
Ditempat laen Ibrahim sedang termenung sendiri,ingatan dia dimasa lalu kadang terlintas dibenaknya,,dia memegangi kepalanya yang terasa sakit,Bela yang melihat Ibrahim sendirian dia menghampiri suaminya.
"Kang sedang apa disini?"Bela duduk disamping Ibrahim,suaminya pun menoleh.
"Gak ngapa ngapain Bel,,ini kepala ku terasa sakit,,".
"Akang sakit,,apa kita perlu kedokter??".
"Gak kok Bel mungkin semalam kuranng tidur aja bohong Ibrahim".
"Akang aku bikinin kopi ya?"Bela akan beranjak berdiri dan Ibrahim mencegahnya.
"Gak usah,kamu duduk disini aja,eemm aku mau bertanya sesuatu tapi aku harap kamu gak mikir yang gak gak ya?".
"Iya kang,akang maau bertanya apa?".
"Saat kamu menemukan aku,,apakah tak ada jejak atau sesuatu tentang aku Bel?".Bela nampak terkejut dengan pertanyaan Ibrahim apa dia mulai ingat lagi,batin Bela.
"Bel kok bengong,,!"Ibrahim mengibas ngibaskan tanganya pada Bela.
"Eh iya kang,,maaf,,tapi memang gak ada apa apa saat abah menemukan akang,,cuma sebuah cincin yang akang pakai,sebentar aku ambilkan"Bela beranjak pergi meninggalkan Ibrahim dan mengambil cincin yang dulu dipakai Ibrahim selama ini Bela tak bicara pada Ibrahim karena Ibrahim tak bertanya tentang cincin itu.
__ADS_1
Belaa keluar denngan membawa sebuah cincin dia lalu menyerahkan cincin itu kepada Ibrahim.
"Ini kang dulu akang memakai cincin ini,,"Ibrahim mengambil cincin itu dan melihatnya dengan teliti.
"Apa aku sudah beristri ya Bel dulu,tapi kenapa gak ada yang mencari aku jika memang aku sudah berkeluarga"?.
"Aku gak tahu kang,,apa akang mulai mengingat sesuatu?"Tanya Bela menunduk sedih.
"Enggak Bel,aku hanya penasaran saja akhir akhir ini banyak yang menyangka aku Gibran"Bohong Ibrahim dia tidak mengatakan yang sebenarnya pada Bela takut dia akan sedih.
"Ohh,kirain akang mengingat sesuatu".
"Makasih ya kang?".
"Sama sama jangan makasih terus,,Bel apa boleh aku memakai cincin ini?".
"Tentu kang,kenapa gak boleh itu punya akang siapa tahu akang memakai cincin itu terus ada keluarga akang yang tahu".
"Terimakasih ya sayang,,"Untuk pertama kalinya Ibrahim memanggil Bela dengan sebutan sayang Bela pun hanya senyum senyum.
...****************...
__ADS_1
Ditempat laen tepatnya dirumah sakit kondisi Oliv sudah semakin membaek dan hari ini dia sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
"Mas nanti beli rujak dulu ya?".
"Iya memang mau beli dimana seh?".
"Itu di gang perumahan sebelah".
"Baek sayang,,"Romi mencubit pipi Oliv dengan gemas dia sangat suka jika Oliv dalam mode manja.
Sekitar dua puluh menit Oliv telah sanpai dirumah dia disambut oleh nenek serta paman dan bibinya.
"Ya Alaah nduk nduk,gimana keadaan kamu"Bibi begitu kawatir terhadap Oliv.
"Bibi,paman kapan kalian datang,,"Oliv berhambur memeluk bibinya,,".
"Tadi pagi sayang,,kamu ini baru bibi tinggal sebentar sudah masuk rumah sakit aja,jaga kesehatan sayang ada janin dalam perut kamu jangan ceroboh"Ocehan bibi tiada henti.
""Ah bibi Oliv gak bandel ko,tanya aja sama mas Romi".Romi yang namanya disebut hanya cengar cengir dsn menganggukkan kepala.
Mereka masuk dan mengobrol bersama,jam makan malam pun tiba,mereka berkumpul dan makan bersama,paman dan bibi untuk sementara akan tinggal disini sampai kandungan Oliv kuat,pamanya akan bekerja dikantor Romi,awalnya menolak tetapi dengan bujukan Oliv paman mau bekerja kantoran.
__ADS_1