
Romi mengajak Ibrahim ngobrol berdua,,,,mereka mencari tempat yaang jauh dari Oliv mereka ngobrol ditaman.
"Ada apa ya mas,kenapa harus ngobrol disini?".
"Oh gak apa apa Im,,kamu sudah lama menikah dengan Bela?".
"Saya sudah setahun menikah dengan Bela mas".
"Wah lama juga ya,kamu sekarang kerja apa?".
"Saya serabutan mas,,apa aja yang penting halal apa lagi sekarang kami akan punya anak,yah saya siap mencari kerja tambahan".
"Wah kamu rajin juga ya,kalau kamu mau dikantorku butuh lowongan kerja kamu bisa melamar disana".
"Mas Romi ini ada ada saja,mana bisa saya kerja kantoran mas mas,,saya hanya berasal dari desa yang sangat terpencil tidak kuliah maupun sekolah"Ibrahim tidak bercerita yang sesungguhnya,,coba saja bercerita yang sesungguhnya,,,pasti Romi akan mempertemukan dengan keluarganya.
"Berarti benar,,dia bukan Gibran,,memang hanya kebetulan mirip"Batin Romi.
"Mas,kenapa mas Romi melamun?".
__ADS_1
"Oh iya gak apa apa Im kamu kan bisa kerja yang laen dikantor besak kamu datang ya,kamu mengingatkan saya pada sahabat saya yang sudah meninggal".
"Iya mas Insaalah saya datang,,benarkah mas,,saya juga heran mas,selama saya disini banyak orang yang memanggil saya dengan nama Gi,,Gi siapa ya lupa saya"Ibrahim garuk garuk kepala yang tak gatal.
"Gibran"Nah benar itu mas sahut Ibrahim.
"Dulu direstoran juga ada dua orang laki laki menghampiri saya dan langsung menepuk saya dikira saya Gibran itu tadi".
"Iya memang benar kamu mirip banget sama Gibran,hanya rambut sama badan kamu yang beda,Gibran itu perfect,selalu menjaga badanya dia berotot,dia juga pintar,berpendidikan"Romi menitikkan aer mata.
"Mas Romi sepertinya sangat kehilangan dia".
"Benar Im,,hari itu seharusnya kami berangkat keluar negeri bersama karena sebuah insiden kecelakaan dia malah menyelamatkan saya,dan dia gak selamat,,kamu tahu Im,perempuan yang sekarang menjadi istri saya seharusnya menjadi istri dia".
"Hari itu dia menitipkan tunanganya sama aku Im agar aku menjaganya,,sejak melihat dia pertama kali aku sudah jatuh hati,tetapi aku selalu menutupi semua itu,bertahun tahun dia terpuruk dalam penderitaan untuk menunggu tunangannya bahkan sampai depresi,aku selalu berusaha menghibur dia mendampingi dia meskipun dia tidak meresponku Im aku berusaha menyadarkan dia jika kehidupan itu masih berlanjut aku tidak menyerah dan alhamdulilah usahaku selama setahun berhasil membuat dia kembali tersenyum,yah sampai titik ini dia menjadi istri saya,walau saya tahu hati dia tidak sepenuhnya buat aku Im,,tetapi aku sudah berjanji sama Gibran akan selalu menjaga dia".
"Kayak sinetron ya mas kisah kamu,lalu jika suatu hari Tunangan dia kembali gimana mas?".
"Itulah yang saya takutkan Im,,awalnya aku kira itu kamu,,ternyata bukan,jika keajaiban dia masih hidup dan mereka masih saling mencintai aku akan merelakan dia Im,,".
__ADS_1
"Saya salut sama kamu mas,,semoga saja mas berjodoh sama istri kamu".
"Ammmiiiinnn"Kita kembali Im nanti kita dicari istri istri kita.
"Iya mas ayo!".
Mereka berjalan menuju ruangan nenek Oliv,,Oliv dan Bela tersenyum melihat suami mereka datang.
"Kalian darimana?".
"Aku lapar yang dan ajak Ibrahim makan"Sahut Romi,dia juga menyerahkan makanan untuk istrinya.
Saat tengah makan nenek Oliv mulai siuman,dia memanggil Oliv.Oliv pun langsung mendekat.
"Alhamdulilah nenek sudah sadar,,nenek aku panggilkan dokter ya".
"Jangan nak,,"Nenek melihat sekelilingnya tatapanya tertuju pada Ibrahim dia tampak kaget Oliv yang mengetahui arah pandang neneknya lalu memberi penjelasan pada neneknya.
"Dia Ibrahim nek suaminya Bela temen aku yang aku ceritain ke nenek".
__ADS_1
Lalu neneknya Oliv hanya mengangguk tetapi dalam hati nenek sangat yakin dia Gibran,tetapi dia tidak banyak bertanya lagi takut cucunya menjadi down lagi.
Bela dan Ibrahim pamit pulang,Romi dan Oliv juga karena Oliv harus istirahat nenek Oliv yang mendengar kabar bahwa Oliv hamil sangat bahagia,,keadaanya juga semakin membaik.Paman dan bibi masih dirumah sakit menjaga nenek,cucunya bibi Rehan sudah dijemput sama ayah dan ibunya.