Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Wisuda Gibran


__ADS_3

"Assalamualaikum paman,aku masuk kedalam rumah".


"Walaikumsalam Oliv,kamu sudah pulang nak,kapan sampai kok gak denger suara mobik Gibran".


"Aku turun dijalan depan paman,kasihan Gibran capek katanya juga mau ada acara gitu".


"Ohh,trus gimana keadaan nenek Liv?".


"Alhamdulilah sudah baek paaman tinggal pemulihan saja".


"Syukurlah nak,kamu sudah makan belum paman gak masak Liv".


"Tu aku dah mikir pasti paman gak masak,ini Oliv tadi beli makanan paman nasi padang,,menunjukkan dua bungkus nasi padang dihadapan paman".


"Hehe kamu tahu saja Liv,,terimakasih ya"Paman menerima nasi padang yang Oliv belikan.


"Paman makan duluan saja Oliv masih mau mandi paman".


"Ya baiklah".


Oliv berlalu menuju kamarnya,,Aahhh legaaa akhirnya sampai dikamarku lagiii,,,seneng lihat nenek sudah membaik aku jadi semangat buat kuliah lagi"Gumam Oliv.


Hari-hari berlaku begitu cepat Oliv selalu mendapat nilai tertinggi dikampus,,hubungaanya sama Gibran juga semakin akrab tetap Oliv masih menggantung cinta Gibran,,Oliv masih teguh pendirianya untuk fokus berkuliah terlebih dahulu.


Dua tahun telah berlalu dan hari ini tepat dengan hari dimana akan diadakan wisuda Gibran dan kawan-kawannya,,kampus sangat sibuk mempersiapkan acara yang akan diselenggarakan besak pagi.


"Liv-Liv kamu mau kemana buru-buru banget"Tanya Amara.


"Eh kamu Ra,ya ini aku akan memasang dekorasi bagian depan panggung".


"Oh aku ikut ya,,aku udah selesai menata kursi di Aula".


"Ayuk,,mereka berjalan menuju panggung".


Oliv dan teman-teman sibuk menata dekorasi panggung bersama Amara juga teman-teman yang laen.


"Gak nyangka ya Liv tahun depan giliran kita jika lulus skripsi hehe".


"Ya Ra harus dong kita berusaha agar cepat lulus".


"La kamu enak Liv emang dasar pinter la aku yang otaknya pas-passan ini kan susah".


"Jangan pesimis gitu dong harus semangat".


"Oke siap,kita akan kerja bareng ya Liv?".


"oke".


Hari yang dinantipun tiba tepat hari sabtu acara wisuda akan diadakan di kampus Permata.


"Paman Oliv nanti kemungkinan pulang sore bisa juga malam ya,ada acara wisuda paman angkatan Gibran".


"Ya Liv,apa perlu nanti paman jemput?".


"Gampang nanti paman Oliv akan menghubungi paman".


"Ya baiklah,,".

__ADS_1


Oliv pun berangkat kekampus kali ini Oliv memakai taksi karena dia memakai gaun,,gak mungkin kan pakai gaun naek ojol??Sebenarnya Gibran yang menyuruh Oliv memakai gaun itu,,dia yang membelikanya untuk Oliv,,hari ini selain wisuda juga akan ada kejutan besar bagi Oliv.


Sampai dikampus semua laki-laki tengah memperhatikan Oliv,,tetapi bukan Oliv namanya jika tidak cuek dihadapan mereka.


"Gaes lihat deh ada gadis kampung yang menjelma menjadi cinderella"Sindir Sasha.


"Hahahaah yang namanya orang kampung ya tetap saja kampungan gak ada bagus-bagusnya,benar gak gaes?"Cemooh Ine teman Sasha".


"Oliv tak sedikitpun meladeni perkataan mereka dan hanya melewati Sasha dan teman-temannya.


"Sedangkan di atas panggung Gibran terpukau menatap Oliv,,dia benar-benar tampil mempesona dan cantik hari ini Gibran akan memberikan kejutan untuk Oliv.


"Woi elap itu iler brow"Seloroh Harun.


"Gila emang cantik si Oliv,kalau aja gue kaya gue akan bersaing sama lo Bran"Sambung Arka.


"Gue tabok yaa lo berdua,dia milik gue gak ada yang boleh milikin dia,ngeerti kalian"Geram Gibran.


"Santai-santai brow,,slow"JawabHarun.


Acara pun dimulai dari pembukaan,sambutan,pembacaan mahasiswa berprestasi,penyerahan hadiah sampai acara inti,dan kini saatnya acara kejutan buat Oliv,,Gibran naek keatas panggung untuk menyatakan cinta kepada Oliv sekaligus mengajak bertunangan dan tentunya keluaarga Oliv sudah di Jakarta semua tanpa sepengetahuan Oliv.


"Selamat sore semuanya,,sore ini saya akan menyatakan cinta kepada seorang gadis yang untuk kesekian kalinya,,aku berharap kali ini dia mau menerimaku".


