahnya dia memberi kesempatan.
"Apa Liv?,,ka kamu terima aku?"Romi masih gak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Iya Rom aku mau jadi pacar kamu"Romi bersorak dan langsung memeluk Oliv membawa dalam dekapanya dan berputar putar dengan tertawa.
"Aaaaaaa Rom,,ya ampun turunin kan malu tauk,"
"Gak papa gak usah malu biar semua orang tahu jika kamu milikku".
"Ahh Romi,,,emm makasih ya Rom?"Oliv memandang Romi mereka saling tatap dan dekat.
"Aku yang seharusnya terimakasih Liv,karena kamu sudah mau menerima aku,aku janji akan membuat kamu bahagia dan selalu tersenyum,jangan pernah menangis lagi ya".
"Loh kok kamu nangis aku salah ya"
"Gak kok,kamu gak salah!ini aer mata bahagia Rom"
"Syukurlah!oh ya kamu belum makan kan?"
"Belum kan aku baru sampe!".
"Kamu mandi sana gih biar aku masakin?"
"Emangnya kamu bisa masak?"
"Eiitt jangan salah gini gini pernah jadi anak saantri lo"
__ADS_1
"Haha yang benar Rom"
"Ya bener Liv,selama 3tahun aku sekolah dipesantren apa apa masak sendiri tetapi karena papa pindah tugas jadi ya kami semua diboyong kesini".
"Ohhh"Oliv manggut manggut.
"Tapi aku belum belanja gak tahu dikulkas ada bahan makanan gak?"
"Udah sana kamu pergi mandi biar aku yang cari sendiri"
"Makasih ya"Oliv tersenyum buat Romi.
Oliv lalu masuk kekamar dan mandi,Sedangkan Romi menuju dapur dan membuka kulkas untuk melihat ada bahan makanan atau tidak!.
Romi mulai memasak dia akan membuat sup daging dan tempe goreng juga sambal.sekitar satu jam Romi sudah selesai memasak tetapi Oliv belum juga keluar kamar,Romi tak berani masuk dia menunggu dimeeja makan,tetapi sudaah lima menit Oliv tak kunjung keluar akhirnya Romi memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Oliv.
Tok tok
"Liv udah selesai lo masakan aku kamu belum selesai mandi ya?"Tapi tak ada sahutan.
"Liv kamu baek baek saja kan?"Romi mulai kawatir dia sudah berkali kali mengetuk pintu kamar Oliv tetapi tak ada sahutan.
"Aduh kok gak nyahut seh Oliv apa jangan jangan terjadi sesuatu ya,tadi kan kelihatan pucet banget"Gumam Romi didepan pintu kamar Oliv.
"Dikunci lagi kamarnya,,apa aku dobrak aja ya?"Romi mondar mandir didepan pintu.
"Liv aku dobrak ya pintunya?"Tetap tak ada jawaban Romi akhirnya memtuskan untuk mendobrak pintu dan saat pintu terbuka betapaa terkejutnya Romi ternyata Oliv pingsan didepan lemari parahnya lagi tanpa sehelai pakaian.
Romi yang panik akhirnya menarik selimut lalu menutup tubuh Oliv dan mengangkatnya ke atas kasur.Sebagai lelaki normal Romi juga punya nafsu dia sempat akan tergoda tetapi akalnya masih waras keadaan Oliv sangat pucat membuat Romi kebingungan akhirnya dia mengambil minyak putih dan mengoles kanya pada hidung Oliv.
"Liv sadar dong,,jangan buat aku takut!"Romi terus mengoleskan minyak putih ke hidung Oliv.
__ADS_1
Sekitar lima menit Oliv akhirnya sadar juga,Romi menjadi lega dan sedikit tenang.