
"Bang ngapain aja sama neneknya Oliv,gak keluar keluar dari tadi"
"Biasa bisnis,hehe".
"Heleh bisnis apaan bang bang jangan jangan ngrayu neneknya Oliv ya biar Oliv gak tahu kalau abang buruk haha".
"Enak saja kalau ngomong,ya gak lah,aku mah calon cucu kesayangan,,ya gak sayang?".
"Huueeekkk sayang apaan haha"Amara tertawa meledek Romi Oliv hanya ikut tertawa melihat mereka berdua debat.
"Kalian itu kalau sama sama selalu seperti itu ya?".
"Yah gitu Ra,,bang Romi yang selalu usil mulai duluan tadinya aku anaknya diem".
"Halah jangan percaya Liv,dia yang mulai duluan".
"Kalian itu sama aja ko".Oliv menengahi perdebatan mereka.
"Sayang kami pamit dulu ya,mau antar Amara balik ke Bandung besak dia udah kerja".
"Olivv,,aku pasti kangen kamu,aku besak udah masuk kerja lagi,nanti kalau merid aku pasti pulang"Mereka berdua berpelukan.
"Aku gak dipeluk ne,masak Amara aja?".
"Gak sah ngarep,belum resmi dilarang bersentuhan".
"Kalian ini,,Rom hati hati bawa mobilnya ya jangan ngebut ngebut,Akhirnya Oliv memeluk Romi dia takut jika Romi berpergian jauh dan Romi paham kenapa Oliv seperti itu".
"Iya sayang aku akan hati hati kok,jangan sedih dong aku cuma mengantar Amara ke Bandung terus balik lagi".
"Iya Liv,tenang aja aku yang akan pastikan dia akan baek baek saja".
Oliv pun hanya mengangguk rasanya trauma akan kehilangan itu belum hilang jadi jika Romi akan pergi jauh pasti Oliv akan sedih.
Romi berangkat mengantar Amara,Oliv juga masuk kamar merebahkan dirinya dikasur,dia baru teringat tentang Bela,dia menepuk jidatnya,dia lupa menghadiri acara pernikahan Bela.
__ADS_1
"Ya ampun kok aku bisa lupa ya,aku akan datang besak saja lah kerumah sakit buat jenguk abahnya Bela,ini sudah mau magrib"
...****************...
Keesokan paginya Oliv sudah selesai memasak,mengurus rumah dan mengurusi neneknya,dia juga pamit sama neneknya jika akan kerumaah temenya agar neneknya tidak kawatir,tidak lupa Oliv memanggil tetangga sebelah untuk menemani neneknya selama Oliv pergi,sebut saja bu Atun.
"Bu saya titip nenek ya , saya ada perlu agak lama ,semua sudah saya siapkan seperti biasa bu".
"Siap neng Oliv,,ibu juga suntuk dirumah gak ada teman ngobrol".
"Makasih ya bu Atun,nanti pulangnya Oliv bawain gulai kesukaan bu Atun".
"Wah makasih banyak neng,,gak usah repot repot neng bu Atun udah senang ada teman mengobrolnya".
"Gak apa apa bu,Oliv berangkat ya bu".
Oliv berangkat dengan membawa mobil,,dia menuju rumah sakit dimana abah Bela dirawat sekitar dua puluh menit Oliv sampai disana,saat akan membuka Seat belt Oliv melihat Ibrahim alias Gibran.
"Gi Gibran???"Oliv bengong apakah dia benar benar Gibran,tetapi dia kurus dan hitam,rambutnya juga gondrong,Gibran orangnya sangat menjaga penampilan,fikiran Oliv tentang Gibran bermunculan mungkin dia salah lihat".
"Apa aku salah lihat ya?".
"Tapi tadi benar benar mirip Gibran,aku gak salah ko"Gumam Oliv,saat Oliv berbicara sendiri dia ditepuk pundaknya oleh Bela.
"Mbak Oliv"
"Alahuakabar,,Be bela"Olit terkejut ditepuk pundaknya oleh Bela.
"Mbak Oliv cari siapa kok bingung,dari tadi saya perhatikan mbak Oliv seperti mencari orang maaf jika nganggetin hehe?".
"Em itu ,anu saya tadi seperti melihat teman lama tetapi pas saya samperin gak ada,mungkin aku salah lihat kali hehe"Bohong Oliv.
"Oh gitu,mbak Oliv sedang apa disini?apa nenek mbak Oliv masih sakit?".
"Oh enggak ko,,aku mau jenguk abah kamu,maaf ya kemaren saya gak bisa datang pas kamu nikah?".Mereka berjalan berdua.
__ADS_1
"Enggak apa apa mbak,,mbak pasti repot,abah alhamdulilah sudah membaik mbak rencananya besak boleh pulang,mari mbak?".
"Waahh syukur,,alhamdulilah kalau gitu Bel,terus kalian balik kemana?".
"Saya rencana pindah disini mbak,didesa saya sangat terpencil mau cari apa apa susah,,mas Ibrahim mengajak kami pindah kesini".
"Oh gitu,ya gak apa apa Bel,,terus kalian akan tinggal dimana?".
"Dikontrakan dekat rumah sakit ini mbak?"
Mereka telah tiba diruangan abah Yusuf,,abah kebetulan juga sedang duduk makan buah,abah tersenyum menyambut Oliv.
"Assalamualaikum abah,gimana kondisi abah,sepertinya sudah baek".
"Walaikumsalam nak,alhamdulilah abah sudah membaiik,terima kassih nak Oliv sudah sudi mau menjenguk dan menjadi teman Bela".
"Abah jangan bicara seperti itu kita sesama manusia memang harus saling membantu kan,saya dulu juga orang susah dan dari kampung bah,nekat kesini untuk melanjutkan kuliah,dan alhamdulilah sekarang apa yang saya impikan tercapai".
"Syukur alhamdulilah nak,,,Bel ambilkan minum untuk Oliv?".
"Gak usah bah,oh ya sampai lupa ini bah ada sedikit rezeki untuk abah dan Bela,,mohon diterima ya bah,"Oliv menyerahkan sebuah amplop coklat kepada abah.
"Apa ini nak,tidak usah repot repot,".
"Gak apa apa abah,diterima ya,maaf kemaren pas Bela nikah saya gak bisa datang karena sesuatu hal".
"Gak apa apa mbak,malah ngrepotin mbak Oliv terus".
"Udah Bel santai aja,ini aku ada hadiah buat kamu,"Oliv menyerahkan sebuah paper bag untuk Bela.
"Apa ini mbak,makasih ya mbak?".
"Sama sama,buka saat dirumah aja ya"Bisik Oliv pada Bela,dan dia pun hanya tersenyum dan mengangguk,Oliv memberikan gaun malam untuk Bela,biar dipakai saat bersama suami.
Oliv asik ngobrol dengan abah dan Bela,mereka saling bertukar ceritaa,,Oliv melihat jam tanganya ternyata sudah terlalu lama disana dia lalu paamit aakan pulang takut neneknya kawatir.Tak lupa juga dia mampir ke warung gulai kambing karena tadi sudah janji akan membelikan gulai kambing untuk bu Atun.
__ADS_1