
Oliv telah resmi menjadi istri Romi,,hari ini adalah hari pesta pernikahan mereka,banyak teman teman Oliv yang datang dari teman kuliah dulu juga pada hadir memberi ucapan selamat kepada Oliv dan Romi.
"Selamat ya say akhirnya kalian resmi menikah gak nyangka aku kamu mendapat sepupunya Amara"Lian datang dan memeluk Oliv.
"Makasih ya Lian kamu sudah berkenan hadir disini aku seneng temen temen pada hadir semua".
"Ya pasti lah Liv kita akan datang,eh Arka sama Harun mana kok belum kelihatan?".
"Mungkin masih dijalan Ra,kenapa kamu kangen ya salah satu dari mereka"Goda Oliv.
"Idih amit amit ogah,,kayak gak ada cowok laen aja".
"Jangan benci benci gitu kenapa Ra,ntar malah jadi benar benar cinta loh"Ledek Lian.
Kami tertawa bersama,Romi sedang bersama teman teman kantornya,saat kami tengah asik bercengkrama terlihat Bela datang menghampiri kami.
"Mbak Oliv,selamat ya,semogaa menjadi keluarga samawa"Bela memeluk Oliv.
"Makasih Bel,makasih juga kamu udah datang,,emm kamu sendiri aja,mana suami kamu kenapa gak diajak?".
"Tadi mengantar saya mbak,dia gak bisa masuk soalnya abah sendiri dirumah kasihan jika ditinggal sendiri".
"Ohh gak apa apa,,oh ya kenalin ini teman teman aku"Oliv memperkenalkan Amara dan Lian mereka bergabung untuk mengobrol.Tak lama berselang Harun dan Arka datang,dia menjadi pusat perhatian tamu wanita hemm dasar mereka suka tebar pesona.
"Selamat Liv,semoga bahagia selamnya"Harun menjabat tangan Oliv,begitupun Arka.
"Makasih gaes,kalian kenapa baru datang noh ditanyain yang laen".
__ADS_1
"Hehe biasa".
"Dasar kalian,kita gabung sama yang laen yuk,".
Mereka menuju Amara,Lian ,dan Bela saat bertemu Bela Arka dan Harun nampak terkejut .ereka saling tatap,Arka akan bertanya soal suami Bela tetapi disenggol Harun.
"Husstt kamu mau bikin pernikahan Oliv kacau dengan kabar yang belum tentu Benar Ka,"Bisik Harun pada Arka.
"Iya sori lupa aku".
"Hei kalian ngapain bisik bisik"Tanya Lian.
"Ada deh kepo aja lo"Sahut Arka.
"Eh kenalin dia Bela teman baru aku"Oliv memperkenalkan Bela pada Arka dan Harun.
"Salam kenal,mas mas ini yang waktu itu direstoran ya?"Tanya Bela.
"Kalian udah saling kenal"Tanya Oliv.
"Iya mbak dia memanggil suami saya,,,,,,"Sayang kita kesana yuk orang tua Gibran datang"Romi tiba tiba menghampiri Oliv sebelum sempat Bela meneruskan kata katanya.
"Ohh iya Mas ayo,Bel maaf ya aku kesana dulu kalian ngobrol saja"Oliv menggandeng tangan suaminya,Arka dan Harun merasa lega karena Bela tidak jadi melanjutkan omonganya tadi,kalau sampai Oliv dengar bisa kacau acara ini.
Tak berselang lama Bela berpamitan karena Ibrahim sudah menunggu didepan,saat Bela berjalan keluar dia bertabrakan dengan ibunya Gibran.
"Aduuhh,,Bela terjatuh dan ibunya Gibran menolongnya,
__ADS_1
"Kamu gak apa apa nak?".
"Gak apa apa bu,maaf saya gak melihat jadi menabrak ibu".
"Gak apa apa nak,kamu mau kemana acaranya kan belum selesai".
"Saya mau pulang bu,kasihan abah saya hanya sendiri dirumah".
"Bel ayo cepetan pulang kasihan abah"Suara Ibrahim memanggi Bela dan ibunya Gibran mematung dia terkejut mendengar suara orang itu,tetapi sayang saat itu Ibrahim memakai masker.
"Suara itu,,itu kan suara Gibran aku gak mungkin salah itu Gibran anakku"Mamanya Gibran melamun tak sadar Bela sudah pergi dari hadapanya.
"Tunggu,heeii"Mama Gibran beerlari mengejar Bela tetapi karena Bela sudah jauh jadi tak melihat lagi .
"Ma,kamu ngapain lari lari terus kenapa menangis"Pak Andre menghampiri istrinya.
"Pah,Gibran pah,aku tadi mendengar laki laki yang suaranya sama kaya anak kita pah".
"Ma gak mungkin jangan mengada ngada,Gibran udah meninggal".
"Gak pah beneran pah mama gak bohong tadi ada laki laki yang suaranya persis kaya Gibran sayangnya dia memakai masker dan hodi".
"Ma cukup ma,mama tenang mama mau menghancurkan pernikahan Oliv dengan omongan mama ini ha".
"Enggak pah".
"Ya sudah ayo masuk kedalam Oliv mencari mama tadi jangan sampai Oliv dengar tentang omongan mama tadi kasihan Oliv ma".
__ADS_1
"Iya pah,maafin mama,ayo masuk".
Mereka berdua lalu masuk dan menemui Oliv juga keluarganya mereka saling memberi ucapan selamat dan mengobrol bersama.Oliv sangat bahagia dan bersyukur memiliki dua keuarga karena keluarga Gibran sudah menganggap Oliv anaknya meskipun tak jadi menjadi menantu mereka,pak Andre dan istri sangat menyanyangi Oliv seperti mereka sayang pada Gibran.