Kekasih Impianku

Kekasih Impianku
Mengubur Masa Lalu


__ADS_3

"Nenek,,,Oliv kangen!nenek udah sehat?".


"Iya nduk embah(nenek) wes sehat,kamu gak jemput Embah kenapa?".(iya nak nenek sudah sehat,kamu enggak jemput nenek kenapa?).


"Hehe maaf ya nek,Oliv lembur kemaren capek banget langsung tidur,"Oliv menggandeng neneknya dan membantunya ke kamar.


"Sudah sampai,,nenek istirahat ya,apa nenek butuh sesuatu?".


"Gak nak,,Romi kemana kok gak disini,lebih baek cepat cepatlah resmiin hubungan kalian jangan ditunda tunda lagi".


"Ya nek,insaalah"


"Jangan fikirkan masa lalu lagi ya nak,tataplah masa depan kamu,,jangan sampai kamu terpuruk lagi,nenek sudah semakin tua,sebelum nenek meninggal nenek ingin melihat kamu menikah".


"Nenek jangan ngomong kayak gitu,nenek akan terus sama aku sampai aku punya anak nanti nek".


"Nak,nenek itu semaakin tua sudah waktunya ntaah itu kapan"


"Ahh nenek"Oliv memeluk neneknya sambil menitikkan aer mata,karena sejujurnya saampai saat ini dihati Oliv masih tersimpan nama Gibran,tetapi Oliv juga tidak mau mengecewakan keluargaanya.


Setelah neneknya tertidur Oliv keluar menemui paman dan juga bibinya.


"Liv kenapa habis nangis,nenek baek baek aja kan?".


"Haah,,,nenek baek kok bi,tapi tadi nenek minta aku meresmikan hubungaanku sama Romi bi".


"Wajar nenek kamu bilang seperti itu,,nenek kamu itu semakin tua,beliau pengen lihat cucu kesayanganya bahagia karena sudah ada yaang menjaganya".


"Ya bi aku ngerti,tapi!!".


"Kamu masih berharap Gibran hidup Liv?"Tanya paman.


"Ntahlah paman,hati ini menolak untuk mengakui jika dia udah meninggal".


""Gini Liv,,sekarang coba kamu fikir,kalau memang Gibran masih hidup kenapa dia tidak datang menemui kamu,dan jika dia hilang ingatan bukanya berita tentang Gibran dimana mana,,kalau ada yang melihat pasti sudah memberi tahu,setahun lebih Liv,,gak kurang kurang kita mencari dan menyebarkan foto Gibran,,saran paman bukalah lebar lebar hati kamu,,menuruut paman Romi juga anak yang baek,gak kalah baek sama Gibran,dia juga sopan pengertian selama ini dia selalu dampingi kamu tanpa mengharap apa apa kan?".


"Iya paman,,aku akan berusaha mencintai dia,,aku juga sudah fikirkan akan serius sama Romi jika dia memang mengajak serius".


"Syukurlah nak,jika kamu sudah berfikir seperti itu,,bibi senang dengarnya,,bibi akan selalu berdoa yang terbaek untuk kalian ya".


"Iya bi,makasih ya"Oliv memeluk bibi dan pamanya,,setelah itu berpamitan akan kekamar.


Sampai dikamar Oliv melihat sekeliling kamarnya masih penuh dengan foto foto kebersamaan dengan Gibran,Oliv memutuskan untuk melepas semua foto foto itu,dan semua barang barang tentang Gibran akan dia masukkan kedalam kardus,dia akan menyimpanya saja tanpa membuangnya.


Saat membuka lemari Oliv menemukan gaun yang diberikan Gibran saat bertunangan,lagi dan lagi Oliv menangis,diaa mengambil gaun itu dan menyimpanya didalam paper bag,semua yang berhubungan dengan Gibran sudah Oliv tutup.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan dirumah sakit keadaan abah semakin kritis,,Bela terus terusan menangis Ibrahim setia menemani Bela dan menenangkanya.


"Bel udah dong jangan nangis terus,,kita doakan abah sama sama semoga beliau segera pulih".


"Kang aku hanya punya abah didunia ini,,kalau abah pergi aku sama siapa hiks hiks".


"Kan masih ada aku,aku akan selalu menemani kamu,Kamu tenang saja ya?".

__ADS_1


Setelah selesai diperiksa dokter Bela masuk kedalam ruangan abahnya ditemani sama Ibrahim disampingya.Bela menangis sesenggukan disamping abahnya.


"Belaaa,,"Suara abah memanggil anaknya.


"Abah,iya bah ini Bela,abah mau sesuatu?".


Abah hanya menggeleng,tiba tiba Abah memegang tangan Ibrahim dan Bela.


"Ibrahim,maukah kamu memenuhi permintaan abah".


"Iya bah insaaalaah jika Ibra bisa memenuhi akan Ibra penuhi".


"Menikahlah dengan anak abah Bela nak,,agar dia ada yang menjaga jika abah sewaktu waktu dipanggil sama yang maha kuasa".


"Abah gak boleh bicara seperti itu,abah akan selalu sama Bela".


"Bela mau kan memenuhi permintaan abah?".