Oliv yang sedang duduk dibangku penonton sedang ketar ketir siapa perempuan itu mungkinkah dirinya,,Amara dan Lian saling menggoda Oliv.


"Sore ini aku akan menyatakan cinta kepadaaaaaa,,,,Gibran sengaja menjeda ucapanya semua orang teriak histeris teriak-teriak antara Oliv dan Sasha.


"Olivia Anjani Putri maukah kamu menerima cintaku"?Lanjut Gibran.


Semua orang di Aula berteriak histeris,,tak terkecuali Amara dan Lian.


"Romantis mbahmu kui,malu tauk Ra"Oliv menggerutu".


"Ya udah sana naek ke atas panggung"Saran Lian.


"Iihh apaan seh kalian malu,,,".


"Yah ne anak malah malu cepetan sana".


Gibran yang tak sabar mendengar jawaban Oliv dia turun dari panggung dan mengajak Oliv naek keatas panggung awalnnya menolak tetapi karena bujukan teman-temannya akhirnya mau mengikuti Gibran.


"Kamu apaan seh kak kan malu tauk".


"Kenapa malu,,aku janji aku gak akan ganggu kuliah kamu,aku akan menunggu kamu lulus dan bekerja tetapi aku butuh jawaban kamu aku gak mau kamu dimiliki orang laen"Jelas Gibran dengan menatap Oliv.


"Liv sekali lagi aku bertanyaa,apa kamu mau menerima cintaku?nenek,paman bibi sudah merestui kita".


"A apa maksud kamu?.


"Sekarang kamu tutup mata dulu".


"Apaan seh kak pakai tutup mata segala".


"Udah nurut aja kenapa seh nanti aku cium"(berbisik ditelinga Oliv).


"Kakak,,,,"melotot.

__ADS_1


"Hahaha"sini aku tutup mata kamu masih ada kejutan lagi.


Olivpun menurut,sedangkan para teman-temannya bersorak-sorak.


"Dalam hitungan ke tiga buka ya mata kamu".


"Gibran menggandeng nenek dan paman bibinya berada disamping Gibran


" Satu,,,,,,,,Dua,,,,,,,Tiga buka mata kamu Liv?".


Olivpun membuka mata dan sangat terkejut karena dihadapan mereka ada nenek,paman,dan bibi,Oliiv seakan tak percaya dia menutup mulutnya sesaat lalu memeluk neneknya sambil terisak.


"Cup-cup wes ojo nangis nduk isin kae lo kancamu okeh"(cup-cup udah jangan nangis nak,malu sama temen-temen kamu banyak).


"Oliv lalu melepas pelukannya dan menghapus aer matanya dan beralih menatap Gibran.


"Apa semuaa in kakak yang lakuin?".


"Ya Liv aku sudah meminta restu kepada mereka juga orang tuaku,sekarang bagimana jawaban kamu".


Oliv menatap neneknya,,"Oliv nenek merestui kamu,kamu sudah dewasa nak kamu boleh menentukan kebahagiaanmu sendiri"


"Ya Liv paman dan bibi setuju sekaranng keputusan ada ditangan kamu".


"Giman Liv,,kalau kamu terima aku pakai cincin ini jika tidak kembalikan kepadaku".


Semua teman-temannya teriak,,


Terima,,, terima,,,,,,terima,,,,


Oliv perlahan-lahan mengambil cincin ditangan Gibran lalu menatap neneknya dan neneknya pun mengangguk.


Oliv mengambil cincin itu tetapi mengembaliknya kepada Gibran,semua orang nampak kecewa tetapi selang beberapa menit Oliv berbicara.


"Aku mau kamu yang memakaikan cincin ini ditanganku,semua orang berteriak histeris begitupun Gibran dia loncat-loncat kegirangan lalu memakaikan cincin itu dijari manis Oliv dan memeluknya".


"Eeehhm eehhmmm".


"Belum halal Bran sabar masih lama"Jawab sesorang dibelakang.


"Oliv lalu melepaskan pelukanya dan menoleh ke seseorang yang berbicara tadi dan betapa terkejutnya Oliv mengetahui jika itu bosnya Pak Andre.


"Kok pak Andre ada disini?"Tanya Oliv.


"Saya ini papanya Gibran Oliv".


"Apa,,,,,papa kak Gibran"Ulang Oliv.


"Ya dia papaku sekaligus bos kamu di kafe Delima"Sambung Gibran.


"Ja jadi kafe itu milik kakak?".


"Ya sayang,,sudah jangan banyak tanya lagi kita tutup acaranya dan ikut kerumah aku".


Gibran menutup acara kejutan itu tidak lupa dia juga berterima kasih kepada semuanya yang sudah membantu hari ini.


Oliv yang masih terkejut atas semua kebenaran hari ini masih bingung mencerna keadaan dia pun hanya mengikuti ajakan Gibran.

__ADS_1


Sore itu rombongan keluarga Oliv dibawa ke kediaman Gibran bersama pak Andre yang juga sahabat dari Pamanya Oliv.


__ADS_2