
Oliv bangun dari pingsanya,dia membuka matanya pertama kali yang dia lihat adalah Romi suaminya,dia merasa sangat berasalah pada suaminya karena sudah jahat pada Romi,,dia masih memikirkan Gibran,dia melihat suaminya masih memakai pakaian kerja dan tertidur disamping Oliv.
"Mas Romi maafin aku"Oliv mengelus rambut suaminya,Romi yang merasa ada gerakan lalu membuka matanya.
"Sayang,kamu sudah sadar?apa yang sakit yang?aku panggilkan dokter ya?".
"Enggak usah mas,aku gak apa apa?".
"Syukurlah aku panik banget yang kamu tiba tiba pingsan!apa yang sedang kamu fikirkan yank?ceritalah sama aku!".
"Maafin aku mas sudah buat kamu kawatir,,iya kapan kapan aku cerita mas,tapi enggak sekarang!".
"Baiklah aku akan tunggu kamu siap sayang".Romi memeluk dan mencium Oliv.
Bibi datang menjenguk Oliv dia sangat kawatir dengan keadaan Oliv,,dia lalu masuk kedalam ruangan Oliv.
"Nak bagaimana keadaan kamu?".
"Alhamdulilah aku baik bi?"
"Syukurlah bibi kawatir sekali sama kamu?apa yang sebenarnya terjadi nak?sampai tiba tiba kamu seperti ini?".
"Kalau sudah dirumah aja bi aku cerita,nenek sama siapa bi kok ditinggal seh?".
"Nenek kamu sama tetangga sebelah bibi minta untuk menemani nenek kamu dulu!".
"Bibi pulang aja aku juga akan pulang bi,aku sudah gak apa apa ko?".
"Iya,nunggu suami kamu datang dulu!".
Romi yang baru datang membeli makanan terkejut melihat bibinya sudah dirumah sakit aja,padahal tadi Romi sudah bilang jika tidak usah menyusul.
"Loh bibi kok nyusul seh aku sudah mau pulang!".
"Iya bibi kawatir Rom!".
"Oliv enggak apa apa bi,dia hanya kecapeaan saja".
"Iya nak alhamdulilah kalau begitu,oh ya bibi mau menjenguk Bela dulu ya,dia katanya melahirkan lo".
"Benarkah bi? emang bibi tahu dari mana?".
__ADS_1
"Tadi berpapasan sama Ibrahim didepan nak,".
"Aku mau ikut bi?"
"Tapi nak bagaimana keadaan kamu?".
"Aku sudah enggak apa apa bi,ayo bi aku ikut?".Oliv memaksa akan ikut Romi yang sedang tertidur harus bangun untuk mengantar istrinya.
"Aku antar saja bi,bibi duluan saja?"".
"Baiklah nak,bibi duluan ya"Bibi keluar ruangan dan menuju ruang perawatan Bela.
Sebenarnya Oliv tidak ingin ikut,tetapi dia tidak enak dengan Bela,,walau bagaimanapun Bela sahabat dia,Bela tidak tahu apa apa antara Gibran dan Oliv.
"Sayang kamu baik baik saja kan?kenapa kamu diam saja yang?".
"Aku enggak apa apa mas ayo mas cepetan keburu bibi pulang entar!".
"Iya sayang enggak sabaran banget seh?"Romi mencolek dagu istrinya dan disaambut senyum oleh Oliv.
"Assalamualaikum"Salam Oliv dan Romi.
"Walaikumsalam,,eh mbak Oliv mas Romi,loh mbak Oliv kenapa?".Tanya Bela sedangkan Ibrahim menatap sedih Oliv.
"Wah lucunya dedek bayi,,cewek apa cowok Bel?".
"Cowok mbak,,iya gemoy banget ya mbak,sebentar lagi giliran mbak Oliv!".
"Iya Bel,bibi langsung pulang apa masih mau disini?".
"Pulang saja Liv,kasihan nenek".
"Bareng saja Bi kita juga akan pulang tinggal menunggu dokter".
"iya baiklah".
"Im selamat ya,sudah menjadi seorang ayah".
"Iya mas terima kasih"
Setengah jam mereka saling ngobrol,Oliv asik bercerita dengan bibi juga Bela,sedangkan Romi dan Ibrahim ngobrol berdua.Setelah puas ngobrol mereka berpamitan pulang,begitupun Oliv juga Romi,mereka akan keruangan dokter sekalian untuk meminta ijin pulang karena kondisi Oliv sudah baik baik saja.
__ADS_1
Perjalanan membutuhkan waktu dua puluh menit untuk sampai kerumah Oliv,nenek sudah menunggu didepan rumah melihat kedatangan Oliv nenek sangat senang.
"Alhamdulilah nak,kamu sudah pulang!gimana kondisi kamu sayang?".
"Nenek,,,,Oliv kangen,aku sudah enggak apa apa nek,,,hanya kecapean saja"Oliv memeluk neneknya.
"Syukurlah,,mari masuk jangan diluar sudah mulai magrib"Mereka masuk dan membersihkan diri masing masing.
Ibrahim nampak kacau,,dia meminta ijin Bela untuk pulang tetapi dia tidak pulang,justru Ibrahim berbelok arah dan masuk kedalam hiburan malam.
Dia meminum minuman yang seharusnya tidak diminum.Yah Ibrahim minum minuman berakhohol,sampai dia mabuk dia tetap meminta lagi dan lagi.
"Itu bukanya Gibran ya?"Gumam seorang wanita cantik dan seksi dia terus memperhatikan Ibrahim.
Wanita itu menghampiri Ibrahim yang sedang berbicara tidak jelas karena mabuk.
"Gibran??benar kan ini kamu?"Sapa wanita itu tetapi Ibrahim yang sudah mabuk berat tidak menghiraukan wanita itu dalam fikiranya hanya Oliv.
"Oliv?kamu Oliv kan?maafin aku sayang,,,maafin aku,,"Rancau Ibrahim dan wanita itu tersenyum miring.
"Bagus aku akan bawa kamu ketempatku dan kamu akan jadi milikku Gibran,hahaaha.Wanita itu tertawa bahagia,yah dia adalah Sasha mantan Gibran sewaktu kuliah dulu.
Sasha memanggil sopirnya untuk membantu membawa Gibran ke dalam mobil,Sasha akan membawa Gibran ke apartemen dia.
Ditempat laen Bela sangat kawatir dengan Ibrahim tak biasanya dia belum pulang karena waktu sudah menunjukkan tengah malam,dia berusaha menghubungi nomor ponsel Ibrahim tetapi tidak bisa.
"Ya Allah kang kamu dimana?"Bela bingung dia mau minta bantuan siapa sedangkan dia masih belum pulih pasca melahirkan.
Dokter jaga yang melihat Bela seperti kebingungan datang menghampiri Bela.
"Maaf nona apa ada yang bisa saya bantu?saya lihat dari tadi sepertinya kamj sedang bingung?".
"Ini dok,suami saya belum pulang padahal dia pamit hanya akan pulang sebentar".
"Mungkin suami nona sedang maacet dalam perjalaanan".
"Masak seh dok?".
"Iya nona,sebaiknya nona istirahat dan tidur ini sudah tengah malam,nanti jika suami nona pulang akan saya beritahu jika nona menunggunya".
"Iya dok terima kasih".
__ADS_1
"Saya permisi ya nona,kunci saja pintunya jika takut,saya akan jaga didepan".
Dokterpun meninggalkan ruangan Bela dan masih berkeliling untuk melihat kondisi pasien yang laen.