"Hiks hiks abah gak boleh ninggalin Bela".


Ibrahim diam mematung dia gak tahu mau apa,dihati kecilnya dia menolak dan tidak punya perasaan apa apa,tapi disisi laen dia berhutang nyawa sama abah.


"Ibra,,,bagaimana nak?"


"Ba baek bah,Ibra akan menjaga dan menikahi Bela,"Bela sangat terkejut mendengar kesanggupan Ibrahim sebenarnya Bela memang punya perasaan sama Ibra.


"Alhamdulilah"Ucap abah lirih.


"Besak menikahlah nak,abah tidak punya waktu banyak".


"Iya bah saya tidak punya persiapan apa apa".


"Ibra,ambilah cincin di tas abah,itu adalah cincin peninggalan ibunya Bela,dia berpesan agar cincin itu diserahkan kepada calon suami Bela kelak,".


"Ba baik bah jika memang itu kemauan abah".


"Abah istirahat saja ya,Bela mau bicara sama akang dulu".Abah hanya mengangguk lemah.


Bela menarik Ibrahim keluar ruangan dan mengajak ngobrol ditaman rumah sakit.


"Ada apa Bel,kenapa kamu tarik tarik aku?".


"Akang serius mau nikahin aku,aku gak mau kang kita menikah karena terpaksa karena kedepanya gak bagus,apa lagi akang belum mengingat jati diri akang,gimana kalau suatu hari akang ingat terus lupa dan ninggalin aku".


"Iya akang serius Bel,akang sayang sama kamu,,akang gak akan pernah ninggalin kamu Bel,akang janji apapun yang terjadi akan selalu ada buat kamu"


Mereka berpelukan,,Bela manangis antara bahagia dan sedih karena kondisi abahnya.


"Eemm kang aku gak punya gaun untuk menikah?".


"Gak apa apa Bel,pakai apa saja yang kamu punya,kamu tetap cantik ko".


"Ahh akang bisa aja,jadi mau Bela".


"Gak usah malu,,akang mau ke kontrakan dulu mau bilang pak Rt suruh mencarikan penghulu,kan gak mungkin kita balik ke desa kita kan?".

__ADS_1


"Iya terserah akang saja".


Bela duduk termenung didepan ruangan abahnya,,tepat saat itu Oliv lewat didepan dia,kebetulan hari itu jadwal neneknya Oliv untuk kontrol dan Oliv bersama Romi yang mengantar Nenek.


"Loh kamu kenapa melamun?"Oliv menghampiri Bela.


"Kamu,,mbak yang waktu itu nolong saya ya?".


"Iya saya Oliv,kamu masih disini"


"I iya mbak,saya Bela,abah belum sembuh malah keadaanya semakin buruk".


"Ya Allah kamu yang sabar ya,terus kenapa kamu melamun?".


"Iya mbak makasih,mbak sendiri ngapain disini?".


"Owh,saaya mengantar nenek kontrol,sudah seminggu nenek dirumah dan hari ini jadwal beliau untuk check".


"Owh,,".


"Kamu belum jawab pertanyaan saya,kamu kenapa melamun?".


"Saya malu mau cerita mbak".


"Gak apa apa gak usah malu cerita saja anggap aku teman kamu,"Bela pun mengangguk.


"Abah meminta saya menikah besak mbak,abah takut dia meninggal sebelum saya menikah".


"Lalu apa yang kamu fikirkan kamu belum ada calon atau gimana?"


"Calon ada mbak,tapi,,sa,saya gak punya gaun mbak buat nikah besak yah walau gak dirayain paling tidak saya pengen memakai gaun mbak,saya hanya punya abah mbak,sudah tidak punya saudara laen".


"Ya ampun kasihan banget"Oliv teringat dengan gaun yang dia simpan itu,,dia berfikir akan memberikan gaun itu pada Bela.


""Eemm Bel,,kalau kamu mau kamu bisa memakai gaun saya,tapi sudah saya pakai sekali dengaan tunaangan saya".


"Mau mbak,mau banget,gak apa apa mbak,saya gak masalah bekas atau enggak yang pentting gak rusak saja mbak hehe".


"Gak Bel,gaunya masih baru ko".


"Apa boleh sama tunangan mbak?".


""Tunangan saya sudah meninggal Bel,".


"Maaf mbak jika saya sudah membuat mbak sedih,"


"Gak apa apa Bel,kalau kamu mau besak kamu datang kerumah saya ya,ini alamatnya"Oliv menyerahkan kartu nama kepada Bela.


"Iya mbak makasih ya,,berkat mbak saya bisa memakai gaun,,besak pagi saya pasti datang mbak".


"Baiklah saya tunggu,kalau begitu saya permisi ya,".


"Iya mbak,silahkan sekali lagi terimakasih ya mbak".


Bela sangat bahagia akan mendapatkan gaun untuk menikah,dia lalu menceritakan pertemuanya dengan Oliv kepada Ibrahim,Ibrahim pun ikut senang tetapi mendengar nama Oliv ibrahim merasa pernah mengenal nama itu dia berusaha mengingatnua tetapi tidak bisa malah kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2